Raja Sejagat Totok Santoso Hadiningrat “Pemilik Pentagon” Akhirnya Tercyduk

Jakarta, chronosdaily.com – Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat akhirnya diamankan aparat kepolisian saat keduanya dalam perjalanan menuju Keraton. Sempat viral, Keraton Agung Sejagat, yang dipimpin oleh Sinuwun Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya Kanjeng Ratu Dyah Gitarja dianggap meresahkan dan dilaporkan ke pihak berwajib. Pasangan suami-isteri ini sudah dibawa ke Mapolres Purworejo untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan direncanakan akan diperiksa lebih intensif.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel di Semarang, Selasa (14/1) mengaku masih mendalami motif di balik berdirinya Keraton Agung Sejagat.  Menurut Kapolda, intelijen dan reserse kriminal umum telah diterjunkan untuk mengumpulkan data-data berkaitan dengan keberadaan Keraton Agung Sejagat.

Menyebut negara-negara di dunia adalah fasal-fasal atau menjadi bagian dari Keraton Agung Sejagat, bahkan mengklaim The Pentagon, gedung Departemen Pertahanan AS di Arlington, Virginia dekat Washington D.C. Pentagon adalah miliknya dan berada dibawah kekuasan Keraton Agung Sejagat, dianggap sangat berlebihan. Menurutnya juga, Keraton Agung Sejagat adalah kekaisaran yang memayungi negara-negara di dunia.

See also  Kebocoran Data Pribadi Denny Siregar, Sejauh Mana Erick Tohir Bersih-bersih BUMN?!"
Dewan Pakar FSKN Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro, SE. MM.

Secara terpisah, Dewan Pakar FSKN (Forum Silaturakhmi Kerajaan/Kesultanan Nusantara) Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro, SE. MM., melihat bahwa apa yang menjadi keresahan masyarakat atas kehadiran Keraton Agung Sejagat tidak perlu disikapi terlalu serius, “Tidak juga harus diamankan seperti itu, mungkin memang ada sisi negatif-nya. Tetapi mari kita lihat juga sisi positifnya. Buktinya banyak masyarakat yang foto selfi di prasasti keratonnya.”

Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro, kepada Chronosdaily, memuji bila masyarakat mulai kritis, tetapi bukan berarti semua yang bisa dikritisi itu selalu negatif. “Menggeruduk keraton yang dianggap meresahkan bukan juga tindakan yang bijak. Hendaknya Polisi ataupun Pemda setempat jangan cepat gegabah menuduh terlalu dini negatif keberadaan komunitas mereka dengan munculnya Keraton-Keratonan, atau apapun istilahnya tanpa maksud melecehkan atau mendiskreditkan.”

“Sekarang kita balik, seberapa besar pemerintah daerah peduli terhadap kebudayaan, dalam hal ini Keraton dan keluarga Keraton? Lalu seenaknya main tangkap tanpa pernah mengayomi mereka. Mengawasi beda dengan mengayomi. Mengawasi teroris itu wajar, apakah mereka sekelas atau selevel dengan teroris hingga harus diawasi dan diamankan?” Masih menurut KP Norman Hadinegoro, “Saya tidak punya kepentingan langsung dengan mereka, tidak juga membabi-buta menyalahkan aparat kepolisian. Cobalah tetap dalam koridor positif thinking.”

See also  Kodim 0913/Penajam Paser Utara Bangun Tugu Bersejarah

Keraton Agung Sejagat disebut meresahkan, ada bukti laporan masyarakat, lalu aparat kepolisian bertindak. “Saya mengapresiasi kerja kepolisian, kita dukunglah. Masyarakat kritis, itu juga baik dan bagus. Disebut pelaku pernah terjerat kasus penipuan, so what? Bukan juga saya mendukung kasus penipuan. Ayolah fungsi mengayomi-nya tetap dikedepankan,” tegas KP Norman Hadinegoro.

chronosdaily

Masih menurut KP Norman Hadinegoro, yang juga Ketua Umum PERNUSA (Perjuangan Rakyat Nusantara), “Mereka berbusana kombinasi Jawa dan Melayu, cukup pantau saja gerak geriknya.  Kalau ada modus-modus penipuan langsung arahkan, beri peringatan dan upaya pencegahan. Jangan dicari-cari kesalahan mereka untuk kemudian ditangkap, ini akan mematikan kreasi mereka. Justru keberadaan mereka untuk jangka menengah dapat dijadikan Pendapatan Asli Daerah. Mereka ini unik dan tidak ada di desa lain. Demikian positif thinking dari saya. Kalau tendensi modus penipuannya meningkat dan diberi kesempatan tetap tidak berubah, wajar saja bila aparat kepolisian bertindak,” tutup Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro. [JRVegas]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *