Tantangannya Industri Sawit Tidak Sedikit, Kalangan Muda Perlu Terlibat Nyata

Bogor, chronosdaily.com – Para stakeholder perkebunan dan industri kelapa sawit diminta melibatkan kalangan muda, untuk bersinergi mengembangkan industri kelapa sawit. Selain untuk pengembangan, kalangan muda juga sangat potensial untuk mengurai berbagai tantangan dan problematika persawitan Indonesia.

Hal itu terungkap dalam Lokakarya Dan Meeting Gathering 2019, bertema Satukan Langkah Untuk Sawit Indonesia, yang dilakukan oleh Jaringan Indonesia Muda (JIM).

Ketua Umum Jaringan Indonesia Muda (JIM) Arsyad Prayogi mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan memberikan edukasi dan pengetahuan tentang Sawit Indonesia bagi kalangan muda. Kegiatan berlangsung di Bogor, Jawa Barat, pada 20 November 2019 hingga 22 November 2019.

Arsyad Prayogi menuturkan, Indonesia menghadapi kondisi dan tantangan industri minyak kelapa sawit. Minyak sawit sebagai bahan serba guna, yang bisa ditemukan dalam makanan ringan, kosmetik, pembersih rumah tangga, hingga produk perawatan tubuh.

“Kelapa Sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati tertinggi. Menghasilkan lebih banyak minyak per hektarnya dibandingkan dengan bunga matahari, kedelai dan kacang tanah,” ujar Arsyad Prayogi dalam pemaparannya, Jumat (22/11/2019).

See also  Jika Tak Akomodir Perjuangan Buruh, Selain Aksi Unjuk Rasa Juga Judicial Review

Namun, dia menegaskan, dalam beberapa dekade terahir ini, protes dan suara miring yang disampaikan masyarakat melalui media massa dan interaksi sosial tidak dapat diaggap sebelah mata.

Perkebunan Kelapa Sawit disebut sebagai faktor terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), penggundulan hutan, hilangnya habitat dan ancaman kepunahan berbagai spesies, persoalan kabut asap, perubahan iklim, perambahan hutan dan pengambilalihan lahan milik masyarakat.

“Maka dari itu, peranan anak muda sangatlah penting dalam menjawab persoalan dan tantangan yang dihadapi industry kelapa sawit. Melalui media sosial, kiya bisa bergerak mengkampanyekan narasi positif tentang sawit berkelanjutan,” ujar Arsyad Prayogi.

Sawit Harus Disyukuri, Jangan Malah Dimusuhi

Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil sawit terbesar di dunia. Total produksinya mencapai 45 persen dari total produksi dunia.

Mantan Pimpinan Redaksi Majalah Tempo, Wahyu Muryadi mengatakan, dari pandangan media massa, posisi Indonesia sangat membanggakan di dunia perkelapasawitan.

Namun, ternyata sebagai negeri penghasil sawit terbesar di dunia, tidak menjamin Indonesia dengan mudah menjual produk Crude Palm Oil (CPO)-nya ke berbagai negara, terutama ke pasar Uni Eropa.

See also  BPJS Ketenagakerjaan Mesti Jamin Seluruh Buruh Di Masa Pandemi Covid-19

“Banyak tuduhan yang dialamatkan kepada Indonesia. Ada semacam kampanye negative, kampanye hitam yang menyebut proses pertanian kelapa sawit Indonesia sarat dengan persoalan,” tutur Wahyu Muryadi.

Seperti, sebagai faktor terjadinya kebakaran, penggundulan hutan, hilangnya habitat, ancaman kepunahan spesies, masalah kabut asap, perubahan iklim, perambahan dan pengambilalihan lahan milik masyarakat adat.

Hal itu ditegaskan Wahyu Muryadi, saat menjadi pembicara dalam Lokakarya Dan Meeting Gathering 2019, bertema Satukan Langkah Untuk Sawit Indonesia, yang digelar oleh Jaringan Indonesia Muda (JIM). Kegiatan ini dimaksudkan memberikan edukasi dan pengetahuan tentang Sawit Indonesia bagi kalangan muda. Kegiatan berlangsung di Bogor, Jawa Barat, pada 20 November 2019 hingga 22 November 2019.

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan anak muda ini, Wahyu menyampaikan, tuduhan-tuduhan negatif dan kampanye hitam terhadap sait Indonesia mesti diluruskan.

“Tuduhan-tuduhan negatif dan kampanye hitam terhadap sawit Indonesia yang dilakukan NGO dan media massa, wartawan media harus menginvestigasi kebenarannya. Jangan menerima mentah-mentah informasi yang diterima,” tantangnya.

Dengan berperan secara obyektif, katanya, media akan sangat membantu Indonesia meningkatkan perkelapawasitannya.

See also  Terminal Baru Bandara Sam Ratulangi Manado, Perpaduan Konsep Tradisional dan Modern

“Hal ini menjadi tantangan bagi media di Indonesia. Sampaikan yang baik dan pandangan positif tentang sawit Indonesia. Keberadaannya adalah anugrah dari TUhan. Berkah sawit harus disyukuri, bukan dimusuhi,” pungkas Wahyu Muryadi. [Jon]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Website Protected by Spam Master