PGI Harus Jadi Mitra Kritis Pemerintah

Waingapu, chronosdaily.com-MPH PGI periode 2019-2024 dalam tugasnya, khususnya mengimplementasikan Dokumen Keesaan Gereja (DKG) dalam kehidupan gereja di Indonesia dapat mengambil posisi sebagai mitra strategi/sinergi tapi juga mitra kritis bagi pemerintah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Thomas Penturi, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam sambutan di penutupan Sidang Raya XVII PGI, di Gedung Pdt. Hapu Mbay, Waingapu, Rabu (13/11).

Thomas menambahkan, tantangan baru bagi PGI dalam kehidupan bergereja yaitu bagaimana menempatkan perspektif regulatif, yaitu menjadi perspektif baru bagi PGI, yaitu pemikiran-pemikiran terkait dengan regulasi yang mengatur kehidupan umat di Indonesia. “PGI tidak sebatas sebagai pemadam kebakaran saja dari proses yang terjadi di lingkungan, tapi PGI harus mengambil peran yang sama untuk memberi masukan-masukan penting untuk pengembangan regulasi tata gereja, dan kehidupan gereja. Dan itu harus diambil. Juga di tengah-tengah perubahan masyarakat yang begitu cepat,” jelasnya.

PGI, lanjut Thomas, diharapkan terus memberi masukan dan kritik-kritik penting bagi pemerintah bahwa kehidupan agama bisa terus dijaga dan dibangun.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali mewakili pemerintah daerah, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh PGI atas terselenggaranya sidang raya ini. “Merupakan kebanggaan bagi warga masyarakat, gereja dan pemerintah daerah atas kepercayaan ini. Atas kepercayaan ini, atas kedatangan dari berbagai peserta seluruh Indonesia, untuk itu kami ucapkan terima kasih,” katanya.

Ketua Umum PGI periode 2014-2019 Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang menyampaikan terima kepada pemerintah dari empat kabupaten, para perwakilan gereja dan para undangan luar negeri yang masih hadir hingga keramahan masyarakat Sumba dan khususnya di Sumba Timur ini.

“Terima kasih atas keramahan dan pelayanannya selama sidang raya ini berjalan. Bahkan kebersihan dan makanan yang selalu bersih dan ada bagi kita semua. Bagi pengurus MPH, MP, BPP, terutama bagi saudaraku Pdt. Gomar Gultom dan Pdt. Jacky Manuputty selamat mengarungi kerja bersama-sama dalam Kristus,” katanya.

Sebagai ungkapan terima kasih PGI memberikan cinderamata kepada anggota Sinode GKS, Wakil Bupati Sumba Timur dan ketua panitia pelaksana SR XVII PGI.

Ketum PGI 2019-2024 Pdt. Gomar Gultom ketika dimintai sambutannya menyerahkan sambutannya kepada Sekum Pdt. Jacky Manuputty. Sekum Manuputty menyampaikan ucapan syukur atas terselenggaranya SR XVII PGI. “Program dan rekomendasi sudah didapat lewat proses yang ada ketegangan kecil. Oleh karena itu kita akan berjalan dalam arak-arakan oikumenis dengan melihat Sang Alfa Omega. Terima kasih untuk pengurus lama 2014-2019 dan kami akan melanjutkan tugas ini ke pengurus baru di periode 2019-2024. Terima kasih semua pihak yang menolong selama jalani beberapa hari. Maaf kami jika selama persidangan ini berlangsung jika kunyahan sirih pinang dan tenunan Sumba dan teriakan suka cita Sumba belum kami rasakan, dan maafkan kami karena kami adalah orang-orang yang berjalan dalam arak-arakan ini, Terima kasih atas masyarakat Sumba yang telah diberikan di sini, Tuhan kiranya menyertai semua kita dan kami mohon topangan, doa, semangat dari semua, dari gereja, dari mitra untuk mengembangkan gerakan oikoumene di tengah panggilan bangsa dan negera,” katanya.


Sidang Raya di Waingapu, NTT dihadiri 1500 peserta, baik dari 91 anggota PGI, utusan PGIW, mitra PGI dan para undangan baik dari dalam dan luar negeri.

Ketua Panitia pelaksana Yohanes Prai menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan gabungan dari empat panitia pelaksana di Pulau Sumba dengan memakan dana sebesar 8,5 miliar rupiah.
“Terima kasih untuk semua pihak sehingga rangkaian kegiatan mulai dari pra sidang raya hingga sidang raya ini telah berjalan dan melahirkan keputusan-keputusan bagi perkemangan gereja. Juga kami sebagai tuan rumah mohon maaf jika ada kekurangan dalam menyabut dan melayani peserta,” ujarnya.

Sidang Raya XVII PGI ditutup dengan ibadah sekaligus pelantikan MPH-PGI, MP, dan BPP periode 2019-2020. Kurang lebih 500 jemaat dan peserta sidang berbaur menjadi satu di dalam Gedung Pertemuan Pdt. Hapu Mbay, Waingapu.

Dalam refleksinya Pdt. Marlin Lomi yang juga Sekretaris Umum Sinode GKS mengatakan, apa yang dilakukan oleh panitia secara khusus GKS dan jemaat di 4 kabupaten Sumba bukan karena mereka mampu tapi dalam keterbatasan warga Sumba untuk memberikan yang terbaik bagi jalannya sidang raya ini.
“Tuhan Sang Alfa dan Omega yang akan terus menguatkan kita semua untuk dapat mengeksekusi keputusan-keputusan yang telah dibuat untuk pertumbuhan gereja-gereja di Indonesia,”katanya menutup refleksinya.
Proses pelantikan dengan dipanggilnya MPH, MP, BPP dan anggota PGI periode 2019-2024. Para fungsionaris MPH dikomandoi Pdt. Gomar Gultom sebagai Ketua Umum dan Jacky Manuputty sebagai Sekretaris Umum berlanjut di depan bersama anggota pengurus lainya serta anggota MP, BPP dan semua 91 anggota PGI.
Setelah nama-nama jajaran MPH, MP, BPP dan anggota serta mitra dipanggil, ketua majelis sidang memberikan palu sidang kepada Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom dan kemudian ia menutup sidang dengan menyebut, “Sidang ditutup dalam nama Allah Tritunggal, Bapa, Anak dan Roh kudus,” katanya sambil mengetuk palu sebanyak tiga kali. Ibadah kemudian dilanjutkan dengan perjamuan kudus.(ars).

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *