Ledakan di Gereja Katedral Makassar: 2 Pelaku Bom Bunuh Diri Tewas, 14 Korban Terluka

Makassar, chronosdaily.com – Ledakan besar diduga bom meledak di depan Gereja Katolik Hati Yesus Yang Mahakudus dikenal dengan sebutan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido Makassar pada Minggu pagi pukul 10.28 (28/03).  Pelaku berboncengan sepeda motor tidak menduga bom yang dibawa akan meledak lebih cepat dari rencana yang mengakibatkan terduga pelaku bom bunuh diri tewas seketika dengan kondisi tubuh hancur berserakan.

Polisi menyatakan bom yang meledak merupakan bom bunuh diri. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan melalui penjelasannya mengatakan bahwa diperkirakan terjadi ledakan diduga bom pada 10.28 wita. Sejumlah umat  dilaporkan terluka, dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Pelamonia.

Pada saat yang sama, 300 meter dari lokasi ledakan umat gereja sedang melakukan vaksinasi Covid-19. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Jakarta membenarkan pelaku adalah dua orang yang berboncengan sepeda motor bernomor polisi DD 5894 MD.” Pelaku diduga hendak masuk melalui pintu gerbang menuju pelataran gereja. Dari hasil informasi di lapangan juga ditemukan sepeda motor yang sudah hancur dan beberapa bagian tubuh yang diduga milik pelaku. Korban mengalami luka akibat pecahan kaca dan ledakan di bagian wajah, leher, dada, tangan dan kaki.

See also  SILA Pluit Village Diuji Coba Senin Depan

Muhammadiyah melalui akun twitter Suara Muhammadiyah mengecam keras aksi yang diduga bom bunuh diri  di depan gereja Katedral Makassar ini. Disebutkan sebagai tindakan biadab yang mencederai nilai kemanusiaan ini bertentangan dengan ajaran berbagai agama.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom M.Th. melalui siaran pers yang dikirimkan ke media-media menyampaikan dukacita mendalam atas ledakan bom yang terjadi di depan Katedral Makassar. “Saya mengimbau seluruh umat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat terkait. Saya menyerukan seluruh umat untuk tidak takut dan resah, tapi tetap waspada. Saya juga mengimbau agar tak ada di antara kita yang memosting gambar atau video tentang persitiwa ini yang justru dapat menimbulkan keresahan masyarakat.”

Laman Detiknews menyebutkan adanya 7 korban yang dilarikan ke rumah sakit terdekat. Data sementara korban dari Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana. Korban atas nama Kosmos (52), Tomppo (60), Angel (19) dilarikan ke Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Kosmos mengalami luka di bagian leher, dada, muka, tangan dan kaki. Tomppo mengalami luka di bagian perut dan kepala. Sedangkan Angel mengalami luka lecet di tangan dan kaki. Kemudian 4 korban lainnya atas nama Marla (64), Jibril Jackwell Naparo (7), Toretto Bento Araujo (6), dan Mikail Alexandro Navas (2) dievakuasi ke Rumah Sakit Pelamonia.

See also  Anggota MRP Papua Dorince Mahue : Damai dan Berkeadilan tanpa Hoaks

Dulu dikenal dengan nama Gereja Katedral Ujung Pandang ini merupakan gereja tertua di Sulawesi Selatan, didirikan pada tahun 1898, sebagai penggagas toleransi dan keberagaman ini letak bangunan gereja berseberangan dengan ikon kota Makassar yaitu Lapangan Karebosi. Gereja Katedral Makassar berada sangat strategis di pusat kota dan menjadi saksi sejarah perkembangan kota Daeng Makassar, sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, penjajahan Jepang hingga revolusi kemerdekaan.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *