Waspada Perang Ekonomi Lebih Ganas dari Perang Dingin

 

Amerika menghabisi salah satu pion kerusuhan mereka di Timur Tengah. Tiba-tiba ISIS sudah end saudara-saudara.

Jangan senang dulu, itu artinya fokus mamarika akan beralih ke regional lain atau ke perang lain.

Pada tau kan, sekarang Perang dagang Amerika vs China adalah fokus utama pemerintahan Trump, jenis proxy war. Economic war adalah domain utama kebijakan mamarika.

Sekarang ekonomi mamarika sedang berdarah-darah teman-teman. Celakanya tambang emas terbesar mereka sudah setengahnya direbut oleh presiden kurus ceking kita.

Mereka tentu ingat bagaimana caranya menyedot kekayaan alam indonesia kembali, mulai tahun 66 dan seterusnya. Pasti strategi mereka akan coba ulang.

Senjatanya, karhutla diteriakkan oleh perang anti sawit, tau gak, Tiongkok adalah salah satu konsumen terbesar sawit dan produk turunannya. Asemnya lawan terbesar minyak sawit adalah Jagung, yang produsen terbesarnya adalah Mamarika.

Lalu isu anti komunis terus berdengung seperti omongan orang racau yang ngamuk tanpa alasan, taukan kelompok apa yang paling anti dengan komunis? Padahal halusinasi kelas dewa kalo masih percaya komunis bangkit.

Lalu adalagi senjata mereka, yakni isu HAM di Papua didengungkan oleh sekutu lama mereka, Ausy dan UK. Tentu tau kan tujuannya membuat negara boneka Papua merdeka. Agar mereka bisa merampok kembali Papua dengan bebas.

Celakanya bagi mamarika, karena Asia Tenggara sebagai basis kekuatan ekonomi dunia sedang mesra dengan Tiongkok. Mulai Malaysia, Singapore, Philipina, Vietnam, Thailand sampai Indonesia semua mesra dengan hubungan ekonomi Tiongkok.

Hongkong sebagai pintu masuk ekonomi Tiongkok sedang diporak porandakan ekonominya berkat isu kebebasan demokrasi. Akan coba di ciptakan Hongkong-Hongkong lain yang di proxy kan dari dalam.

Jangan mau kita dipecah belah, untuk dijajah kembali.

Hari ini mahasiswa dajal menggunakan kotoran manusia sebagai alat provokasi disaat yang bersamaan demo bela Tauhid tiba-tiba merebak di jawa barat, tanpa ada sebab pasti.

Taukan bahkan KPAI ikutan ngawur bermain-main, mereka menyalahkan polisi atas kematian anak anak saat ikut demo yang terbunuh oleh pihak yang tak dikenal.

KPAI bahkan tutup mata pada ada pihak yang jelas-jelas menggerakkan dan memfasilitasi demo oleh anak-anak.

Ini ini yang saya sering bahas sebagai strategi Firehouse false hood. Pecahkan perhatian negara melalui berbagai kekacauan palsu.

Hingga nantinya pemerintah kehabisan energi untuk melakukan strategi pembangunan ekonomi yang berakibat terjadinya penurunan ekonomi secara makro dan mikro. Jika ini terjadi rakyat akan dengan mudah terpatik.

Ini berbahaya apalagi jika dibarengi berbagai distorsi informasi melalui sosial media.
Oleh karena itu penting sekali menggenggam erat semua pihak dalam satu pemerintahan yang solid.

Karena kestabilitasan politik adalah salah satu jaminan kestabilitasan ekonomi. Dengan begitu semakin kecil celah untuk memporak-porandakan Indonesia oleh pihak yang ingin merampok kembali kekayaan Indonesia untuk dijadikan amunisi perang dingin eh perang dagang.

Kembali ke ISIS.

ISIS bisa saja dengan mudah mereka habisi dari beberapa tahun lalu.

Sekarang Tak ada lagi alasan pemerintah menyalahkan ISIS seandainya nanti kelompok fundamental tiba-tiba bangkit di Indonesia. “Orang ISIS sudah mati! Lu aja yang zalim pada ulama maka islam bangkit berontak”. Begitulah kura-kura Ninjanya kata-kata mamarika nanti.

Bukan sebuah kebetulan.
Tutup pintu rapat-rapat untuk perpecahan.

Genggam erat seluruh kekuatan anak bangsa.
Dari aceh hingga Papua. Tak ada gunanya koalisi atau oposisi, Ketika nanti negara hancur.

Jangan pernah berandai-andai untuk bermain-main api dengan perpecahan demi mendapatkan kekuasaan. Tak akan semudah itu kekuasaan diambil dari sebuah proses demokrasi.

Kalau ada yang berimajinasi ingin mulai bekerja sama dengan pihak luar untuk menggulingkan maka kesengsaraan takkan pernah berakhir. Baik bagian yang diserang maupun bagi yang berandai-andai ingin menang.

Layaknya dulu Suriah digoyang yang melalui isu demokrasi, padahal dibelakangnya nya politikus yang haus kekuasaan sedang berimajinasi. Tapi apa yang terjadi hanya kehancuran di seluruh negeri akibat Ambisi ingin menguasai.

Jadi semua kekacauan ini akibat perang ekonomi bro?

Semua perang berurutan baik PD1, PD2, Perang dingin, perang korea, perang vietnam, perang Iraq Iran, perang teluk, dst. Semua melibatkan mamarika dan itu semua motifnya ekonomi. Titik.

 

Penulis: @Dhimasjusuf

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *