Laporan Pelanggaran PPDB 2021, Orang Tua Murid Akan Kembali Datangi Kantor Dinas Pendidikan 

Jakarta, chronosdaily.com – Sejumlah Orang Tua Murid dari DKI Jakarta akan kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta (Kadisdik Prov DKI Jakarta), di Jalan Gatot Subroto Kav. 40-41, RT 8/RW 3, Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Rabu 16 Juni 2021, hari ini.

Hal itu dikarenakan, pihak Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, tidak merespon dengan baik, keluhan dan berbagai persoalan yang dialami para Orang Tua Murid dan Calon Murid, pada Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2021 di DKI Jakarta, yang menyisakan bejibun persoalan.

Ibu Uteh, salah seorang Orang Tua Murid, menyebut, keluhan mereka tidak direspon dengan baik. Malah saling lempar tanggung jawab.

Uteh yang memiliki anak bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SD N) Malaka Jaya 05 Pagi, Klender, Jakarta Timur itu menekankan, terutama adanya dugaan permainan pada pelaksanaan PPDB 2021 dari Jalur Prestasi (Japres).

Sama sekali tidak dijelaskan apa masalah dan kendala sehingga ada Calon Murid yang sudah dinyatakan lulus PPDB 2021, eh tiba-tiba hilang dari daftar dan tidak bisa melanjutkan di sekolah yang terkait.

Uteh memiliki anak bernama Marsya Savya, yang sudah dinyatakan lulus dari SD N Malaka Jaya 05 Pagi, Klender, Jakarta Timur, lewat jalur prestasi, ternyata setelah dicek kembali, namanya tidak ada di daftar Murid Baru.

“Pada Senin, 14 Juni 2021 kemarin, kami sudah datang ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, untuk menyampaikan persoalan-persoalan pada PPDB 2021 ini. Dan kami, ada 3 orang yang datang, menyerahkan menyerahkan data-data, tentang kondisi PPDB 2021 yang tidak sesuai. Mereka yang di Dinas Pendidikan mengatakan akan mereka bawa dalam pembahasan pada rapat dengan Kepala Dinas,” tutur Uteh, Rabu, 16 Juni 2021.

Memang, pada kedatangan mereka itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Ibu Nahdiana, katanya sedang tidak berada di tempat. Sehingga, para Orang Tua Murid itu diarahkan untuk bicara dengan seseorang yang mengaku bernama Horale, yakni sebagai Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter (PDPK) Bidang SMP dan SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Kemudian, selanjutnya dipingpong ke lantai 10, Gedung Dinas Pendidikan DKI, untuk bertemu dengan seseorang bernama Ibu Ida.

“Tapi, banyak pertanyaan saya yang tidak bisa mereka jawab. Ujung-ujungnya, mereka malah menyalahkan sistem. Tapi, banyak pertanyaan saya yang tidak bisa mereka jawab. Ujung-ujungnya, mereka malah menyalahkan sistem,” terang Uteh.

Lebih lanjut, perempuan yang merupakan Ibu Rumah Tangga ini mengatakan, dikarenakan jumlah Orang Tua Murid yang baru 3 orang yang datang ke Kantor Disdik DKI pada Senin, 14 Juni 2021, maka mereka kembali mengagendakan untuk datang lebih banyak lagi.

“Pada Senin itu, kami bertiga. Tapi pada Rabu ini, teman-teman yang sebelumnya tidak bisa datang, akan kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Jalan Gatot Subroto. Kami akan berbarengan lagi ke sana. Kami mau minta PPDB Jalur Prestasi yang kemarin itu dibatalkan. Sebaiknya diulang lagi dari awal. Supaya adil untuk semua,” tutur Uteh.

Sementara, Jurubicara Suara Orang Tua Peduli, Ratu Yunita Ayu, yang turut mendampingi para orang tua murid, mengatakan telah terjadi kecelakaan sisten pada PPDB 2021 lewat Jalur Prestasi (Japres).

Terlepas dari berbagai kendala dan kelambatan pada proses seleksi Japres PPDB DKI pada 7-11 Juni lalu, kata Ratu Yunita, Pemprov DKI Jakarta mengacuhkan imbauan masyarakat, yang meminta agar dihentikan dulu proses seleksi, serta menunda Japres, hingga sistem diperkuat terlebih dahulu.

“Padahal sebelumnya, masyarakat juga sudah menghimbau agar dilakukan penghentian proses seleksi dan menunda Japres hingga sistem diperkuat lebih dahulu. Nah, sekarang, ketidaksolidan sistem pun akhirnya mulai terbukti,” tutur Ratu Yunita Ayu.

See also  Bamsoet: Nilai-Nilai Adat dan Budaya Jangan Ditinggalkan Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara 

Dia melanjutkan, masyarakat mendapati adanya temuan kasus-kasus, di mana variabel kelima seleksi, yakni persentil nilai non-akademik dari sejumlah Calon Peserta Didik Baru (CPDB) terindikasi keliru dicatat oleh sistem, hingga akhir jadwal Japres, Jumat (11/06/2021) malam lalu.

“Masyarakat menilai, ada kecelakaan pada sistem PPDB yang menyebabkan perhitungan indeks prestasi anak mengalami kesalahan. Skor akhir mereka menjadi tidak sebesar yang seharusnya. Dan akhirnya tersingkir pada pemeringkatan nilai,” lanjut Ratu Yunita.

Namun, persoalan-persoalan ini tidak diperbaiki dan tidak mau digubris oleh Disdik DKI dan para stakeholders.

“Masalah ini menyebabkan hilangnya hak anak untuk mendapatkan Sekolah Negeri lewat Jalur Prestasi. Dan tidak bisa diselesaikan dengan sekedar merujuk anak untuk mencoba seleksi pada jalur-jalur selanjutnya,” tandas Rayu Yunita Ayu.

Pada Jumat, 07 Mei 2021 lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 32 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021-2022.

Seperti diketahui, di tengah situasi pandemi Covid-19, seluruh proses PPDB dilaksanakan dari rumah secara daring atau online.

Proses online ini dimulai dari pengajuan akun, pendaftaran atau pemilihan sekolah, sampai ke proses lapor diri untuk calon peserta didik baru yang lolos seleksi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan, Pergub ini didasari oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud RI) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

“Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan PPDB dengan tujuan untuk mewujudkan kesetaraan kesempatan bagi semua warga dari seluruh latar belakang. Dengan begitu, warga bisa memperoleh pendidikan berkualitas di DKI Jakarta. Sehingga, diharapkan PPDB ini dapat membentuk sekolah-sekolah negeri dengan variasi peserta didik yang tinggi dan rasa gotong royong untuk maju bersama,” ujar Nahdiana.

Nahdiana berharap, proses ini bisa membentuk kesetaraan pendidikan berkualitas bagi anak-anak murid.

“Oleh karenanya, kebijakan ini diharapkan dapat membentuk kesetaraan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Jakarta dari seluruh latar belakang,” ujar Nahdiana.

Adapun, jalur seleksi PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 untuk Jenjang SD, SMP, SMA, SMK, yaitu:

Satu, Jalur Prestasi: Memberikan apresiasi terhadap anak-anak yang telah menunjukkan prestasi akademik maupun prestasi non-akademik.

Dua, Jalur Afirmasi: Memberikan kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mengakses pendidikan bermutu dan disubsidi oleh Pemerintah.

Tiga, Jalur Zonasi: Memberikan kesempatan anak-anak yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang telah ditetapkan dengan memperhatikan sebaran sekolah, data sebaran domisili calon peserta didik, dan kapasitas daya tampung sekolah yang disesuaikan dengan ketersediaan jumlah anak usia sekolah pada setiap jenjang di daerah tersebut.

Empat, Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru: Memberikan kesempatan untuk anak-anak dari keluarga yang orang tuanya pindah tugas dan bagi anak guru yang ingin bersekolah di tempat orang tuanya bertugas.

Selain PPDB pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, dilaksanakan juga PPDB untuk Satuan PAUD, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Adapun jadwal pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 sebagai berikut:

Satu, PAUD. Pendaftaran dan Verifikasi Berkas (21 Juni – 7 Juli 2021), Proses Seleksi (21 Juni – 7 Juli 2021), Pengumuman (7 Juli 2021), Lapor Diri (8 – 9 Juli 2021).

Dua, SLB. Pendaftaran dan Verifikasi Berkas (21 Juni – 7 Juli 2021),  Proses Seleksi (21 Juni – 7 Juli 2021), Pengumuman (7 Juli 2021), Lapor Diri (8 – 9 Juli 2021).

Tiga, PKBM. Pendaftaran dan Verifikasi Berkas (26 Juli – 2 Agustus 2021).  Proses Seleksi (26 Juli – 2 Agustus 2021), Pengumuman (2 Agustus 2021), Lapor Diri (3 – 4 Agustus 2021).

Empat, SD:  A. Jalur Afirmasi:  Anak Asuh Panti dan Penyandang Disabilitas, dan Anak Tenaga Kesehatan yang Meninggal karena Covid-19.  Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (7 – 9 Juni 2021). Lapor Diri (10 – 11 Juni 2021).

Anak  yang Terdaftar dalam DTKS, Anak dari Pemegang Kartu Pekerja Jakarta, dan Anak dari Pengemudi Mitra Trans Jakarta. Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (14 – 16 Juni 2021), Lapor Diri (17 – 18 Juni 2021).

B. Jalur Zonasi:  Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (21 – 23 Juni 2021). Lapor Diri (24 – 25 Juni 2021).

C.  Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru: Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (7 – 23 Juni 2021),  Lapor Diri (24 – 25 Juni 2021).

Lima, SMP-SMA: A. Jalur Prestasi. Akademik dan Non akademik: Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (7 – 9 Juni 2021), Lapor Diri (10 – 11 Juni 2021).

B. Jalur Afirmasi. Anak Asuh Panti dan Penyandang Disabilitas, dan Anak Tenaga Kesehatan yang Meninggal karena Covid-19: Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (14 – 16 Juni 2021), Lapor Diri (17 – 18 Juni 2021).

Anak  yang Terdaftar dalam DTKS, Anak Penerima KJP Plus, Anak dari Pemegang Kartu Pekerja Jakarta, dan Anak dari Pengemudi Mitra Trans Jakarta, anak penerima KJP Plus sekaligus PIP: Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (21 – 23 Juni 2021),  Lapor Diri (24 – 25 Juni 2021).

C. Jalur Zonasi: Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (28 – 30 Juni 2021), Lapor Diri (1 – 2 Juli 2021).

D. Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru: Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (7 – 30 Juni 2021), Lapor Diri (1 – 2 Juli 2021).

Enam, SMK: A. Jalur Prestasi. Akademik dan Non Akademik: Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (7 – 9 Juni 2021), Lapor Diri (10 – 11 Juni 2021).

B. Jalur Afirmasi. Anak Asuh Panti dan Penyandang Disabilitas, dan Anak Tenaga Kesehatan yang Meninggal karena Covid-19:  Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (14 – 16 Juni 2021), Lapor Diri (17 – 18 Juni 2021).

Anak  yang Terdaftar dalam DTKS, Anak Penerima KJP Plus, Anak dari Pemegang Kartu Pekerja Jakarta, dan Anak dari Pengemudi Mitra Trans Jakarta, anak penerima KJP Plus sekaligus PIP: Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (21 – 23 Juni 2021),  Lapor Diri (24 – 25 Juni 2021).

C. Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru: Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman (7 – 30 Juni 2021), Lapor Diri (1 – 2 Juli 2021). Layanan informasi PPDB Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dapat diakses di Website informasi PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022, yakni disdik.jakarta.go.id dan ppdb.jakarta.go.id. [Jon]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *