Mengenal Kiprah Yongky Maitimu Ketua Gepenta Jakarta Utara

Jakarta Utara, chronosdaily.com – Sosok Yongky Maitimu adalah sosok pemimpin yang telah banyak mengenyam asam garam kehidupan berorganisasi. Dengan ayahnya seorang TNI Angkatan Darat di Papua dan pensiun di sana juga maka pria Maluku itu pun tentunya menuntaskan pendidikan dasar dan menengahnya pun di Sorong, Papua Barat. Pendidikan SD YPK, SMP Negeri 1 Sorong, SMA Negeri 413 Sorong semua dituntaskan di Sorong, Papua Barat lalu hengkang ke Ibukora Jakarta untuk menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ilmu Administrasi Negara di Universitas Tujuhbelas Agustus di Jakarta Utara. Sarjana Administrasi Negara dengan gelar Doktorandus digenggamnya, ia pun melanjutkan pendidikan di Universitas Gajah Mada mengambil Ilmu Pertahanan dengan gelar M.Si (Master of Science).

Sebenarnya orangtuanya mengharapkan ia menjadi TNI hanya saja ia tidak ada pasion di sana. Ia tertarik pada ilmu tentang ketahanan nasional karena terlibat di berbagai organisasi. Posisinya sebarek yang nyata adalah Ketua Laskar Anti Korupsi, di Jakarata, Ketua Masyarakat Peduli Perumahan dan Pemukiman DKI Jakarta. Dulu Yongky berusaha di bidang perumahan. Mendapat kepercayaan untuk membangun perumahan di Papua. Saat itu ada Program Sejuta Rumah.

Ia banyak bergaul dengan pengembang perumahan sehingga mereka membutuhkan pemikiran-pemikirannya tentang pengembangan perumahan di Indonesia seperti rumah sehat. Maka ia pun dipercaya untuk menanganinya, yang berada di bawah naungan Kementerian Perumahan Rakyat.

Profesi Yongky Maitumu adalah wirausahawan tetapi banyak terlibat dalam kegiatan sosial maupun pemerintahan dan pernah dipercaya sebagai Staf Khusus di DPR RI tahun 2012 – 2014 kala itu menssuport Ketua Komisi III DPR RI Benny K. Harman.
Ia diajak bergabung dalam perusahaan tambang tahun 2014 setelah masa pemerintahan Jokowi dunia pertambangan agak menurun, dan ia berkiprah juga di Kalimantan Selatan dengan Kantor Pusat tetap di Jakarta. Ia tetap aktif di bebagai kegiatan sosial.

Gepenta di mata Yongky Maitimu adalah suatu organisasi yang berbeda. Gerakan Nasional yang bergerak bagaimana menciptakan rasa aman, itu dapat terjadi jika tidak terprovoksi dalam isu dan obat-obat-obatan terlarang narkoba, tawuran dan anarkis menjadi kajian Gepenta.

Kita tidak bisa melawan jika kita tidak masuk dalam satu gerakan. Karena itu pengedar, mereka mempunyai kekuatan maka kita harus bersatu dengan pemerintah, Polri, dan juga dengan BNN untuk melakukan perlawanan terhadap bahaya dan ancaman narkoba. Indonesia saat ini juga sedang mengalami krisis sosial, adanya sekelompok orang yang mau mengubah Pancasila sehingga mereka menciptakan satu pemahaman yang salah sehingga timbul pergerakan-pergerakan yang menggangu stabilitas nasional.

Ia pernah mengikut bela diri Karate dan dengan sabuk Dan II tingkat pelatih yang ia tekuni sejak Kelas 5 SD. Menurutnya, “Kekerasan harus dilawan dengan pemahaman yang namanya narkoba merusak, anarkis ajaran yang dilarang agama, tawuran mengganggu keluarga, orang lain di situ kita melihat bahwa Gepenta begitu beda dengan organisasi lain,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Fenomena, narkoba, taruwan, anarkis itu ada. Maka Gepenta bicara tentang keluarga yang terkait ekonomi yang menurun akhirnya orang ambil cara pintas menjual benda terlarang, pikiran kalut berkhayal dan menggunakan narkoba setelah obat pengaruh hilang reaksinya hidup tetap susah. Dan tawuran juga ada karena pengaruh obat-obat narkoba contoh waktu peristiwa pilpres tawuran anak STM banyak yang gunakan narkoba, mereka berani melawan aparat setelah menggunakan narkoba.

Seorang yang mempunyai beladri saja jika berhadapan dengan massa dia akan down tetapi karena obat terlarang itu maka mereka jadi berani.

“Program kerja Gepenta sesuai bidang pencegahan, bidang pemberantasan, bidang sosial kontrol, bidang rehabilitasi. Bicara tentang pencegahan Gepenta melakukan penyuluhan-penyuluhan yang bekerjasama degnan sekolah-sekolah, lembaga keagamaan. Jika bidang pemerantasan Gepenta melakukan kerjasama dengan kepolisian. Rehabilitasi Gepenta harus tahu dimana pengguna direhab atau dipenjara. Kontrol sosial dengan masuk ke akar-akar masyarakat untuk mensosialisasikan tentang bahaya narkoba,” ungkap Yongky.

Harapan Yongky Maitimu Gepenta ke depan sehubungan dengan pelantikan yang dilakukan Kantor Walikota Jakarta Utara, “Pemerintah harus menyambut dengan baik karena Gepenta bekerja tidak digaji justru membantu pemerintah baik kota, kepolisian harus ada kerjasama yang baik,” tegasnya.

“Mohon ditopang dibantu dalam artian dilibatkan dalam program-program pembinaan kepada masyarakat, pembinaan di sekolah dan di lembaga keagamaan. Di dalam Gepenta ada semua unsur agama,” ungkapnya lagi.

Pesan Ketua Gepenta Jakarta Utara, “Yang paling penting kita menjaga hidup kita, supaya jangan tercemar dalam artian menjadi kebanggaan kepada orang tua, dengan menjauhi narkoba, menjauhi tawuran dan menjauhi anarkis karena itu merusak diri sendiri, masa depan keluarga dan memalukan keluarga dan orang lain,” katanya lagi dengan penuh optimis.
Kiprah Yongky Maitimu yang telah berhasil dalam membesarkan dan mendidik anak-anak tersebut boleh berbesar hati karena apa yang dia lakukan benar-benar bermanfaat nampak dari kesukseskan membina dan mendidik anak-anak yang sudah menikah, misalnya putranya Christian Albert pun dilibatkan dalam Gepenta sebagai Wakil Ketua untuk bidang pengamatan narkoba karena profesi sebagai DJ dan aktif dalam dunia pelayanan tentu akan mampu melakukan tugasnya juga melayani anak muda dan tahu jiwa anak muda. Dan Natasya Maitimu bekerja dengan posisi yang baik di salah satu perusahaan swasta. Keberhasilan pada diri anaka-anaknya merupakan gambaran kiprah Yongky Maitumu dalam menjalani hidup ini. Berbakti bagai orang banyak maka Yang maha Kuasa pun akan memberkati putra-putri dan keluarganya. [Johan Sopaheluwakan].

chronosdaily

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *