Perkuat Kabinet dengan Reshuffle Menteri yang Tak Berguna

Jakarta, chronosdaily.com – Sorotan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi tak lepas dari kinerja menteri yang rendah alias jeblok. Program kerja kementerian yang tidak sejalan dengan visi kerja Jokowi membuat masyarakat mencap kabinet saat ini sebagai lesu darah. Demikian dikatakan Wakil Ketua Divisi Sospol Sinergi Nawacita Indonesia (SNCI) Krissahat Simanungkalit di Jakarta.

Menteri2 yang tidak produktif dan tidak sejalan dengan Presden dikatakannya justru menjadi pemberat bagi langkah pemerintahan Jokowi khususnya pada saat pandemi Covid19. “Kita bisa lihat, saat pandemi ini menteri2 tidak all out mendukung percepatan penanganan Covid19 ini. Demikian geramnya sampai Presiden mengatakan akan membubarkan lembaga bahkan reshuffle. Baru mereka tersadar….. Nah lucunya….., ada menteri yang membidangi masalah pertanian kok malah bikin kalung anti Corona untuk supaya dibilang menteri tersebut sudah kerja…. lucu khan hehe…”, jelas Krissahat sambil terkekeh2. “Bukan hanya itu, program Presiden tentang lumbung pangan seluas 1,6juta hektar, saat dicek oleh Jokowi ternyata tidak berprogres sesuai keinginan Presiden dengan mengajukan pemanfaatan lahan hanya seluas 33.000 hektar.

See also  Karena Strategis dan Penting, Independensi dan Anggaran Kejaksaan Agung Perlu Dibidik

Terlalu jauh dari target khan…. sepertinya inilah yang membuat Jokowi memerintahkan kepada Prabowo untuk mengambilalih program tersebut”. “Bayangkan…, menteri pertahanan diperintahkan Presiden menjalankan program bidang pertanian. Menteri yang keterlaluan namanya dan pembantu presiden yang pola kerjanya seperti itu sebaiknya diganti saja dengan yang lebih produktif”, tambahnya.

Namun Krissahat menyadari bahwa semuanya berawal dari sistem dan mekanisme pemilihan menteri yang salah dan sudah terkooptasi kepentingan partai2 pendukung dan relawan2 yang cuma teriak2 bikin riuh. “Sejatinya Jokowi harus bebas dan punya ruang yang cukup dalam menggunakan haknya untuk mencari figur yang paling pas. Masih banyak sekali pilihan2 yang dilewatkan begitu saja oleh Jokowi karena pengaruh lingkaran dalamnya.

“NAWACITA yang sejak 2014 mendukung Jokowi secara militan namun tidak pernah dilirik dan diajak bicara untuk mendapatkan calon menteri yang kapabel dan loyal, hari ini merasa perlu keluar dari sarangnya dan menyerukan kepada Jokowi untuk SEGERA LAKUKAN RESHUFFLE DAN AJAK KAMI BICARA….! Kami pendukung loyalmu punya banyak stok tenaga ahli serta praktisi ahli di bidangnya masing2…, menyayangkan bila progres pemerintahan hasilnya seperti ini, yang seharusnya tidak boleh terjadi!” ucap Krisaahat gemas.

See also  Kejaksaan RI dan Singapura Memperpanjang Kerja Sama Prosecutors to Prosecutors

“Kami sedang berpikir ke depan ini untuk melihat efektifitas pelaksanaan 9 Program Nawacita menuju Gerbang Emas 2045, bila tidak dianggap lagi oleh Jokowi, kami berpikir untuk balik kanan mengambil langkah2 lain. Tapi saya sangat yakin Jokowi adalah Presiden yang cerdas”, demikian pungkas Krisaahat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *