Punya Talenta Tapi Untuk Menyakiti Hati

Sambil melukis dia tertawa terkekeh menyeringai
Sambil melukis dia luapkan kebencian hati
Dia bikin bibir monyong seperti bibir monkey
Dia bikin kulit nya hitam legam kayak oli
Dia bikin bentuk kepala seperti kepala alien yang tak presisi
Mungkin dia berpikir, pumpung dikasih ruang dia luapkan emosi

Gak kebayang kalo yang dia lukis bapak sendiri
Gak kebayang sedih hati anaknya, melihat bapaknya dihina buruk rupa sekali
Gak kebayang rakyat yang menikmati 5 tahun pembangunan negeri, lalu melihat pemimpinnya dilukis seperti zombi

Saya juga sering, sering, sering menggambar dan melukis, tapi Tak satupun karunia yang saya miliki, saya gunakan untuk menghina orang lain yang saya benci..

Daripada saya pakai untuk mencaci
Sebaiknya tidak saya gunakan sama sekali.
Karena karya adalah tombo ati. bukan malah memupuk penyakit hati.

Berapa banyak doa sedih hati dari sekian juta rakyat yang marah pemimpinnya dilukis seperti mumi.

Kamu berlindung dengan kata ini aliran seni
Tapi setiap expresi seni punya maksud tersembunyi
Apalagi menggambar visulisasi seperti zombi

See also  Emrus Sihombing : ICW Sudah Melampaui Batas Kewajaran

Tak terpikir apa yang kamu bangga telah menyakiti
Bangga.. bangga.. bangga sekali
Wah saya sudah dikenal dan karya saya dikoleksi.

Padahal yang mengoleksi juga orang yg bertahun-tahun sakit jiwa karena dengki. Mereka yang dulu hanya bisa menyerang dengan hoax menggunakan topik etnis dan religi.

Kini mereka mendapat amunisi dari media nasional yang terus kalap melahab dengan cover berisi ejekan dan bully.

Dulu mereka hanya bisa bermimpi dan berimajinasi mendapatkan bahan seperti ini, kini dengan tertawa congkak terealisiasi dan tangan cepat bergerak menyebar dan menebar di tiap grup yang mereka miliki.

Ah sudahlah, cuman bergumam seandainya bapakmu sudah bekerja untuk negeri, lalu dilukis dengan visualisasi menghina sekali.. mungkin kamu sama tak terimanya atau malah menangisi

Kalo saya akan berfikir, Buat apa berkarya kalo hanya untuk menyakiti, Lebih baik tak usah sama sekali…

Pak Jokowi Tak akan marah kok dengan karyamu
Pak Jokowi paling cuman berkata, yaa silahkan saja itu ruang expresi. Karena dia orang yang berhati.

See also  Clara Panggabean : Utang-Piutang Bukan Ranah Pidana

Terlalu banyak cara untuk mensupport pembangunan yang sudah ngebut selama 5 tahun terakhir di negeri ini.

Bukan malah memberi amunisi pada mereka yang tak suka negeri ini maju karena dipimpin seorang yang sering mereka hina dan caci maki.

Selalu ada motif dalam karya, tak lain karena bekerja dan money. Tapi memang diakui karyamu dalam dari hati, dahsyat sekali. hitam gelap tak berjiwa seperti zombie.

Seperti mewakili mata yang melihat hasil 5 tahun ini tapi hati memberontak ingin teriak “guwe benci jokowi”.

Kini pemimpin redaksi memberi ruang expresi, dan kamu langsung semangat berkreasi.

ah Ya sudahlah berkaryalah sesuka hati
doa-doa kami untuk keselamatan mu dan keturunanmu
jangan sampai kena azab buruk rupa seperti gambar hinaanmu sendiri.
(nauzubillah)

Pilihlah sendiri, menanam padi saja kadang masih ada di tumbuhi rumput teki. apalagi menanam benalu pada diri sendiri. Hanya cari penyakit yang akan dipanen kemudian hari.

Penulis & Gambar: @Dhimasjusuf J. Nugroho

See also  Mencari Sosok Wartawan yang Ideal

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *