Pertamina Laksanakan Dynamite Program Secara Daring

Jakarta, chronosdaily.com – Project to Company sebagai bagian dari Dynamite Program (‘Do Your Next Assignment, Make It Excellent) merupakan program pengembangan dan pengayaan kompetensi pekerja berbasis project assignment diiniasi Subholding Upstream Pertamina dengan pilot project Dynamite Program (Technical Aspect) Survei Seismic 3D WK Maratua PHE Lepas Pantai Bunyu (LPB).

Dynamite Program ‘Maratua Project’ ini dijalankan Fungsi Human Capital berkolaborasi dengan Fungsi Explorasi, dilaksanakan selama 12 bulan sejak waktu kick off. Dalam rangka mendukung pencapaian target bisnis Perusahaan. Dynamite Program juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pekerja dan pengayaan kompetensi di luar kompetensi jabatannya.

Maratua Project merupakan project eksplorasi pertama yang melibatkan seluruh fungsi terkait dan proses perekrutannya melalui beauty contest serta tahap wawancara/interview, hingga akhirnya terbentuk 1 tim terdiri dari 15 Perwira dari lintas fungsi dan lintas Regional di lingkungan Subholding Upstream.

Sesi kick off Maratua Project sendiri telah dilaksanakan pada Jumat, 25 Juni 2021, dihadiri oleh Project Sponsor yaitu VP Exploration Tech. Excellence & Coord. Subholding Upstream dan VP Human Capital Subholding Upstream, Project Leader, Project Mentor, dan Project Team yaitu 15 Perwira terpilih tersebut.

See also  10% Sarjana Indonesia Menganggur, Stafsus Presiden: Anak Muda Harus Baper Alias Bawa Perubahan

Mengawali agenda Maratua Project, pada sesi kick off VP Exploration Tech. Excellence & Coord. Subholding Upstream Rudi Eko Tantoro menyampaikan dalam rilis yang diterima Energia pada 22 Juli 2021, “Gas yang ada di Nunukan sampai sekarang belum dapat dimonetisasi sehingga jika Blok Maratua ini bisa menghasilkan sesuatu. Hal ini merupakan temuan yang luar biasa dan dapat membangkitkan geliat migas di Kalimantan Utara”.

Lebih lanjut Rudi menyampaikan pada tahun 2022 telah dicanangkan pelaksanaan survei di lokasi, diharapkan tim Dynamite sudah siap untuk mendukung proses akuisisi operasi di Lepas Pantai Bunyu WK Maratua.

VP Human Capital Subholding Upstream M. Fahmi El Mubarak mengungkapkan, “Ini suatu proses yang bagus untuk pembelajaran, rekan-rekan Perwira di luar Fungsi Eksplorasi yang ingin belajar terkait bagaimana eksplorasi bekerja maupun proses bisnisnya explorasi. Dalam Maratua Project ini, ada ruang untuk belajar dan pasti ada ilmu yang bisa diperoleh mengenai proses bisnis yang riil. Dengan terjun langsung, mudah-mudahan rekan-rekan dapat memperoleh sense/feelnya bergerak di bidang eksplorasi”.

See also  Ketua Umum Christian Watch Diminta Menjadi Saksi Ahli Kasus Yahya Walony

Dalam learning journey Dynamite Program Maratua Project, Project Team juga akan mendapatkan training dalam bidang project management, presentation skill dan materi terkait lainnya. Hal ini bertujuan apabila sebelumnya terdapat filling gap terkait planning, organizing atau building business partnership, diharapkan dengan mengikuti Project ini kedua atau ketiga behaviors tersebut dapat terisi dengan terjun langsung terlibat dalam memanage project. Selain itu, terdapat pula coach dan mentor yang akan membimbing para Perwira dalam project.

Project Contribution to Company merupakah salah satu project dalam Dynamite Program. Project lainnya ialah Project Contribution to Community melalui CSR Project, yang telah dilaksanakan agenda kick-offnya pada Rabu, 30 Juni 2021, setelah kick off Maratua Project. [Pertamina]

1 thought on “Pertamina Laksanakan Dynamite Program Secara Daring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *