Koruptor Pembangunan GOR Lebong Bengkulu Diciduk Jaksa di Jakarta

Jakarta, chronosdaily.com – Jaksa menciduk dan mengamankan seorang koruptor dari Lebong, Bengkulu. Pria bernama Hary Subagyo itu ditangkap Tim Gabungan Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Bengkulu di kawasan timur Ibukota Jakarta, pada Jumat, 24 Januari 2020.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono menuturkan, Hary Subagyo adalah terpidana kasus korupsi Pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) Terpusat di Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lebong, Bengkulu, pada tahun anggaran 2008-2009.

Pria berusia 64 tahun itu telah diputus bersalah melakukan korupsi berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2860K /Pid.Sus/2015 tanggal 07 Juni 2016.

Atas korupsi yang dilakukan Hary Subagyo, Negara dirugikan sebesar Rp. 6,3 Milyar. “Terpidana Hary Subagyo sudah diterbangkan ke Bengkulu dengan pengamanan Tim. Penerbangan melalui Bandara Soekarno-Hatta, sekitar  pukul 18.55 WIB. Terpidana Hary Subagyo diterbangkan ke Bengkulu untuk menjalani Putusan Pengadilan terhadap dirinya,” tutur Kapuspenkum Hari Setiyono, Minggu (25/01/2020).

Program Tangkap Buronan (Tabur) merupakan upaya optimalisasi penangkapan buronan pelaku kejahatan. Dalam rangka penuntasan perkara, baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus. Memang, ditetapkan target bagi setiap Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia yaitu minimal 1 kegiatan pengamanan terhadap buronan kejahatan untuk setiap triwulan.

See also  Komisioner Rangkap Jabatan Langgar UU, PBHI Jakarta Minta Komisi III Panggil Komisi Kejaksaan

Periode 2018-2019 terdapat 371 orang buronan pelaku kejahatan yang berhasil diamankan melalui program ini. Terdiri dari 207 orang buronan kejahatan di tahun 2018 dan 164 orang buronan kejahatan di tahun 2019. “Hary Subagyo ditangkap sebagai bagian kinerja Tabur perdana Kejaksaan Tinggi Bengkulu di Tahun 2020 ini,” ujar Hari Setiyono. [Jon]

Leave a Reply

Your email address will not be published.