Kota London dan Sepakbola

Sepakbola, chronosdaily.com – David Wignall mantan bos saya yang berasal dari Croydon, sebelah selatan kota London, Inggris bercerita tentang London. “Itu kota memang punya daya magis. Bagi kami orang Inggris sendiri, kami ingin selalu berada di kota itu. Bagi orang di luar Inggris seperti kamu, berusahalah untuk datang ke sana,” katanya. Saya mengaminkan dalam hati bahwa satu saat akan ke kota itu.

Tapi tulisan ini bukan tentang saya, tapi tentang kota yang sudah berusia ratusan tahun itu. Meski berudara dingin, London punya tempat-tempat hangat. Salah satunya adalah stadion-stadion sepakbola megah. Sebenarnya tulisan ringan ini ingin menganalisa, kenapa Jose Mourinho ogah menerima pinangan klub-klub besar dari Jerman, China, Jepang hingga Perancis? Dan kenapa dia tetap betah di London, Inggris?

Sangkin betahnya, dia menerima tawaran jadi komentator sebuah stasiun televisi di kota itu pasca dipecat dari Manchester United. Dan, yang lebih heboh, Mou mengaku senang ketika Tottenham Hotspurs menawarinya menjadi manajer menggantikan Pochettino.

Bicara kota London dan sepakbola adalah unik. Di kota ini ada  14 tim sepakbola profesional yang bermarkas di seputaran kota itu. Klub tertua di kota itu adalah Fulham Football Club (FFC). Klub berjuluk The Cottagers ini didirikan tahun 1879 oleh warga Gereja West Kensington dan kemudian membangun Stadion Craven Cottage bermarkas di Fulham, bagian barat London dengan kapasitas tempat duduk 25.700 orang. Itu salah satu klub sedang, ada juga klub-klub besar dan kaya, macam West Ham, Arsenal, Chelsea, Tottenham Hotspurs yang juga bermarkas di seputaran kota London.

See also  Kapitra Ampera : Upaya Terselubung KAMI, Ditinjau dari Aspek Pidana

Ada pula klub yang didirikan di era milenium, yaitu AFC Wimbledon. Didirikan pada tahun 2002 dan bermarkas di Kingston Upon Thames. Jadi kalau mau dirunut, mulai dari utara hingga selatan, barat ke timur ada klub sepakbola profesional di kota itu. Mengutip dari berbagai sumber, peta di bawah ini memuat lambang-lambang klub yang mengelilingi kota London.

Peta klub bola di kota London

London yang adalah kota terpadat di Britania Raya dan menjadi pusat bisnis di Inggris dan Eropa. Ada daya tarik tersendiri bagi mereka yang berhubungan di tempat itu. Dengan jumlah penduduk 8,9 juta orang di tahun 2018, kota ini merupakan salah satu kota tersibuk di dunia. Dan sepakbola adalah salah satu daya tarik bukan hanya bagi warga Inggris raya saja tapi juga seluruh dunia dengan tayangan televisi bolanya.

Agaknya kecintaan Mou terhadap kota London itulah yang membuat ia bergeming dari kota itu. Ketika ia pertama kali menginjakan kaki di London saat ia membesut Chelsea 2004 silam, ia mengaku keluarganya sangat suka tinggal di kota itu. Apalagi prestasinya Chelsea kemudian terangkat. Lalu, untuk kali kedua, Mou merapat ke Chelsea, alasannya ia mau kembali karena warga itu mencintainya.

Rela digaji lebih kecil

Alasan utama Mou menerima menukangi Spurs memang belum jelas banget disampaikan Mou. Dia hanya ngaku bahwa dia ingin membawa passion dan kegembiraan bagi klub sebelah utara London itu. Tapi diyakini bahwa Mou memang nyaman untuk tinggal di kota itu meski dibayar 13 juta pound, angka yang lebih rendah dari klub sebelumnya. Bahkan, anak dan istrinya sudah kerasan tinggal di kota itu sejak mereka hijrah pertama kali. Hal itu memang dibenarkan Mou seperti ia sampaikan ke Eurosport saat masih di Chelsea, “Istri saya, anak-anak saya, dan saya sendiri sangat bahagia tinggal di London,” ucapnya. Kala itu ia mengaku akan mengakhiri karir profesionalnya di Inggris.

See also  Emrus Sihombing : Covid-19 Serahkan Saja ke Ahlinya

Mungkin atas dasar itulah Mou bersama keluarganya tetap betah di London. dan untuk menjamin kebetahannya itu ia harus menghasilkan sesuatu dan kemudian menerima pinangan Spurs yang secara finansial lebih rendah dari klub Setan Merah.

Tapi apakah seperti itu? Bisa iya dan bisa juga tidak. Di klub baru tersebut, Mou dituntut menghadirkan piala bagi lemari Spurs yang memang sudah lama kosong. Prestasi Spurs paling tinggi adalah menjadi finalis Piala Champions dan sesudah itu grafiknya naik turun. Bahkan musim ini di liga domestik berada di urutan 14.

Harapan Besar Spurs

Pertaruhan dengan menyewa jasa Mourinho bagi Spurs menurut Daniel Levy sang Chairman adalah perjudian besar dengan maksud tertentu. Levy, perlu mempertahankan pemain-pemain muda yang punya kualitas mumpuni, macam Son, Kane, Dele Alli hingga pemain muda Winks. Levy punya firasat, para pemain-pemain itu bakal minta dijual dengan prestasi Spurs yang tidak kunjung baik. Maka Mou adalah solusinya. Tujuan lainnya, bersama Mou Tottenham tengah menggarap proyek serius di masa depan.

See also  Togi Simanjuntak : Covid 19, Apa yang Tabu Jadi Tidak Tabu

Dibanding tetangganya Arsenal dan Chelsea, Spurs memang klub buruk selama 10 tahun belakangan. Nir gelar di semua kompetisi. Untuk maksud itulah, Levy berharap Mou dapat membawa tuah meski bujet Spurs sejauh ini menjadi klub paling minim mengeluarkan uang untuk belanja pemain.

Bagi Mou kenyamanannya tinggal di kota London bakal diuji. Prediksi banyak pengamat mengatakan, Mou akan memaksa Levy merogoh kantongnya dalam-dalam untuk menjadikan Spurs seperti Chelesa di tahun 2004. Ada nama-nama yang bakal ia sodorkan, sebut saja macam Garret Bale, Nemanja Matic hingga Paulo Dybala yang dirumorkan bakal dibeli oleh Mou.
Di luar itu, Mou memang harus menunjukkan bahwa dirinya masih sebagai peracik strategi jitu. Potensi pemain muda yang ia singgung dalam wawancara resmi klub itu dan permainan koletivitas skuatnya yang ia sukai. Soal yang terahir ini memang telah proven ketika ia di Chelsea.
Kota London bagi Mou memang kota nyaman dan sepakbolanya membuat ia lebih nyaman. Semoga akan lebih seru!
penulis : phil artha senna
@arthasenna

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *