Sejarah Kerajaan Kutai Mulawarman Penopang Kuat Ibukota Pindah ke Kaltim

Kutai Kartanegara, chronosdaily.com – Usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur di 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Penajem Paser Utara. Sejarah Kutai Kartanegara bermula dari kerajaan sebelum kemudian bergabung menjadi bagian dari NKRI. Pada abad 4 Masehi di Kalimantan Timur berdiri pemerintahan monarki yang seringkali disebut-sebut sebagai kerajaan tertua di Nusantara, berdasarkan prasasti dan bukti-bukti sejarah yang ditemukan, yakni berdirinya Kerajaan Kutai Martadipura. Kerajaan Hindu ini terletak di sebelah kiri hulu Sungai Mahakam atau di seberang Muara Kaman sekarang. Raja pertamanya bernama Kudungga.
Disela Kesibukan sebagai Sebagai pemegang Hak Hukum Adat Kerajaan Tertua Nusantara Duli Yang Maha Mulia Sripaduka Baginda Berdaulat Agung Maharaja Kutai Mulawarman H.R.M. Prof. Dr. Hc. M.S.P.A. Iansyahrechza, FW. Ph. D. menyatakan menyambut baik tentang pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, khususnya ke Kabupaten Penajem Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Melalui Lembaga Adat Kerajaan Kutai Mulawarman, baik di Kutai Kartanegara dan Kutai Timur, Maharaja Kutai Mulawarman telah menitahkan kepada Kepala-kepala Adat di Seluruh Wilayah Adat Kutai agar menyambut baik kepindahan ibukota NKRI .
Adanya distorsi budaya, Maharaja Kutai Mulawarman merasa tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. “Kutai Kartanegara memiliki Sejarah penting. Kutai Mulwarman adalah Negara Kerajaan Pertama di Nsantara dan juga ada Kesultanan Kutai Kartanegara. Ada tiga kegiatan budaya dilingkar istana dan keraton yaitu CERAU sebagai mewakili budaya dan adat Kutai Mulawarman di Muara Kaman dan ERAU menwakili budaya dan adat Kesultanan Kutai Kartanegara di Tenggarong, Budaya pesisir pantai didominasi budaya Melayu/Islam dan budaya pedalaman dikuasai oleh Suku Dayak. Dua budaya dan adat ini sampai sekarang terpelihara dengan baik”.
Kabupaten Kutai Kartanegara, seperti yang dijelaskan oleh Maharaja Kutai Mulawarman, merupakan kelanjutan dari Kabupaten Kutai sebelum terjadi pemekaran wilayah pada tahun 1999. Wilayah Kabupaten Kutai sendiri, termasuk Balikpapan, Bontang dan Samarinda, sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.
“Dalam Sidang Khusus DPRD Daerah Istimewa Kutai pada tanggal 21 Januari 1960, Sultan Kutai Kartanegara A.M. Parikesit secara resmi menyerahkan kekuasaan kepada Aji Raden Padmo selaku Bupati Kutai, Kapten Soedjono selaku Walikota Samarinda dan A.R.S. Muhammad selaku walikota Balikpapan.” Dalam penjelasan selanjutnya, “Untuk membedakan Kabupaten Kutai sebagai daerah hasil pemekaran, nama kabupaten ini akhirnya diganti menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2002 tentang Perubahan Nama Kabupaten Kutai Menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara¬Ě”.
Sebutan Kabupaten Kutai Kartanegara ini merupakan usulan dari Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika membuka Munas I Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Tenggarong pada tahun 2000.
Maharaja Kutai Mulawarman memahami apabila masih ada sikap pro dan kontra terhadap kebijakan pemerintah ketika memutuskan pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur. “Kalau ditinjau dari sejarah dan kekuatan budaya, sudah waktunya NKRI kembali ke masa kejayaan Nusantara dan masyarakat adat Kerajaan Kutai Mulawarman mendukung keputusan pemindahan ibukota,” tutup Maharaja Kutai Mulawarman. [Jerimia Vegas]

Leave a Reply

Your email address will not be published.