Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Kecam Kerusuhan Wamena

Jakarta, chronosdaily.com – Dampak kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua sejak Senin 23 September 2019 lalu mengakibatkan sejumlah bangunan dirusak, pembakaran fasilitas umum, ruko, dan rumah warga. Akibat lain, sedikitnya 31 orang korban meninggal dan ratusan terluka. Suasana kota juga mencekam, sehingga membuat ribuan warga eksodus mencari tempat yang aman.

Menyikapi hal tersebut, Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengecam tindakan rusuh yang dilakukan sekelompok massa tersebut. Dalam siaran persnya, PGI mengecam segala bentuk tindak kekerasan dari kelompok tertentu yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan eksodus ribuan penduduk Wamena karena situasi yang mencekam. “Apapun alasannya, termasuk ketidakadilan di Papua, tidak bisa sedikitpun membenarkan tindakan menghilangkan nyawa orang yang tidak bersalah termasuk anak-anak, perempuan dan pekerja kemanusiaan. Kita harus tetap menjunjung tinggi rasa kemanusiaan,” kata Humas PGI Irma Riana Simanjuntak.

PGI juga meminta semua aparat keamanan dan penegak hukum lebih meningkatkan pendekatan dialog dan budaya serta professional dalam menangani persoalan ini dengan mengedepankan hukum sebagai panglima. Pelanggaran hukum yang terjadi di Wamena harus segera diungkap agar dapat memberikan rasa aman dan keadilan bagi semua.

“Kami melihat bahwa hal ini bukan persoalan suku atau agama, namun hal ini adalah masalah kemanusiaan. Berharap tidak seorangpun di antara kita terprovokasi dan menjadikannya sebagai sentimen suku maupun agama. Oleh karenanya, kami meminta agar semua pihak menahan diri melakukan tindakan-tindakan yang berusaha mengganggu keamanan negara. Segala bentuk provokasi melalui penyebaran informasi yang kebenarannya masih diragukan dan menimbulkan kecemasan serta kebencian antar pihak harus segera dihentikan,” tambah Irma.

Kepada gereja-gereja di Papua, PGI meminta untuk bersatu padu dalam membantu penanganan pengungsi dan menenangkan warga agar tidak terprovokasi. “Bagi warga gereja di Indonesia dan seluruh masyarakat, kami meminta topangan doa serta uluran tangan untuk membantu warga yang masih berada di tempat pengungsian sebagai bentuk solidaritas kita terhadap persoalan ini,” tandasnya.

Dalam siaran persnya, PGI juga meminta pemerintah agar membuka akses kemanusiaan untuk dapat membantu penanganan korban secara bersama-sama dalam situasi krisis di Wamena. [Lip]

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *