Transformasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BUMN

Jakarta, chronosdaily.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara secara konsisten terus melakukan transformasi dan perbaikan sistem yang ada di BUMN, termasuk bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Menteri BUMN, Erick Thohir dalam konferensi pers yang berlangsung di Kementerian BUMN, Kamis (3/3) mengatakan, “Forum TJSL atau CSR sekarang ini fokus hanya di 3 bidang, yaitu pendidikan, lingkungan hidup, dan juga pendampingan UMKM. Kita fokuskan di 3 bidang ini karena melihat situasi nyata yang terjadi di Indonesia dan bagaimana kita bisa memberikan kontribusi yang berkesinambungan di masyarakat,” ujar Erick.

Erick menambahkan, dengan melihat mayoritas penduduk Indonesia yang merupakan anak-anak muda maka sudah selayaknya BUMN mendorong, melakukan upgrading, atau memberikan hal-hal yang positif dalam bidang pendidikan, seperti misalnya beasiswa kepada anak usia muda. Ke depan, hal ini akan disinergikan juga dengan program LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). “Ini adalah langkah kita untuk menyiapkan generasi muda yang siap untuk menghadapi perubahan,” lanjut Erick.

Selain itu, dibidang lingkungan hidup, melalui program TJSL, BUMN rencananya akan menanam 1 juta Pohon, membangun 12 unit Sarana Air Bersih, dan mengelola sampah terintegrasi di 5 lokasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Erick menambahkan, program penanaman pohon macademia nut di Danau Toba, Sumatera Utara bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum pada awal Januari lalu menjadi salah satu contoh sinergi antara lingkungan hidup, pendapatan masyarakat, dan perubahan iklim.

See also  Perkuat Sektor Pertanian Nasional dengan Skala Ekonomi dan Teknologi

“Kita juga mendorong penanaman pohon yang bermanfaat, tidak hanya untuk penghijauan dan oksigen, tetapi juga pendapatan masyarakat. Seperti yang sudah kita lakukan di Toba kemarin dengan menanam pohon Macadamia Nuts yang harganya mahal, jadi penduduk bisa tetap mendapat penghasilan, dan karena itu adalah pohon yang hidup sepanjang tahun sehingga bisa menghasilkan O2 yang bagus untuk penghijauan dan lingkungan hidup,” jelasnya.

Hal terakhir yang tak kalah penting adalah pendampingan UMKM. Erick menuturkan, sejauh ini, perusahaan-perusahaan BUMN telah mendorong agar lebih banyak UMKM dan pembiayaan terhadap UMKM yang tercipta.

Tedi Bharata, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN menambahkan, Kementerian BUMN memang tengah melakukan transformasi secara besar-besaran di bidang TJSL. Pertama, dampak TJSL atau CSR BUMN harus terukur. Kementerian BUMN memastikan bahwa dampak TJSL harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, sehingga masyarakat itu sebagai subjek, bukan objek.

“Kemudian kita juga harus memperbaiki tata kelolanya, baik di Kementerian BUMN, terkait kebijakan yang berkaitan dengan TJSL dan juga BUMN itu yang kita dorong terus adalah penguatan dari struktur unit di CSR mereka. Selanjutnya, teknologi juga harus ditingkatkan, digitalisasi untuk program-program CSR, dan termasuk kolaborasi yang baik dengan pihak eksternal dan internal yang memiliki aspirasi yang sama untuk program-program CSR ke masyarakat. Terakhir, tentunya kita ingin seluruh karyawan BUMN meningkatkan engagement dalam kegiatan-kegiatan CSR, sehingga kita dorong terus untuk program EVP-nya (Employee Volunteer Program),” ujar Tedi.

See also  Paparkan Visi Misi, TEC Siap Berikan Pengabdian Terbaik Untuk Kabupaten Lampung Selatan

chronosdaily
go

Satgas Bencana

Poin terakhir yang juga dibahas dalam kegiatan di Lampung adalah mengenai Satgas Bencana BUMN. Menteri BUMN, Erick memastikan agar Satgas Bencana BUMN terus cepat tanggap dalam bergerak membantu para korban bencana di seluruh Indonesia.

Erick menegaskan, saat ini Satgas Bencana telah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dengan demikian, BUMN akan menjadi bagian dari garda terdepan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam.

Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga menuturkan, Satgas Bencana tidak hanya terlibat saat bencana terjadi, tetapi juga termasuk pendampingan pasca bencana.

“Dengan adanya Satgas Bencana BUMN yang sudah sampai ke-34 Provinsi, bahkan sudah ke level Kabupaten, mudah-mudahan sekarang dimana pun ada bencana BUMN dapat turun langsung, tidak menunggu 1 hari, bahkan saat hari H peristiwa itu langsung turun, seperti kemarin kejadian saat ada gempa di daerah Banten itu langsung Satgas kita turun memberikan makanan,itu adalah langkah pertama yang dilakukan. Dan seperti biasa juga biasanya pasca bencana BUMN akan mendampingi mereka, jadi ini adalah langkah-langkah yang dibuat oleh kawan-kawan Satgas bencana dan diharapkan ini dapat membantu negara sebelum yang lain turun, BUMN dapat hadir di sana,” pungkasnya. [BUMN]

See also  ITB Bandung Jadi Pelopor Perguruan Tinggi Tangguh Bencana

Leave a Reply

Your email address will not be published.