Kemen PPPA Dukung Vaksinasi COVID-19 Aman dan Halal bagi Anak dan Ibu Hamil

Jakarta, chronosdaily.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendukung pelaksanaan vaksinasi bagi anak, ibu hamil dan ibu menyusui sebagai upaya pengendalian penularan virus Covid-19 dan pemenuhan hak dalam situasi apapun. Kemen PPPA juga mendorong terjalinnya sinergi Lembaga Masyarakat dan Lembaga Keagamaan dalam menumbuhkan kepercayaan terhadap vaksinasi di tingkat masyarakat.

“Pandemi Covid-19 merupakan bencana non-alam yang dalam UU Penanggulangan Bencana, penjelasannya bahwa ibu hamil, ibu menyusui, serta anak dikategorikan sebagai kelompok rentan yang harus dilindungi. Yaitu melalui pemberian prioritas penyelamatan, evakuasi, pengamanan, pelayanan kesehatan dan psikososial.

“Kita perlu bersyukur karena vaksin Covid-19 baik untuk ibu hamil, ibu meyusui dan anak dari usia 12 tahun keatas. Berbagai penelitian telah mengkonfirmasi efek positif dari vaksin untuk melindungi mereka yang menerimanya. Ibu hamil dan ibu menyusui sebagai kelompok penting, karena kesehatan mereka mempengaruhi kesehatan janin dan bayinya,” ungkap Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam Webinar Dialog Interaktif: Kupas Tuntas Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak dan Ibu Hamil.

Menteri Bintang mengungkapkan, menyelesaikan pandemi Covid-19, semua pihak harus berperan bersama dan saling bergotong-royong. Mulai dari menaati protokol kesehatan hingga melakukan vaksinasi yang masih banyak dipertentangkan masyarakat.

See also  Polisi Sultra Bekingi Terpidana Penipuan Izin Tambang

“Masih banyak masyarakat ragu mendapatkan vaksinasi. Dari berbagai informasi, salah satu isu yang paling berkembang adalah keraguan dari sisi agama dan keamanan. Untuk itu kami mengundang pemangku kepentingan yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat, sehingga diharapkan dialog ini dapat mengikis keraguan yang masih berkembang terkait vaksin dan makin banyak perempuan dan anak Indonesia yang mendapatkan haknya untuk sehat dan hidup,” tutur Menteri Bintang.

Menjawab keraguan masyarakat tersebut, Ikatan Dokter Indonesia, Iris Rengganis menyampaikan pentingnya melaksanakan vaksinasi kepada ibu hamil, ibu menyusui dan anak, terlebih ketika saat ini mutasi virus Covid-19 mulai bermunculan.

“CDC (Centers for Disease Control and Prevention) merekomendasikan vaksinasi untuk ibu hamil. Karena menjadi salah satu dengan risiko gejala lebih berat jika terpapar Covid-19. Dalam mengambil keputusan untuk vaksinasi ibu hamil, mempertimbangkan risiko terjadinya penyakit berat. Manfaat vaksinasi akan lebih besar jika sakit. Vaksinasi jika kehamilan dalam kondisi baik, usia kehamilan lebih dari 12 minggu, dan menggunakan vaksin sesuai dengan persetujuan BPOM.” Jelas Iris.

Vaksinasi bagi anak, Iris menerangkan anak-anak berisiko rendah,  meski penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bagi lingkungan keluarga. Batas usia 12-17 tahun karena keamanan vaksinasi. Usia 12 tahun kebawah masih dalam penelitian untuk mendapat hasil terbaik.

See also  Majelis Hakim PN Kendari Dilaporkan Ke MA, Perlu Kelengkapan Bukti dan Fakta Pelanggaran

Majelis Ulama Indonesia dari perspektif agama, Asrorun Ni’am Sholeh menerangkan, vaksinasi dalam hukum Islam, bagian ikhtiar dalam mencegah penularan Covid-19. Langkah preventif vaksinasi sebagai upaya menjauhi wabah dan tidak menyebarkan virus.

“Sebagian anak dan ibu hamil belum bisa difasilitasi dalam melaksanakan vaksinasi, tapi bukan berarti kita mengabaikannya, justru kesempatan memperoleh herd immunity itu kita yang lakukan. Perlindungan dilakukan melalui komitmen orang dewasa dengan harus segera vaksinasi agar tercapainya batas minimal 70 persen herd immunity,” ucap Asrorun. Asrorun menambahkan fatwa MUI menganai vaksin halal dapat diakses melalui website resmi MUI. [Kemenpppa]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *