Tjiandra Widjaja : Meski Minoritas, Kita Harus Ambil Peran

Waingapu,chronosdaily.com – Sidang Raya XVII PGI di Waingapu yang memasuki hari ke empat akan diisi kegiatan pemaparan hasil kerja PGI di bidang umum selama periode 2014-2019. Setelah itu di siang hari peserta akan dibagi dalam tujuh kelompok, yang masing-masing kelompok akan membahas tema-tema yang telah ditentukan. Salah satunya adalah tema ekonomi yang disampaikan oleh Tjiandra Widjaja. Dalam perbincangan santai bersama chronosdaily, ia menyampaikan bahwa materi yang dibawakan seputar bagaimana gereja dapat mengelola ekonomi dengan melibatkan jemaatnya.

“Bersama teman-teman, kami memiliki program Pusat Pelatihan Misi Terpadu (PPMT). Program ini meningkatkan kualitas hamba-hamba Tuhan di pedesaan dan pedalaman, agar menjadi pemimpin rohani dan pemimpin masyarakat dengan karakter yang kuat, berintegritas dan memiliki kualitas dalam menjalankan tugas-tugas penggembalaan umat,”katanya.

Tjiandra menambahkan hamba-hamba Tuhan yang telah dilatih harus punya jiwa MILITAN. “Militan itu akronim dari Melayanl, meLatih dan mensejah TerakAN, karena tidak hanya pertumbuhan rohani dan pembentukan karakter, tapi juga ketrampilan pertanian/ peternakan dan kewirausahaan yang terpadu. Pokoknya holistik. Pelatihan selama 50 hari ini- dan belakangan direvisi jadi 30-an hari, adalah misi panggilan Amanat Agung Tuhan Yesus (Mat 28:19-20), sekaligus Mandat Budaya (Kej 2:15),” ujarnya.

See also  Presiden Jokowi Tinjau Penataan Puncak Waringin dan Fasilitas Pendukung Pariwisata Labuan Bajo

Peran inilah yang harus dilakukan gereja, ujarnya. “Menciptakan sumber-sumber pendapatan ekonomi umat lalu bekerjasama dengan pemerintah dan swasta untuk membuka pasar sehingga produk-produk yang dihasilkan dapat tersalurkan. Ini semua peran yang harus kita lakukan. Meski minoritas kita bisa membuat langkah itu. Menjaln relai dengan banya pihak dilakukan para pemimpin gereja khususnya di PGI sehingga membuka peluang pemberdayaan bagi jemaat secara luas,”tandasnya.

Tjiandra Widjaja yang adalah utusan dari Gereja Kristus Yesus (GKY) juga menyampaikan, program yang dilakukan telah melakukan pemberdayaan dengan sejumlah lembaga dan gereja. “Hingga kini, gereja saya di mana saya berjemaat, yaitu GKY dalam melaksanakan program ini telah bekerjasama dengan 80 lembaga, baik yayasan-yayasan maupun sinode, antara lain : GKI, GKE, GMIT, GK, GKPI, GBKP, Sinode Am Sulutteng, GKII, Sinode Kalam Kudus, Kelompok PGTI (Persekutuan Gereja Tionghoa Indonesia), Sinode GKS, GKI Tanah Papua dan lain sebagainya,” katanya.

Dalam pemaparan bidang ekonomi, Tjiandra akan menyampaikan materi itu sehingga pemimpin gereja dalam hal ini PGI dapat mendorong anggotanya untuk lebih berperan meningkatkan ekonomi umatnya. (ars)

See also  Sistem "Bersatu Lawan Covid" Percepat Alur Pelaporan Data

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *