Sinergi Nawa Cita Indonesia Hadir untuk Dukung Program Pemerintah Membangun Ekonomi Nasional

Jakarta, chronosdaily – Bersamaan dengan syukuran hari jadi yang ke 57, Ketua Umum SNCI Sinergi Nawacita Indonesia Dr. RM Suryo Atmanto, MBA, MRE., menggelar silaturakhmi dan konsolidasi bersama tokoh-tokoh masyarakat. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 300 undangan ini memadati ruangan Nawacita Center di bilangan Kelapa Dua, Jakarta Barat. Sabtu (29/2/20).

Dalam sambutannya, Suryo Atmanto menyampaikan bahwa program Nawacita yang digagas oleh Presiden Joko Widodo, akan cepat mengangkat pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kalau dulu hanya Nawacita saja, sekarang Sinerji Nawacita Indonesia, bersinergi dengan berbagai kalangan baik swasta, pemerintah, kementerian juga para pakar dan akademisi agar 9 program dalam Nawacita tidak hanya dalam tatanan diskusi saja, tapi dapat terimplementasi dengan maksimal.”

Dalam paparannya, dikisahkan filosofi dasar dari Nawacita itu sendiri dengan didukung dengan sumber kekayaan alam yang melimpah dan diharapkan bisa menciptakan masyarakat yang sejahtera. “Nawa itu artinya 9. Cita-cita Pak Jokowi itu membangun Indonesia bisa membawa masyarakat, bangsa Indonesia menuju keberhasilannya lewat 9 program. Sehingga Indonesia sukses, jaya dan berhasil. Karena potensinya luar biasa tetapi kita ini masih di bawah standar sehingga harusnya notabene kalau semua potensi alam yang ada didalamnya itu sudah menunjukkan kekayaannya tinggal dikerjakan. Supaya menjadi nyata dan masyarakat jadi kaya raya,” paparnya.

“Dan Nawa yang kedua itu adalah suara hati. Lubuk hati yang paling dalam. Arti kata Nawa pertama itu sembilan, arti Nawa yang kedua itu lubuk hati yang paling dalam. Kalau lubuk hati yang paling dalam, itu pasti hatinya mulia, lurus, jujur, dan bersih. Ibarat itu wangsit yang ada di dalam hati. Firman Allah atau sabda Tuhan ada di dalam hati. Nah kita harus kerjakan dengan Nawanya itu, tanpa ada setting pikiran agenda,”

See also  Paulus Waterpauw : Labelisasi Teroris untuk Kelompok Tertentu, Bukan Semua OAP

Suryo Atmanto mengatakan, agenda tersebut dilakukan setahun sekali, yang dilaksanakan tepatnya pada bulan Januari. Namun sebab banyak kesibukan maka baru bisa dilakukan pada Februari ini. “Tema kami ini adalah membantu Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Wakil Presiden Kyai H. Ma’ruf Amin untuk bisa segera mengimplementasikan program Nawacita menuju 2024. Lalu dilanjutkan menuju 2045,” kata Suryo, Sabtu

Tampak juga hadir diantara tamu undangan Bibit Samad Rianto mantan wakil ketua KPK yang sekarang menjadi Ketua Umum GMPK dan Ketua Satgas Dana Desa. Direktur E-Government dari KemKominfo Bambang Dwi Anggono S.Sos, M.Eng, CEH, dan Oetoyo Oesman, SH

Nawacita, sejak digulirkan oleh presiden Joko Widodo, sangat lekat dengan sosok Suryo Atmanto yang dikenal sebagai pekerja keras. SNCI memang hadir untuk mendukung program pemerintah untuk turut membangun ekonomi nasional, khususnya pembangunan energi terbarukan.

chronosdaily
go

Suryo Atmanto juga melantik sejumlah pengurus organisasi. “Oleh karena itu di acara ini, saya akan melantik struktur organisasi Sinergi Nawacita Indonesia itu. Saya pertajam dan perbanyak. Perbanyak itu bukan gemuk-gemukan. Ada yang sudah menjabat tapi sudah selesai masanya bahkan cuma ada 1 atau 2 tahun. Jadi saya men-develop lagi supaya mudah-mudahan dengan Bapak/Ibu atau Saudara yang akan saya panggil ke depan ini bisa membantu saya sama-sama mewujudkan impian Bapak Presiden lewat 9 program Nawacita. Karena ini sakral, penting. Nah ini harus segera terimplementasi,” paparnya.

See also  Leap Sebagai Komitmen Percepat Transformasi Digital Indonesia

SNCI selama ini terdiri dari tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang dan lintas agama, cendekiawan, purnawirawan serta pengusaha. Dan hal menarik dalam silaturahmi dan konsolidasi kemarin adalah kepedulian SNCI terhadap generasi muda.

Sejumlah tokoh menjadi bagian dari struktur organisasi SNCI, yakni : Dewan Kehormatan, diantaranya: Letjen TNI AD Joni Supriyanto (Kasum TNI), Mayjen TNI AD Dedi Iswanto, SE. SH (DanPusPOM TNI), Ir. Jend Pol. Drs. Arman Depari (Direktur Penindakan BNN), Ir. Jend Pol. Drs. Puji Sarwono (Direktur Hukum BNN),  Mayjend. Pol (Purn) Sidarto Danusubroto (Dewan Pertimbangan Presiden), Laksdya TNI (Purn) Achmad Taufiqoerrochman, M.Se (eks Wakasal/Kepala Bakamla), Komjen Pol. Drs Agung Budi, M.Si (Kabaintelkam Mabes POLRI). Setia Untung Arimuladi, SH, S.Hum (Kepala Badan Diklat Kejaksaan), Letjen TNI AD Dodik Wijanarko, SH (Inspektur Jenderal Mabes TNI)

Selanjutnya, Dewan Pakar, seperti, Prof. Dr. Drs. Emil Salim, MA, kemudian Oetojo Oesman, SH, diikuti John Irawan, Dipl-Ing, Omar Halim, Deibel Effendy, dan Eduard Napitupulu dari PIKA (Pengawal Indonesia Kerja) sebagai Ketua Lemhades Nawacita. Sementara itu, duduk sebagai Ketua SNCI, seperti, Prof. DR Keri Lestari, S.Si, M.Si. Apt (Guru Besar UNPAD), Drs. Asep Syaripuddin (Ketum HIPKI, HPN Jabar), Leo RT Panjaitan, SH, MH (Ketum PIKA-Pengawal Indonesia Kerja), Imam Subowo (Mantan Direktur Bulog). Ada juga Wong Sulaiman yang merupakan Ketua SNCI China, Willy Laude (Jubir LN SNCI), dan Royal Purba (Jubir Dalam Negeri).

See also  Ranperda Zonasi Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil Kalimantan Timur Ditolak

Menurut Suryo Atmanto, orang-orang yang dilantik merupakan sebagai pelengkap dalam rangka penguatan struktur organisasi. “Yang belum kuat kita kuatkan lagi karena anggotanya banyak sekali. Karena organisasi di bawah Nawacita itu 44. Kalau dihitung orangnya 8 juta lebih,” katanya.

“Tokoh-tokoh yang ada di SNCI profesor, doktor, dengan cemerlang ide-idenya. Nah untuk hari ini kita agak ngebut. Karena Presiden Jokowi itu hanya sampai 2024. Jadi mengantarkan ke pintu gerbang keemasan Indonesia 2045. Jadi 2024 itu landasan sudah selesai tinggal take off (tinggal landas) sehingga siapapun yang menjabat nanti dengan mudah untuk melanjutkan sampai 2045 yah sampai selama-lamanya. 2045, Indonesia itu harus sudah menjadi 5 besar dunia dengan pertumbuhan ekonomi yang terhebat,” ungkapnya.

Baginya, suatu kehormatan diterima di SNCI. Sebagai orang baru, ia tentu begitu paham apa yang harus dilakukan dan harus kemana melangkah. “Saya yakin kita bisa bersama-sama melaksanakan tanggungjawab,” ujarnya. Selain Arman Depari, Nampak di barisan undangan pegiat anti-Narkoba Jefri Tambayong selaku Ketua Umum FOKAN (Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti-Narkoba) dan Ketua FOKAN Jawa Timur Zaenab Zuraidah Latif, SE yang juga dilantik sebagai perwakilan dan Ketua DPW SNCI Madura di Bangkalan, Jawa Timur. [Uya Pinta]

Leave a Reply

Your email address will not be published.