Ratusan Anggota Kesatuan Nelayan Tradisional Tanjung Balai Asahan Datangi Kantor DPRD

Tanjung Balai, chronosdaily.com – Ratusan nelayan yang merupakan anggota Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Tanjung Balai Asahan (KNTI), Sumatera Utara mendatangi kantor DPRD Tanjungbalai. Mereka mengadukan adanya dugaan diskriminasi dan kriminaliasi yang dilakukan aparat penegak hukum di laut terhadap para nelayan tradisional.

Rombongan nelayan diterima sejumlah anggota DPRD Tanjungbalai di Ruang Rapat DPRD. Ketua DPRD Tanjungbalai H Alpian Panjaitan bersama Mas Budi dari Fraksi PKS, bersama Agus Salim alias Gotek serta Neni Kosasih dari Fraksi Golkar dan Surya Darma dari Fraksi PDIP mendengarkan persoalan nelayan.

Salah seorang nelayan, Zainal Arifin menyampaikan, setelah adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah nelayan beberapa waktu lalu, sejumlah oknum aparat hukum di laut kembali melakukan razia kepada para nelayan jaring puput. “Padahal, nelayan yang ada di Tanjungbalai, tidak hanya nelayan jarring puput saja. Bahkan, semalam, Selasa, sekitar pukul 14.00 WIB, kapal puput dilarang masuk, dengan alasan dokumen tidak lengkap. Sementara kapal lainnya, tidak diperiksa. Bahkan kapal trawl dengan gagahnya melintas di depan panton bagan Pelabuhan Asahan, tidak ada diperiksa atau ditahan,” tutur Zainal Arifin, dalam pertemuan yang digelar di kantor DPRD Tanjungbalai, Asahan, Rabu (30/10/2019).

Ismail, perwakilan nelayan lain menyampaikan, oknum keamanan laut Tanjungbalai Asahan mengatakan kepada nelayan agar tidak menggunakan bendera KNTI. “Jika bendera ada berkibar di kapal nelayan, maka akan dirobek atau dikoyak-koyak. Itu kata mereka,” ungkap Ismail.

Ketua KNTI Tanjung Balai Asahan, Muslim Panjaitan mengatakan, organisasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) bukanlah organisasi terlarang. Sehingga, oknum aparat penegak hukum di laut tidak perlu memancing keributan nelayan. “KNTI adalah organisasi resmi. Tidak terlarang. Kami tersinggung dengan ucapan oknum tersebut. Perlu kami sampaikan bahwa KNTI adalah organisasi yang diakui secara nasional dan internasional,” tukas Muslim Panjaitan. [Jon]

chronosdaily

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *