PGI : Bersikap Bijaksana dan Adil Terhadap Masalah Penghinaan Agama

Ketua Umum PGI Pdt Gomar Gultom, M.Th.

Jakarta, chronosdaily.com – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) turut mengeluarkan siaran pers terkait meningkatnya ujaran kebencian dan penghinaan terhadap ajaran agama tertentu. Rilis yang diterima redaksi dikirimkan oleh Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, M.Th ditandatangani oleh Humas PGI Philip Situmorang. Selengkapnya sebagai berikut :

Akhir-akhir ini keberagaman identitas keagamaan semakin tidak dihargai oleh sebagian anggota masyarakat. Persoalan menghina ajaran agama tertentu mulai terasa ramai. Hal miris ini telah menyebabkan narasi kebencian turut memenuhi media sosial anak-anak bangsa. Entah siapa yang lebih dahulu memulai, hal ini telah menimbulkan reaksi saling balas dan dapat mengganggu kerukunan hidup antarumat beragama.

Di sisi lain, kami melihat bahwa reaksi penghinaan terhadap identitas agama dimaksud, disulut karena penghinaan oleh beberapa individu yang berpengaruh luas di masyarakat. Akibat dibiarkannya perbuatan yang menyakiti hati dan melanggar kepatutan itu, beberapa individu lain yang merasa diperlakukan tidak adil akhirnya menggencarkan serangan balik di media sosial. Pihak kepolisian pun turun tangan setelah menerima laporan dari kalangan tertentu saja, dengan melakukan penangkapan dan meneruskannya ke ranah hukum.

See also  Menteri Bintang Kukuhkan Pemimpin Perubahan dan Agen Perubahan

Terhadap situasi ini dibutuhkan sikap bijaksana dan adil dalam meresponnya. Oleh sebab itu Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH PGI) menyampaikan bahwa:

  1. Semua pihak haruslah bersikap bijaksana dalam menyampaikan pandangan terhadap agama atau keyakinan lain di ruang publik. Adalah lebih baik warga bangsa mengedepankan “titik temu” atas perbedaan yang kita miliki daripada “titik tengkar” yang hanya membawa kemunduran dan perpecahan.
  2. Pihak kepolisian dan/atau penegak hukum hendaknya bersikap adil, tidak memihak pada kelompok tertentu saja dalam hal penistaan agama. Beberapa warga gereja telah ditangkap dan diadili karena dianggap telah menista agama tertentu, namun demikian perlakuan yang sama tidak didapatkan oleh mereka yang terlebih dahulu menghina kekristenan dan agama lainnya.
  3. Perilaku ketidakadilan hukum dalam kasus-kasus seperti ini telah memicu keresahan di kalangan umat Kristen. Hal ini akan menciptakan situasi yang tidak kondusif bagi upaya bersama kita mengarus-utamakan moderasi beragama yang saat ini sedang digalakkan. Sebaliknya, menumpuknya rasa ketidakadilan dikhawatirkan akan memperpanjang perilaku saling membalas yang melemahkan ketahanan masyarakat kita.
  4. Sikap saling balas ini perlu segera diakhiri dengan sikap dewasa dalam hidup beragama, sikap tegas dan adil oleh penegak hukum, serta upaya para tokoh agama dan masyarakat dalam menghargai perbedaan ajaran, pandangan dan tradisi agama.
See also  Eddy Ganefo: Perlu Lembaga Baru Mensinergikan Pembinaan Kewirausahaan

Demikian siaran pers ini kami buat untuk menjadi perhatian bersama. Terima kasih.

Jakarta, 26 Agustus 2021

Humas PGI

Philip Situmorang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *