Meski Bencana Asap Melanda Kalimantan, Konservasi Tetap Berjalan

Palangkaraya, chronosdaily.com – Kebakaran hutan yang melanda hutan di Kalimantan dan sejumlah daerah lainnya tak memadamkan Yayasan BOS bersama sejumlah lembaga untuk tetap bekerja melindungi dan merehabilitasi orangutan di habitatnya.
Menurut Jamartin Sihite, Direktur Yayasan BOS, meski Kawasan rehabiltasi terkena bencana kebakaran hutan, pihak tetap melanjutkan kerja. “Sejauh ini ada sekira 80 hektar hutan khususnya di daerah Mawas yang terkena bencana. 20 ha di antaranya berada di daerah Sei Daha, yang berdekatan dengan Tuanan Research Center, dan 60 ha dari Sei Mantangai, keduanya masuk distrik Kapuas, Kalimantan Tengah yang terbakar,” katanya. Meski dalam kondisi demikian, kata Jamartin, proses pekerjaan rehabilitasi orangutan tetap berjalan sambal memonitor titik-titik hotspot yang muncul.

Orangutan terkena dampak Asap

Dalam keterangan pers yang diterima chronosdaily, akibat kebakaran hutan tersebut di lokasi Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, dampak asap bukan hanya mempengaruhi para pekerja tapi juga habitat orangutan. Sedikitnya 37 orangutan muda dari total 355 orangutan yang direhabilitasi mengalami gangguan pada saluran pernafasan. Tim kesehatan memberikan pengobatan untuk orangutan tersebut.
Yayasan BOS kini tengah memberikan fokus di wilayah hutan seluas 309,000 ha yang termasuk bagian dari program konservasi di wilayah Kapuas dan Barita Selatan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan.
Pada 3 September lalu ditemukan api daerah Sei Daha, dekat Tuanan Research Center. Diakui agak sulit memadamkan api dengan kondisi hutan gambut. Saat ini ditemukan hotspot yang diperkirakan mencapai luas 20 ha. Tim Yayasan BOS bekerja mengisolasi api agar tidak menjalar lebih luas dengan menggunakan 8 mesin bos air dan 5 mesin pompa air.
Sementara itu di Sei Mantangai, api juga menjalar hingga 60 ha meski telah diupayakan pemadaman dengan 26 mesin pemompa air dan berharap hujan turun. [Lip]

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *