LBH Serindo: Diskriminasi Terhadap Penyadang Disabilitas Masih Tinggi

Jakarta, chronosdaily.com – Lembaga Bantuan Hukum Serikat Rakyat Indonesia (LBH Serindo) menyayangkan pernyataan sikap staf khusus milenial Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia yang menyatakan pemerintah sudah memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Direktur Litigasi Lembaga Bantuan Hukum Serikat Rakyat Indonesia (LBH Serindo), Bob Humisar Simbolon mengatakan, tindakan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas masih tinggi. Khususnya dalam memperoleh pekerjaan yang layak. Selain itu, masih banyak pemberian pasung terhadap penyandang disabilitas mental.

“Persamaan Hak terhadap masyarakat non Disabilitas dan penyandang disabilitas belum setelara sehingga kehadiran negara dalam memenuhi hak-hak Penyandang Disabilitas masih belum bisa dikatakan sudah terpenuhi,” terang Bob, di Jakarta, Selasa (03/12/2019). Dia juga mengkritik aturan turunan dari Undang-undangan No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Sampai saat ini belum rampung semuanya karena hingga saat ini peraturan pemerintah yang sudah ada hanya mengatur mengenai kesejahteraan penyandang Disabilitas. “Bagaimana hak penyandang Disabilitas dalam memperoleh pendidikan, bagaimana hak penyandang disabilitas dalam memperoleh pekerjaan yang layak. Melihat hal-hal tersebut seharusnya negara hadir. Kita melihat masih banyak perlakuan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, khususnya dalam dalam mendapatkan pekerjaan yang layak,” kata dia.

See also  Mayjen TNI Suko Pranoto Pimpin Upacara Penutupan TMMD ke 106 Kodim 0902/TRD

Selain itu, kata dia, penyandang disabilitas mental juga masih mendapatkan perlakukan diskriminatif. Karena masih banyak penyandang disabilitas mental dikurung dan dipasung. Hal itu banyak ditemukan di panti-panti. Pemasungan itu adalah tindakan diskriminatif terhadap penyandang disabilitas. “Saya berharap Presiden Joko Widodo memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas karena di dalam diri penyandang disabilitas juga ada kemampuan yang bisa meningkatkan perekonomian negara kita,” tandas Bob.

Stafsus Milenial Jokowi, Angkie Yudistia menyatakan, Presiden Jokowi sudah memberikan jaminan pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi para penyandang disabilitas. Hal itu dinyatakan Angkie dalam rangka Hari Disabilitas Internasional yang diperingati pada 3 Desember.

Jubir Presiden Jokowi Bidang Sosial ini memastikan, Jokowi menjamin pemenuhan hak asasi manusia bagi penyandang disabilitas. “Dari sisi undang-undang dan produk aturan turunannya, sangat jelas bahwa paradigma pemenuhan HAM bagi warga negara penyandang disabilitas bukan hanya retorika,” ujar Angkie di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Angkie berpendapat, selama ini penyandang disabilitas sudah diberi hak dan kesempatan untuk berpartisipasi secara penuh sebagai subjek pembangunan dan menikmati hasil pembangunan. “Misalnya saja, Kemenpora atas instruksi presiden sudah memberikan bonus yang sama antara atlet penyandang disabilitas di Asian Para Games dengan atlet non-penyandang disabilitas di Asian Games,” jelasnya.

See also  Joshua B. Tewuh : Christian Watch Hadir Menjaga dan Mengawal Kekristenan

Angkie menambahkan, dalam perayaan Hari Disabilitas Internasional, Kementerian Sosial (Kemensos) bakal menggelar perayaan yang direncanakan dihadiri oleh Jokowi. “Acara besok (hari ini Selasa, 3 Desember 2019) yang mengadakan dari Kementerian Sosial. Masih dibicarakan presiden akan hadir atau memberikan ucapan Selamat Hari Disabilitas Internasional 2019 melalui video pendek,” kata politikus PKPI ini.

Angkie merupakan salah satu stafsus milenial Presiden. Angkie adalah penyandang disabilitas. Wakil Presiden Ma’ruf Amin membuka peringatan Hari Disabilitas Internasional. Ma’ruf menyebut para penyandang disabilitas bisa mengubah pandangan masyarakat lewat kemauan dan tanpa putus asa. “Kalian mampu lebih dari yang mereka perkirakan. Kerja keras dan kemauan yang luar biasa tanpa rasa putus asa dapat meruntuhkan halangan dan mengubah persepsi masyarakat terhadap penyandang disabilitas,” kata Ma’ruf di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Ma’ruf kemudian mencontohkan sosok Wamen Agraria dan Tata Ruang, Surya Tjandra dan Staf Khusus Presiden Jokowi, Angkie Yudistia, yang merupakan penyandang disabilitas. Menurutnya, kedua sosok itu menunjukkan prestasi bisa diraih oleh siapa pun. “Bapak Surya Tjandra dan Ibu Angkie Yudistia dalam berprestasi bukan sebuah kebetulan. Di balik keberhasilan mereka ada jejak kerja keras dan pantang menyerah. Dengan kerja keras dan kemauan yang tinggi, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi tanpa memandang perbedaan,” jelasnya.

See also  Konflik Sihaporas, Pemkab Simalungun Akan Segera Bentuk Tim Identifikasi Masyarakat Adat

Ma’ruf berharap, warga disabilitas mampu tampil di pemerintahan. Dia berharap nantinya warga disabilitas tak hanya menjadi staf khusus tapi juga wakil presiden. “Kita juga mengenal Ibu Angkie Yudistia, yang baru saja diangkat sebagai staf khusus Presiden RI mewakili generasi milenial. Siapa tahu bukan hanya staf khusus, tapi wakil presiden,” ujarnya.

Ma’ruf berkomitmen pemerintah bakal membuat kebijakan yang berpihak pada penyandang disabilitas. Dia mengatakan kebutuhan bagi warga disabilitas merupakan hak dasar yang harus dipenuhi. “Kita sudah memposisikan disabilitas tidak pada rezim kesejahteraan sosial tapi hak asasi manusia, jadi bukan santunan tapi hak. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas,” tuturnya. [Jon]

chronosdaily

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *