PGLII Menjadi Tuan Rumah Sidang Raya World Evangelical Alliance

Jakarta, chronosdaily.com – Indonesia yang diwakili oleh PGLII (Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia) akan menjadi tuan rumah sidang raya WEA ini pada  7-13 November 2019 di SICC (Sentul City International Convention Center), Bogor, Jawa Barat.

Situs aeafrica.org menyebutkan bahwa inilah kesempatan momentum bersama tentang apa yang Tuhan sedang lakukan di seluruh dunia dan waktu yang tepat untuk menyusun strategi bagaimana membangkitkan pemimpin-pemimpin Kristen menciptakan murid-murid yang akan berdampak dan mengubah masyarakat.

Deddy A. Madong, SH, MA selaku wakil Ketua Host Committe/ Panitia GA WEA dalam press conference di Gedung Wisma 76 Slipi, Jakarta Barat Kamis (31/10/2019) sore menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama tujuh hari mulai dari tanggal 07-13 November 2019 di SICC (Sentul City Internasional Convention Center) Sentul Bogor Jawa Barat.

Rencananya, menurut Deddy Madong, acara pembukaan oleh presiden RI Ir.Joko Widodo dan dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam Nasional diantaranya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj.yang akan membicarakan mengenai Pancasila dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Situs berita Kristen Warningtime.com, dalam rilisnya menyebutkan bahwa ketua panitia GA WEA 2019 adalah Pdt Dr Anton Tarigan yang juga menjabat sebagai Pimpinan Komisi Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat PGLII. “Helatan ini adalah satu anugerah dari Tuhan bahwa Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia bisa menjadi tuan dan nyonya rumah GA WEA. Tentu ini bukti bahwa negara kita berdasarkan Pancasila dan terjamin kerukunan agama,” tukas Deddy yang juga dikenal Advokat senior ini.

chronosdaily

Sementara Sekretaris Umum PGLII Pdt Tommy Lengkong, MTh menyatakan  even GA WEA 2019 adalah perhelatan aliansi Gereja-gereja dan Lembaga Injili di negara-negara dunia Internasional. “Ada 131 negara pengurus gereja-gereja Injili dan sudah komfirmasi delegasi dari 83 negara akan hadir. GA WEA dilaksanakan setiap enam tahun sekali  dan kali ini PGLII mendapat kehormatan dan dipercaya menjadi tuan dan nyonya rumah,” ujarnya.

Masih menurut rilis Warningtime.com. Ditambahkan Jacob Oktavianus bahwa Sidang Raya WEA membahas tiga materi utama yang menjadi concern gereja saat ini yaitu globalisasi, gender dan generasi. “Globalisasi terkait dengan dunia keseluruhan bahwa bukan hanya Eropa yang Kristen tapi seluruh dunia. Sedangkan gender disini terkait memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan di dalam gereja. Adapun generasi terkait mempersiapkan pemuda untuk memegang tongkat estapet gereja,” beber putra Ketua Umum PGLII (PII) pertama,  Pdt Dr Petrus Oktavianus. [aeafrica.org, warningtime.com]

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *