Lady Rocker Renny Djajoesman Pentaskan “Ayahku Pulang” di Gelanggang Remaja Bulungan

Jakarta, chronosdaily – Hilda Sabri bersama mas Yudhistira A.N.M Massardi, mantan wartawan, Sastrawan  berkolaborasi menyelenggarakan pementasan teater Ayahku Pulang karya Usmar Ismail dan Pelatihan Jurnalistik di Gelanggang Remaja Bulungan jam 16.00 pada 29 Februari 2020. Hilda, inshaa allah akan memerankan tokoh Mintarsih. “Ayahku Pulang” disutradarai oleh Lady Rocker Indonesia, Renny Djajoesman.

“Ayahku Pulang” menjadi pilihan para aktivis seni Bulungan yang rata-rata saat ini telah berusia 50 tahun ke atas tersebut, satu pun belum ada yang pensiun. Karena seniman memang tidak mengenal masa pensiun. Galaknya aksi pentas para senior ini akan dibuktikan melalui pementasan ini.

“Ayahku Pulang” bukan hanya diperankan oleh para pemain teater. Ada jurnalis, sastrawan, pelukis dan mereka yang dikenal ‘ahli di bidangnya masing-masing’ dan tentunya masih eksis dalam karya. Sebut saja diantaranya Maza Yudha, Wita Yudharwita, Sya’banoor M, Jan Praba, Hilda A. Sabri. Beberapa nama pendukung lainnya ada Ati Ganda, Dharnoto, Tubagus Djodi Rawayan, Lukman Sh, Tumpal SS, Jodhi Yudono, Yoyok We, Emperan Pamulang, dan Joko Jock

See also  Menparekraf Dukung Kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jawa-Bali

Pertunjukan teater kali ini lebih bersifat “pengenalan” tentang bagaimana cara bermain teater yang baik dan benar. Sudah pasti bahwa mereka pun tidak akan kembali seperti dulu ketika mereka tampil di panggung dengan memainkan naskah-naskah surealis dan absurd yang durasinya antara 120 sampai 180 menit.

Oleh karena itulah maka pertunjukan teater yang akan mereka produksi pun lebih menekankan pada nilai-nilai edukasi. Dan, setelah melalui proses diskusi yang lumayan hangat, akhirnya mereka sepakat memilih naskah realis yang “ringan tapi berbobot”

Para senior ini berada dalam satu payung Kelompok Seni Bulungan (KSB) yang memang ingin menggalakkan kegiatan seni dan budaya terutama pementasan teater yang ditulis oleh tokoh-tokoh sastrawan lama yang karya-karyanya tak lekang oleh waktu seperti Usmar Ismail, seorang sastrawan dan sutradara yang juga pelopor perfilman Indonesia. Untuk kegiatan teater ini donasi tiketnya adalah Rp 100.000/orang.

Maza Yudha (mengenakan kopiah), wartawan senior yang memerankan tokoh Ayah dalam drama Realis “Ayahku Pulang”

Acara ini di bundling dengan pelatihan jurnalistik yang berlangsung di tempat  sama mulai jam jam 9.00 – 14.00 WIB dengan kontribusi sebesar Rp 200.000/orang  termasuk menonton pertunjukan teater “Ayahku Pulang.”

See also  Pelaku Seni Boyolali Divaksinasi

Seperti diketahui, Indonesia masuk 5 besar negara pengguna media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Sayangnya banyak masyarakat yang tidak bisa membuat konten dengan baik dan benar sesuai kaidah penulisan berita  5 W + 1 H. Padahal sudah ada ide, ada foto dan juga ada  peristiwa. Tapi untuk menuangkannya dalam sebuah tulisan atau berita ternyata tidak semua orang dari kita bisa melakukannya.

Rumus menulis berita yang dikenal dengan istilah 5W+1H ini sudah sering kita dengar, tapi terkadang masih bingung untuk menerapkannya. What (Apa), Where (Di Mana), When (Kapan), Who (Siapa), Why (Mengapa) + How (Bagaimana) adalah hal – hal yang tidak boleh diabaikan dalam penulisan.

Jan Praba (Presiden Pakarti – Paguyuban Kartunis Indonesia) berperan sebagai anak yang tidak suka ayahnya kembali pulang ke rumah. Di sebelah kanannya Wita Yudharwita, karyawati sebuah bank swasta yang menggeluti dunia teater sejak masih duduk di bangku SMP
chronosdaily
go

Jika masyarakat terutama kalangan milenial paham penulisan dengan kaidah 5 W + 1 H maka diharapkan mereka memiliki sensifitas yang tinggi untuk tidak ikut menyebarluaskan berita hoax karena sudah memahami penerapan 5 W + 1 H. Mereka juga bisa mengisi media sosialnya sendiri dengan konten yang lebih menarik.

See also  Hadiri Solo Menari 2021, Walikota Surakarta Tetap Ingin Berikan Ruang bagi Budayawan Solo

Pelatihan ini juga terbuka bagi para entrepreneur, start-up yang kerap menggunakan media sosial untuk mempromosikan produknya  tapi belum mendapat hasil optimal karena kontennya tidak menerapkan 5 W + 1 H. [PR]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.