Polisi Terus Bekingi Penipu Beroperasi Secara Ilegal di Konawe Utara 

Konawe, chronosdaily.com – Sepak terjang institusi Polri di Kowane Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) kian mengecewakan para pencari keadilan.  Soalnya, hingga kini, Polisi mem-bekingi pelaku dugaan mafia penipuan di atas tambang milik orang lain di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bahkan, Polda Sulawesi Tenggara masih terus menerus mempersalahkan warga pemilik tambang yang sah. Seolah Polisi kini menjadi juru bicara dan pembelanya para mafia penipuan tambang itu.

Karena itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didesak agar tidak menjadi banci. Kapolri harus segera turun tangan, untuk mengusut tuntas dan menindak tegas para anak buahnya yang sudah mengangkangi proses-proses hukum di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara itu.

Jonathan, Pengacara Warga yang mengalami dugaan kriminalisasi di Konawe Utara, menyebut, pihaknya sudah berkali-kali melaporkan sepak terjang kepolisian yang sudah melangkahi hukum. 

Dan juga sudah melaporkan ke Divisi Propam Polri mengenai situasi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi kepada masyarakat itu. Namun tidak direspon.

Karena itu, jargon Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali dipertanyakan oleh Masyarakat Pencari Keadilan. “Sangat kasat mata. Begitu telanjangnya perilaku melanggar hukum yang justru dilakukan Polisi sebagai Aparat Penegak Hukum. Tapi tidak ditindak tegas. Di mana Presisi yang menjadi jargon Pak Kapolri itu? Mana? Pak Kapolri jangan menjadi banci dong dalam menindak tegas persoalan ini,” ujar Jonathan, kepada wartawan, Selasa (24/08/2021).

Jonathan mendesak Kapolri Listyo Sigit Prabowo segera menindak tegas Direktur Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Dirkrimum Polda Sultra), Kombes Pol La Ode Aries El F dan komplotannya.

Hal itu dikarenakan, Dirkrimum Polda Sultra Kombes Pol La Ode Aries El F telah sering bertindak bagai preman, dan menyelewengkan tugas dan tanggung jawab sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) di Sulawesi Tenggara.

Aksi premanisme untuk membekingi mafia ala Dirkrimum Polda Sultra Kombes Pol La Ode Aries El F beserta para gerombolannya di Polda Sultra itu telah berlangsung bertahun-tahun.

See also  GAMKI: Kapolri Harus Bebaskan Sudarto!

Bukan sekali dua kali sepak terjang Dirkrimum Polda Sultra, Kombes Pol La Ode Aries dan gerombolannya melakukan aksi premanisme kepada para pemilik tambang di Sultra, termasuk kepada Obong Kusuma Wijaya.

Berbekal kedudukan sebagai Dirkrimum, Kombes Pol La Ode Aries menyalahgunakan Baju Dinas Polisinya untuk mendapatkan uang dengan cara-cara melanggar hukum.

Menurut Jonathan, aksi premanisme Dirkrimum Polda Sultra Kombes Pol La Ode Aries dan kawan-kawannya dialami oleh Obong Kusuma Wijaya.

Jadi, lanjutnya, da proses Penyidikan Lahan atau Izin Usaha Pertambangan (IUP), yang diketahui sebagai milik Obong Kusuma Wijaya.

Di lokasi tambang itu, telah di-police line oleh satuan Polda Sultra. Dan pada saat telah terbit P-21 atau berkas lengkap, police line  di atas lahan tersebut telah dilepaskan tanpa pemberitahuan kepada pihak korban.

“Sedangkan, Si Terpidana dalam kasus itu atas nama Ivy Djaya Susantyo alias Ivy alias Tyo, masih bebas melakukan kegiatan penambangan. Serta melakukan pengiriman ore dari lahan tersebut,” terangnya.

Diduga, kata dia, Dirkrimum Polda Sultra Kombes Pol La Ode Aries memiliki kedekatan khusus dengan Terdakwa atas nama Ivy Djaya Susantyo alias Ivy alias Tyo.

“Dan juga, diduga dia mendapat sejumlah uang dan harta dari Terdakwa, karena telah bersedia menjadi jongos bagi Si Terdakwa,” bebernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *