Partisipasi Indonesia pada ADMM Plus EWG on Maritime Security, Bangkok

​​​​​

Bangkok, chronosdaily.com – Indonesia kembali berpartisipasi pada kegiatan ADMM Plus EWG on Maritime Security yang dilaksanakan di Hotel Pullman Bangkok, Thailand pada tanggal 20-24 Februari 2023. Kegiatan diketuai bersama oleh Co-Chair dari Thailand (VADM Narate W) dan Amerika Serikat (Ms Lori Durham A). Kegiatan diikuti oleh delegasi dari negara-negara anggota ASEAN lainnya, delapan negara plus dan perwakilan Sekretariat ASEAN.

Kegiatan Experts’ Working Group on Maritime Security ke-18 ini diselenggarakan dengan 3 sasaran utama yaitu untuk menyelesaikan penyusunan Maritime Security Roadmap, meningkatkan Confidence Building Measure, dan menegaskan ASEAN-Led Mechanism. Draft pertama dari Maritim Secutity Roadmap telah dibahas dengan hasil disepakatinya draft pertama dari Roadmap tersebut. Selanjutnya draft akan dibahas kembali pada EWG on MS ke-19 yang akan diselenggarakan di Hawaii pada pada tanggal 11-16 September 2023, bersamaan dengan pelaksanaan Future Leaders Program.

Draft Maritimer Secuity Roadmap tersebut nantinya tidak bersifat mengikat namun lebih ditujukan untuk mengajak negara-negara ADMM Plus untuk dapat saling berkontribusi di bidang Maritime Security secara sukarela. Handover Co-Chair Experts’ Working Group on Maritime Security direncanakan akan diselenggarakan di Thailand pada bulan Maret 2024.

See also  Viral Foto Jamuan Makan Siang Dengan Para Jenderal Tersangka Kasus Red Notice Djoko S Tjandra

Dalam penyampaian update situasi di kawasan Indo-Pasifik, disebutkan bahwa Indo-Pasifik tetap menjadi kawasan blue economy terpenting di dunia. Terkait situasi sengketa di Laut China Selatan serta kompetisi negara adidaya, hingga saat ini belum mengalami perubahan dan masih terjadi di kawasan Indo-Pasifik. Sementara itu di bidang keamanan maritim, terdapat penurunan angka kejahatan armed robbery (walaupun masih tetap terjadi), namun kejahatan di bidang penyelundupan manusia dan penyelundupan barang masih tetap tinggi dan perlu mendapat perhatian. Dalam penyampaian view point exchange di bidang blue economy, seluruh negara mengakui bahwa dibutuhkan adanya kerja sama antar negara untuk mewujudkan adanya blue economy yang berkelanjutan. [Kemlu]

chronosdaily

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *