MUI Diminta Keluarkan Fatwa Aliran Sesat

Jakarta, chronosdaily.com –  – Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), KP Norman Hadinegoro meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait aliran sesat apa saja yang dilarang di Indonesia.

Hal itu diungkapkan merespons perusakan tempat ibadah Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

“Jelaskan saja apakah Ahmadiyah sebagai ajaran agama yang dilarang bagi ummat Islam? Agar tidak berlarut-larut MUI harus mengeluarkan fatwa aliran mana saja yang dilarang dan dianggap dapat mengganggu kerukunan umat beragama,” kata Norman dihubungi Kureta, Sabtu, 4 September 2021.

Kendati demikian, Relawan Jokowi ini meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku perusakan rumah ibadah JAI.

“Tindakan seperti perusakan dan pembakaran tempat ibadah di negara berideologi Pancasila dapat mengganggu kerukunan umat beragama. Polisi harus segera tangkap pelaku. Kasus pembakaran tempat ibadah harus ditangani dengan serius,” ujarnya.

Dia menegaskan, negara tidak bisa kalah dari tindakan brutal dan intoleransi. Maka dari itu, sarannya, oknum berpaham radikal harus segera ditindak.

See also  Pater Bernardus Bofitwos Baru: Jangan Asal Menuduh Orang Papua Sesuka Hati, OPM Bukan Teroris 

“Jangan dibiarkan orang berpaham radikal hidup di NKRI. Negara tidak boleh kalah dengan tindakan brutal mereka, jangan ada kompromi. Tangkap pelakunya dan usut dalangnya. Kerukunan sesama umat beragama yang berbeda-beda keyakinan dan kepercayaannya harus dihormati. Kerukunan umat beragama harus terpelihara,” tuturnya.

Selain itu, Norman menyarankan agar Kementerian Agama membuat konsep kerukunan umat beragama. Hal itu bertujuan untuk menghindari terjadi radikalisasi di tengah masyarakat.

“Konsep saya adalah terhadap Kementrian agama adalah buat konsep pembinaan kerukunan sesama satu agama, lalu buat konsep kerukunan antara umat yang berbeda agama dan keyakinan kepercayaan,” ucap Norman Hadinegoro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *