Manuel Essau Raintung, Siap Dicalonkan sebagai Sekum/Wasekum PGI 2019-2024.

Jakarta, chronosdaily.com – Bermodal pengalaman oikumenis yang tidak karbitan, Manuel Essau Raintung, Pendeta GPIB sedia dan siap dicalonkan oleh Sinode GPIB untuk duduk sebagai Sekretaris Umum (Sekum) atau Wakil Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI.

Kesiapan itu kata Pendeta Manuel, karena ia sudah terkonfirmasi oleh Majelis Sinode GPIB yang akan menjadi wakil GPIB untuk memperebutkan jabatan penuh waktu di PGI melalui Persidangan Raya yang akan digelar di Sumba-NTT pada 8 – 13 November 2019 mendatang.

Dalam jumpa pers bersama kelompok wartawan media Kristen PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani), Jumat (20/9) di kantor PGI Wilayah DKI Jakarta, Pdt Raintung menyampaikan kesediaannya untuk maju dalam pencalonan sebagai Sekum ataupun Wakil Sekum. Kesediaan dan kesiapannya itu tidak sekadar ambisius, tetapi ia menguraikan bahwa dirinya sudah mulai giat dalam aktivitas oikumene gerejawi bukan saja pada 2 – 3 tahun belakangan ini tetapi sejak studi teologi di STT Jakarta dan ketika memulai pelayanan kependetaannya di GPIB. Ia diteguhkan menjadi seorang Pelayan Firman dan Sakramen GPIB sejak tahun 1991 di Yogyakarta dan kemudian memulai gerak pelayanan dan oikumene ketika bertugas sebagai Pendeta Ketua Majelis Jemaat GPIB di Batu Malang.

Kiprah oikunenenya, kata dia dimulai pada jenjang tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi, saat ia melayani di Batu-Malang tahun 1991. Di periode 1997-2002, ia dipercàya sebagai Sekretaris Umum PGI Wilayah DKI. Sempat berpikir reputasi oikumenisnya akan terhenti ketika ia dialihtugaskan menjadi Ketua Majelis Jemaat GPIB di Kelapa Gading Jakarta Utara. Ternyata, justru tak terbukti. Bahkan ia menjabat Sekum PGI Wilayah DKI Jakarta hingga 2 periode berturut-turut. Setelah 10 tahun menjalani tugas sebagai sekum, ternyata kepercayaan gereja-gereja baginya mengantarkannya menjadi Ketua Umum MPH PGI Wilayah DKI, sejak 2015-sekarang (2020).

Kepada Chronosdaily, Pdt Manuel seolah tidak pernah lelah dan berhenti untuk terus berada pada langkah oikumenisnya. Ia berkeyakinan bahwa kader oikumene itu harus tuntas dan berkesinambungan, bukan hanya untuk sebuah popularitas ataupun sekadar tempelan jabatan. “Pegiat oikumenis haruslah tampil dan selalu ada serta berkarya terus,” katanya tegas.

Jika nantinya ia mendapat kepercayaan menjadi Majelis Pekerja Harian PGI, ia akan banyak melakukan advokasi dan penguatan dalam eksistensi PGI dan gereja anggotanya. “Saya siap dan sedia untuk melanjutkan usaha geràkan oikumenis yang sudah pernah ada dan akan mensosialisasikan usaha-usaha yang mendekatkan PGI dengan gereja ànggotanya. Saat ini PGI sudah sangat maju dalam gerakan oikumene semesta. Ia bisa ada dan selalu ada dalam gerakan kebersamaan lintas agama, dan juga dengan pemerintah,” ujarnya.

Ketika ditanya apa langkah yang akan dilakukan untuk mendapat dukungan? Menurutnya, ia lebih terkonsentrasi untuk melakukan usaha pendekatan dengan gereja-gereja . Ia banyak mengemukakan hal-hal yang menjadi sorotan publik namun masih belum teratasi. “Memang PGI itu bukan badan penanggulangan masalah, tetapi PGI sesungguhnya menjadi lembaga keumatan kristen yang memfasilitasi keberadaan dan pergumulan bersama sebagai gereja,” tandasnya.

Ia berharap akan mendapatkan dukungan suara dari gereja. Dan ia berjanji akan bekerja maksimal untuk melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh pimpinan PGI sebelumnya. Dan berharap pemilihan MPH PGI akan berlangsung dengàn baik dan lancar. Ia juga minta doa untuk kesuksesan sidang ràya ini. [Lip]

chronosdaily

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *