Paradoks Dua Sinaga

Jakarta, chronosdaily.com – Pewartaan di media-media Indonesia menghadapi paradoks yang tak terhindarkan. Dua pria bermarga Sinaga yang sama-sama jadi sentra pemberitaan, menyajikan dua nuansa yang berbeda, bahkan bertolak-belakang.

Horas Sinaga dan Reynhard Sinaga sedang ramai dibicarakan media akhir-akhir ini. Horas adalah aktivis sosial-kemanusiaan dari Generasi Optimis (GO) Indonesia yang komentar-komentarnya sering dimuat oleh media, dan Reynhard adalah warga negara Indonesia yang divonis penjara seumur hidup di Inggris akibat aksi bejatnya memperkosa ratusan pria di pulau Britania.

Publik sempat dikejutkan dengan munculnya nama Sinaga yang disebut Tempo dalam cuitannya @tempodotco “Sinaga disebut sebagai pemerkosa no 1 di dunia.” Sekalipun cuitan itu telah diedit oleh Tempo, tetapi sebagian masyarakat mengira yang dimaksud Tempo adalah Horas Sinaga, si aktivis.

Indikasi keterkejutan publik ditandai dengan derasnya pesan yang masuk ke WA pribadi Horas dan menanyakan kebenaran cuitan Tempo itu. “Iya ada yang mengira Sinaga yang dimaksud di Twitter Tempo itu saya. Ya saya jelaskan, bukan saya. Hanya nama marga kami yang sama,” terang Horas, Jakarta (9/1/2020).

See also  10.200 Kader Dasa Wisma Jakut Kejar Data Keluarga Terpadu

Keluarga Horas Sinaga di Jakarta dan Medan pun tak luput menjadi sasaran tanya masyarakat yang mengenal keluarga itu. Tetapi Horas mengaku, keluarga inti dan para kerabat dekatnya bisa memberi klarifikasi terkait kebingungan masyarakat itu.

Horas Sinaga (kiri) dan Reynhard Sinaga (kanan)

Paradoks Dua Sinaga

Seperti diketahui, Horas Sinaga (42) adalah Sekretaris Jendral (Sekjen) GO Indonesia, organisasi nirlaba yang aktif terlibat dalam membantu masalah-masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Antara lain memberi konsultasi dan pendampingan terkait hukum, politik, dan pertolongan pada korban bencana.

Horas juga dikenal sebagai pemerhati politik dan intelijen yang aktif menuangkan pemikirannya di media-media arus utama. Ia pernah menjadi Tenaga Ahli Anggota Fraksi PDIP di DPR RI. Sejak bulan Juni 2019 terus melambung di jagat pemberitaan tanah air.

Sementara Reynhard Sinaga (36), adalah narapidana yang terbukti melakukan 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria di Inggris. Ia dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan Manchester, baru-baru ini. Tiap kali melakukan aksinya Reynhard selalu terlebih dulu membius si korban. Kasus ini terbongkar saat ada satu korban tersadar saat diperkosa, lalu lapor ke polisi.

See also  Menteri Basuki Siapkan Langkah Penanganan Banjir di Jakarta dan Sekitarnya

Kenyataan ada dua pria bermarga Sinaga yang sama-sama populer di Indonesia dengan kisah yang berbeda menjadikan publik melihatnya sebagai “paradoks dua Sinaga.”

Aktivis sosial, Radit Anggara mengatakan, “Tentunya berita tentang Reynhard Sinaga mengundang keprihatinan kita yang mendalam. Sayang sekali, karena jadi kontras dengan Horas Sinaga yang gigih memperjuangan kepentingan masyarakat bawah di Indonesia.”

“Kita hormati proses peradilan terbuka yang dilakukan di Manchester tapi kita juga menyayangkan kasus ini terjadi pada WNI, mencoreng nama baik kita. Apa lagi sekarang jadi ada dua nama Sinaga yang melahirkan paradoks.” ujar Radit.

“Horas Sinaga kan orang dihormati di komunitas sosial politik. Visinya jauh ke depan, gagasannya banyak membantu masyarakat. Tapi di sisi lain Reynhard Sinaga, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus akui ia sudah mencoreng wajah kita. Padahal selama ini wajah bangsa Indonesia ini penuh dengan etika, kebajikan, dan sopan santun,” imbuhnya.

Respons Horas Sinaga

Situasi ini pun bergulir bak bola liar. Tulisan Denny Siregar di laman medsosnya yang mengatakan, “Untung Sinaga. Coba Siregar, bisa dibully habis gua ma dibikin meme2an..,” mendapat respons dari Horas Sinaga.

See also  Difabel Kabupaten Semarang Terima Alat Bantu

Horas di laman medsosnya membalas Denny, “Dalam suatu marga akan ada orang yang berprestasi baik, ada yang buruk. Ada oknum baik, ada oknum jahat; Tidak layak seorang pun mengeneralisir. Kejahatan seseorang tidak terkait marga atau suku atau bangsa dari orang tersebut!”

Ia menambahkan, “Saya prihatin ada kasus memalukan dari ‘RS’ di Inggris tetapi sangat disayangkan ada oknum influencer banyak follower yang mengeneralisir, lalu membuat menjadi bahan guyon. Dan saya juga menyayangkan media sekelas TEMPO telah memberi caption yang menyakiti marga Sinaga. Memang telah diralat tapi belum ada permintaan maaf secara resmi, rekam jejak internet itu selalu jelas dan ada.”

“Saya harap Denny Siregar dan TEMPO memberi pernyataan maaf secara resmi kepada keluarga besar kami marga Sinaga,” pungkas Horas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *