Sikap MPH-PGI Terkait Pelonggaran PSBB dan Penyelenggaraan Ibadah

Jakarta, chronosdaily.com – Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) telah mencermati dengan serius perkembangan penanggulangan pandemi Covid-19 serta wacana pelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang berkembang belakangan ini. Berdasarkan amatan itu dan bertolak dari semangat untuk terus menggelorakan panggilan iman untuk membela dan merawat kehidupan, MPH-PGI telah mengeluarkan pernyataan sikap.

Dalam pernyataan sikapnya disebutkan, PGI memahami bahwa wacana “normal baru” bukanlah indikasi telah amannya masyarakat dari sebaran Covid-19, melainkan suatu kondisi di mana sebaran Covid-19 telah dapat dikendalikan, kurva pandemi Covid-19 telah menurun dan melandai, dan masyarakat bisa beradaptasi terhadap situasi dimaksud. Berdasarkan pemahaman itu, PGI berpendapat belum saatnya kita memasuki situasi “normal baru” sebagaimana diperlihatkan oleh kurva pandemi Covid-19 yang masih fluktuatif.

Selain itu, berdasarkan perkembangan situasi dimaksud, PGI berpendapat bahwa ibadah jemaat bisa dilangsungkan dengan berbagai pembatasan ketat hanya pada daerah-daerah yang telah mengalami penurunan secara konstan kurva pandemi Covid-19, dan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai zona aman berdasarkan indikator-indikator yang sudah dibuat. Untuk mengetahui pergerakan kurva pandemi Covid-19 dan status zonasi wilayah, setiap Sinode Gereja dan jemaat anggota perlu mengakses informasi yang akurat dan berkordinasi dengan pemerintah (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) dan otoritas kesehatan setempat. Sangatlah berisiko bila peribadahan dalam bentuk kerumunan umat tetap diselenggarakan pada daerah di mana penyebaran covid-19 belum terkendalikan serta kurvanya belum turun dan melandai.

See also  Fokus Atasi Pandemi, VIU Dorong Presiden Tunda Pemindahan Ibu Kota Negara

Salinan selengkapnya pernyataan sikap MPH-PGI tersebut, sebagai berikut :

Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) telah mencermati dengan serius perkembangan penanggulangan pandemi Covid-19 serta wacana pelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang berkembang belakangan ini. Berdasarkan amatan itu dan bertolak dari semangat untuk terus menggelorakan panggilan iman untuk membela dan merawat kehidupan, MPH-PGI menyatakan sikap sebagai berikut;
1. PGI secara konsisten terlibat dalam berbagai upaya penanggulangan dampak pandemi Covid19, baik yang menyangkut aspek kesehatan publik, aspek keagamaan, aspek pendidikan, aspek sosio-ekonomi, maupun kondisi kesehatan jiwa masyarakat terdampak.
2. PGI memahami bahwa wacana “normal baru” bukanlah indikasi telah amannya masyarakat dari sebaran Covid-19, melainkan suatu kondisi di mana sebaran Covid-19 telah dapat dikendalikan, kurva pandemi Covid-19 telah menurun dan melandai, dan masyarakat bisa beradaptasi terhadap situasi dimaksud. Berdasarkan pemahaman itu, PGI berpendapat belum saatnya kita memasuki situasi “normal baru” sebagaimana diperlihatkan oleh kurva pandemi Covid-19 yang masih fluktuatif.
3. Saat ini pemerintah mewacanakan kesempatan bagi masyarakat untuk memulai sejumlah aktivitas yang dituntun dengan protokol ketat pengamanan diri maupun kelompok. Sekalipun demikian, kesempatan yang diberikan tidak dimaksudkan untuk diberlakukan secara sama dan merata di semua wilayah. Hanya wilayah dengan kategori “zona hijau” yang dimungkinkan bagi pelonggaran PSBB, dengan tetap memenuhi sejumlah ketentuan dan indikator verifikatif. 4. Berdasarkan perkembangan situasi dimaksud, PGI berpendapat bahwa ibadah jemaat bisa dilangsungkan dengan berbagai pembatasan ketat hanya pada daerah-daerah yang telah mengalami penurunan secara konstan kurva pandemi Covid-19, dan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai zona aman berdasarkan indikator-indikator yang sudah dibuat.

See also  Jaga Momentum Pemulihan, Presiden Dorong Masyarakat Segera Divaksin Penguat

Untuk mengetahui pergerakan kurva pandemi Covid-19 dan status zonasi wilayah, setiap Sinode Gereja dan jemaat anggota perlu mengakses informasi yang akurat dan berkordinasi dengan pemerintah (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) dan otoritas kesehatan setempat.

Sangatlah berisiko bila peribadahan dalam bentuk kerumunan umat tetap diselenggarakan pada daerah di mana penyebaran covid-19 belum terkendalikan serta kurvanya belum turun dan melandai.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan PGI, sambil tetap berharap dan mendoakan agar Allah menuntun kita melewati bencana nasional ini dengan saling bertolong-tolongan.

 

 

Jakarta, 30 Mei 2020
a.n. Majelis Pekerja Harian PGI

 

Pdt. Gomar Gultom                                                   Pdt. Jacklevyn F. Manuputty
Ketua Umum                                                          Sekretaris Umum

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *