Warung Kerukunan Hadir Sebagai Wujud Kepedulian Tokoh Agama

Jakarta, chronosdaily.com – Warung Kerukunan hadir sebagai wujud kepedulian tokoh agama di masa pandemi ini. Ketua Komisi Lintas Agama PGLII Pendeta Yesaya Suharsono menegaskan, keberadaan Warung Kerukunan ini sebagai bentuk kepedulian yang diberikan para tokoh agama kepada umat dan masyarakat.

Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) dikenal aktif melakukan kegiatan aksi sosial. Tidak hanya di kota besar tapi juga memberikan bantuan kepada masyarakat secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga donasi.

Dalam keterangannya, Yesaya Suharsono menyampaikan, “Kita sebagai tokoh agama, tidak hanya peduli terhadap iman, tetapi imun juga tetap harus dijaga. Kami memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita pekerja harian. Kami ingin meringankan mereka.

Dengan cara seperti ini, walaupun tidak banyak, tapi kami sudah melangkah dan memperhatikan mereka. Kami mengasihi dan peduli mereka,” katanya.

Warung Kerukunan menunjukkan bahwa para tokoh agama sama-sama memiliki beban dan tidak boleh ada lagi perbedaan tentang kemanusiaan. Terbukti, katanya, Warung Kerukunan tersebut mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat. “Ini bukan lagi urusan organisasi atau lembaga, tapi urusan kemanusiaan yang harus segera kita lakukan.”

See also  Beras untuk Program Sembako dari Petani Jepara

Pada saat bersamaan, Dr. Antonius Natan, MA., Th.M juga menyatakan bahwa keberadaan Warung Kerukunan merupakan suatu upaya bersama dan sikap saling tolong menolong serta menunjukan kepedulian kepada sesama dan bersahabat dengan siapa saja.

“Warung Kerukunan ini diawali di 5 titik dan saat ini telah berkembang menjadi 10 titik diharapkan akan terus berkembang, sehingga setiap wilayah memiliki wadah kebersamaan lintas agama”

1 thought on “Warung Kerukunan Hadir Sebagai Wujud Kepedulian Tokoh Agama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *