Krissahat Simanungkalit: Tidak Sopan Kaitkan Presiden dengan Prahara Internal Partai!

Jakarta, chronosdaily.com – Partai Demokrat sedang terpecah dua antara kepengurusan versi Kongres V 2020 di Jakarta berhadapan dengan tokoh2 pendiri partai tersebut ditambah beberapa kader yang dianggap bermasalah yang menggulirkan Kongres Luar Biasa PD di Sibolangit. Menyikapi dinamika partai berlambang Mercy ini, Ketua Bappilu PD Andi Arif menyatakan bahwa SBY akan demo ke Istana Presiden karena menganggap Jokowi seolah lepas tangan dengan prahara yang sedang menimpa partai tersebut.

Menanggapi pernyataan Andi Arif tersebut, Kadiv Sospolham Sinergi Nawacita Indonesia (SNCI) Krissahat Simanungkalit mengaku heran dan geli atas dikaitkannya Presiden dengan musibah di tubuh PD tersebut. Dia menyesali pernyataan Andi Arif yang mewacanakan SBY akan demo ke Istana bila Jokowi tidak bertindak menggagalkan KLB PD yang dianggap abal2 tersebut sekaligus mempersilakan PD membenahi sendiri carut marut partai yang pernah berkuasa tersebut. “Saya menyesali wacana yang digulirkan Andi Arif terkait penyelenggaraan KLB Partai Demokrat di Sibolangit. Dia sepertinya sedang berhalusinasi bahwa pecahnya borok Partai Demokrat adalah sepengetahuan Jokowi dan dia memposisikan SBY punya alasan kuat untuk mendemo istana terkait terselenggaranya KLB tersebut. Ini sebuah kelancangan..!”

See also  Pemerintah Akan Tindak Lanjuti Laporan dan Rekomendasi BPK

Saat dikejar wartawan lebih jauh Krissahat Simanungkalit mengungkapkan dalam KLB 2013 di Bali ketika Presiden saat itu mau terjun langsung membenahi PD yang sedang kisruh terkait Anas Urbaningrum yang Ketum PD saat itu sedang tersangkut masalah hukum dan bahkan kemudian malah terpilih sebagai Ketum baru, maka hal tersebut tidak lepas dari 2 posisi yang disandang SBY saat itu yaitu sebagai pengurus PD dan juga sebagai Presiden. Krissahat menganggap itu adalah prerogatif SBY sebagai Presiden yang mau turun ke bawah untuk mengurus partainya sendiri. Hal itu yang tidak bisa disamakan dengan posisi dan pribadi Jokowi saat ini.

“Kalo Presiden RI tahun 2013 mau terjun jauh ke lapangan benahi partai sendiri dan belakangan malah terpilih jadi Ketumnya ya itu urusan Presiden pada saat itu. Tapi itu tidak boleh otomatis diperlakukan kepada Jokowi yang saat ini menjadi Presiden RI. Sebagai kapasitas apa..? Andi Arif lupa kali ya.. kalo Jokowi berkali-kali sudah bilang beliau tidak pernah mau mencampuri urusan diluar jabatan sebagai Presiden RI. Jokowi cuma mau pikirkan tentang pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Jangan samakan SBY dengan Jokowi baik dalam hal posisi sebagai Presiden maupun sebagai pribadinya”, tegas Krissahat lebih jauh.

See also  Hadirkan Infrastruktur LNG untuk Kilang Cilacap, Pertamina Perkuat Kemandirian Energi Nasional

“Sinergi Nawacita Indonesia (SNCI-red) yang selalu berada bersama Presiden Joko Widodo mengkritik keras wacana Andi Arif yang ingin mengkait-kaitkan Presiden dengan prahara Partai Demokrat. Silakan urus sendiri partaimu Andi…” demikian pungkas Krissahat Simanungkalit saat ditemui wartawan di Jakarta siang tadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.