Rumah Nawacita Bentuk Satgas ‘Lapor BUMN’, Masyarakat Bisa Sampaikan Informasi Penyimpangan BUMN

chronosdaily
go

Jakarta, chronosdaily.com – Rumah Nawacita mendukung langkah konkret pembenahan dan reformasi tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah komando Menteri BUMN, Erick Thohir. Rumah Nawacita pun membuka keran informasi pengaduan dugaan penyimpangan BUMN yang merugikan negara dan masyarakat. Periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi diharapkan bisa membenahi BUMN yang kerap dicitrakan masih berlumuran korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“Sebagai respon dan apresiasi kita terhadap tanda-tanda awal perbaikan tata kelola BUMN yang dilakukan Menteri Erick Thohir, maka kita membuka layanan pengaduan yang kita beri nama ‘Lapor BUMN’. Ini bentuk dukungan awal kita untuk Kementerian BUMN. Masyarakat dan siapa saja boleh berpartisipasi dalam memberikan informasi berkaitan dengan pengelolaan BUMN. Pembentukan satgas ‘Lapor BUMN’ ini sekaligus untuk merayakan peringatan Hari Antikorupsi Internasional yang jatuh pada hari ini 9 Desember,” kata Founder Rumah Nawacita, Raya Desmawanto, M.Si kepada media, Senin (9/12/2019).

Raya menegaskan, layanan pengaduan ‘Lapor BUMN’ adalah kanal informasi taktis dan sederhana untuk menampung pengaduan dan laporan masyarakat maupun whistle blower terkait kinerja dan dugaan penyimpangan BUMN. Rumah Nawacita berkeyakinan informasi penting dan memadai ikhwal persoalan dan penyimpangan BUMN dapat saja dimiliki oleh masyarakat dan harus ditelusuri kebenarannya.

See also  Moneva Penerima ICINC BEKRAF Resmi Sandang Gelar Sarjana di Wisuda UPH 2019

“Rumah Nawacita melalui Satgas ‘Lapor BUMN’ akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap laporan dan pengaduan dari masyarakat terkait BUMN yang dijadikan terlapor. Selanjutnya jika laporan tersebut faktual dan memadai, maka akan langsung ditindaklanjuti kepada Menteri BUMN dan pihak-pihak terkait lainnya. Termasuk juga langkah hukum jika itu sudah masuk unsur pidana,” tegas Raya.

Satgas ‘Lapor BUMN’ ini dipimpin oleh Prof. Dr. Sufian, MS yang diback-up oleh tim hukum yang berpengalaman. Prof Sufian memiliki pengalaman bertugas sebagai komisaris independen salah satu perbankan di Tanah Air dan merupakan mantan rektor universitas.

Menteri BUMN Erick Thohir

Raya menegaskan laporan dan pengaduan publik berkaitan dengan BUMN dapat disampaikan melalui hotline via sms dan WA di nomor 0813 7145 8445/ 0852 7226 4008 atau juga lewat email: laporbumn@gmail.com. Operator akan menghubungi para pelapor untuk dimintai keterangan pelaporan yang lebih lengkap. Identitas dan privacy pelapor akan dilindungi dan dirahasiakan.

Raya menegaskan, pembenahan dan reformasi total BUMN adalah sebuah keniscayaan dan harus dilakukan sungguh-sungguh, bukan seperti ada udang di balik batu atau sekadar pencitraan belaka. “Jangan sampai BUMN terjerat utang, tapi pengelolanya justru bersenang-senang. Atau jangan pula BUMN nyaris ambruk, tapi harta pejabatnya justru makin bertumpuk. Apalagi kalau karyawannya hidup sengsara dan petingginya hidup bermewah-mewah. Ini namanya pengkhianat negara dan harus disikat habis karena meronggong negara dan menimbulkan ketidakadilan sosial,” tegas Raya.

See also  Waspadai Klaster Keluarga Usai Lebaran, 14 Hari Semua Diminta Siaga

Ia menambahkan, pembentukan satgas ‘Lapor BUMN’ ini juga bertujuan untuk menguji apakah reformasi tata kelola BUMN benar-benar dilakukan untuk memperbaiki keadaan BUMN. Rumah Nawacita mengingatkan agar ‘gerakan’ pembenahan BUMN tidak sekadar ‘hangat-hangat tahi ayam’ atau hanya untuk memberangus ‘jaringan lama’ lantas menggantinya dengan ‘jaringan pemain baru’. Jika ini yang terjadi, maka sama saja mempermainkan harapan publik. “Rakyat menagih janji reformasi total BUMN. Bukan sekadar tindakan show off apalagi cuma gerakan ‘hangat-hangat tahi ayam’. BUMN kita jauh tertinggal dibanding Malaysia dulu belajar dengan Indonesia. Hentikan politisasi BUMN, rakyat menagih perbaikan yang nyata,” tegas Raya. [Johan Sopaheluwakan]

chronosdaily

Leave a Reply

Your email address will not be published.