Tanpa Anies Baswedan, Presiden Jokowi ‘Blusukan’ ke Waduk Pluit

Jakarta, chronosdaily.com – Presiden Joko Widodo secara mendadak melakukansidak ke Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat (3/10). “Presiden tentunya ingin memastikan Waduk Pluit yang berfungsi sebagai tampungan sementara (polder) yang masuk dari Kali Cideng (termasuk Kali Pakin dan Kali Jelangkeng), anak Kali Ciliwung (Kali Besar) dan saluran drainase sekitarnya dapat beroperasi dengan normal,” ucap Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, seperti yang dirilis oleh Biro Pers Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden.

Basuki Hadimuljono mengatakan sidak Presiden tersebut merupakan langkah yang tepat. “Presiden Jokowi ingin memastikan Waduk Pluit beroperasi normal. Waduk Pluit yang dilengkapi dengan pompa dengan fungsi utamanya pada saat kondisi banjir dan pasang air laut (rob), di mana air akan dipompa dari Waduk Pluit ke laut.” Basuki juga mengatakan bahwa tampungan Waduk Pluit adalah 3,29 juta m3 yang dilengkapi dengan 3 rumah pompa berkapasitas total 49 m3/detik. “Daerah yang dilayani Waduk Pluit seluas 2.080 hektare, termasuk di dalamnya pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan (Monas, Pasar Baru, Mangga Dua, Duri, Kota, dll). Waduk Pluit menjadi bagian sistem tata air pada kawasan sekitar Istana,” jelas Basuki.

See also  Usai Dilantik, Pidato Jokowi Belum Beri Kepastian Hukum Bagi Masyarakat Bahari

chronosdaily

Pengoperasian Waduk Pluit, menurut rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, berada di bawah tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta. Waduk Pluit selesai dibangun pada 1973, sedangkan pompanya mulai dibangun pada 1978 dan selesai pada 1984. Adapun rehabilitasi terakhir selesai dilaksanakan pada 2014. Ketidaksertaan Gubernur DKI Jakarta mendampingi Jokowi, mungkin dikarenakan kunjungan dilakukan mendadak ditengah padatnya kegiatan Presiden. [Jerimia R Vegas]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *