PGI Menyampaikan Keprihatinan Mendalam atas Bencana Alam di NTT

Jakarta, chronosdaily.com – Masyarakat Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Minggu (4/4) pukul 01.00 WITA, dikejutkan oleh banjir bandang yang disebut sebagai banjir terbesar dari sisi korban Jiwa.

Data yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Senin (5/4/2021) bencana yang pertama terjadi pada 3 November 2010. Terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, banjir ini mengakibatkan 31 orang meninggal dunia.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengeluarkan pernyataan keprihatinan dan dukungan doa kepada seluruh warga gereja atas bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berikut pernyataan lengkap yang ditandatangani Humas PGI Philip Situmorang:

Dukungan Doa dan Daya untuk Membantu Korban Bencana di NTT Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur pada Minggu (4/4).

Bencana alam, seperti angin kencang, longsor dan banjir yang terjadi telah memporak-porandakan ratusan rumah warga, merusak fasilitas umum termasuk rumah sakit, jembatan dan bendungan hingga menelan korban jiwa, korban luka-luka serta warga yang mengungsi.

See also  Jaksa Usut Kasus Korupsi Kakap, Kok Malah Masa Pensiunnya Dipercepat, Jampidsus M Adi Toegarisman "Diamputasi"

PGI mengungkapkan belarasa terhadap keluarga-keluarga yang terdampak, serta duka mendalam atas korban jiwa dan ribuan warga yang mengungsi. PGI terus mencermati perkembangan situasi terkini dan mendukung dalam doa kerja Tim Reaksi Cepat untuk mencari korban yang masih belum diketemukan di wilayah-wilayah terdampak.

Guna menyikapi bencana ini, MPH-PGI menyampaikan beberapa imbauan;
1. Agar gereja-gereja membawakan dalam doa dan membantu para korban sebagai wujud kepedulian bagi sesama;
2. Secara khusus PGI mendorong gereja-gereja di Indonesia untuk mendukukung upaya tanggap darurat bersama gereja-gereja di NTT (GMIT dan GKS). Dukungan tenaga relawan terlatih maupun dukungan bantuan darurat bagi para korban, kelompok rentan dan para pengungsi;
3. MPH-PGI meminta perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya BNPB, untuk meningkatkan bantuan pagi warga terdampak, serta secepatnya merekonstruksi kerusakan-kerusakan yang terjadi;
4. Mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena alam yang anomali, sambil terus memperhatikan informasi dari BMKG dan pihak terkait sehingga bisa
berjaga-jaga.

Jakarta, 5 April 2021
Humas PGI
Philip Situmoran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *