Lapangan Kerja Berikan ke Rakyat, Jangan ke Orang Kaya

Jakarta, chronosdaily.com – Salah seorang tokoh muda di Jakarta, Jhon Roy P Siregar mengatakan, masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta, tidak sedikit yang sedang berburu lapangan kerja.

Terutama jelang rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau calon Aparatur Sipil Negara (ASN), yang diinformasikan sedang dibuka besar-besaran di berbagai instansi pemerintahan. Demikian juga di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD GAMKI DKI Jakarta) ini mengatakan, hendaknya setiap orang yang sudah memenuhi kualifikasi, apalagi yang sudah berpengalaman, maupun kemampuan mumpuni, mesti ditempatkan sesuai kapasitas dan posisinya.

“Banyak masyarakat kita butuh pekerjaan. Dibukanya penerimaan CPNS atau Calon ASN, menjadi peluang besar bagi sebagian masyarakat, terutama kalangan muda. Banyak kalangan muda yang memenuhi syarat-syarat, maka sebaiknya direkrut dan ditempatkan sesuai dengan kemampuannya. Demikian pula di BUMN,” tutur Jhon Roy P Siregar.

Kondisi perekonomian yang tidak mudah saat ini, lanjutnya, semakin membuat sebagian masyarakat, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah, mengalami kesulitan perekonomian.

Namun, pemerintah sepertinya kurang memperhatikan kondisi riil kesulitan yang dialami masyarakat itu. Saat ini, menurut Jhon Roy P Siregar, sejumlah nama-nama beken, yang sudah tenar, dan dapat dibilang memiliki harta kekayaan yang sudah banyak, malah dijadikan polemik dengan merekrut mereka di posisi-posisi strategis di sejumlah instansi maupun BUMN.

“Sedangkan masyarakat menengah bawah sedang ngos-ngosan menahan kesulitan perekonomiannya, malah disuguhi tontonan gratis berupa perebutan kedudukan dan posisi-posisi strategis di BUMN. Seperti yang mulai heboh lagi, itu soal Ahok. Ngapain sih itu yang direkrut dan dikasih posisi enak? Rakyat dong yang harus diperhatikan,” tutur Jhon Roy P Siregar.

Siregar mengatakan, agak aneh cara berpikir dan berkomentar masyarakat Indonesia pasca Pilpres ini. Sebab, sepertinya goncangan kejiwaan sedang melanda sebagian besar pejabat dan para calon pejabat beserta rakyat.

“Bagaimana logikanya, yang sudah kaya raya masih dikasih jabatan yang empuk dan menyenangkan? Mereka kan semuanya punya duit banyak. Rebutan pula harus di posisi strategis. Lah, katanya mau mengabdi secara tulus bagi kepentingan rakyat?” ujarnya.

Dia meminta, agar lapangan pekerjaan dan posisi-posisi layak diberikan kepada masyarakat pencari kerja yang membutuhkan, serta yang memiliki kemampuan.

Tentu banyak orang yang mumpuni duduk sebagai Direksi di BUMN atau Komisaris. Rakyat biasa aja banyak yang bisa dan mampu melakukan pembenahan. “Rakyat biasa ajalah yang direkrut. Jangan yang sudah kaya raya,” ujarnya. [Jon]

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *