Ketua Umum SNCI Suryo Atmanto Apresiasi Kapal Bertenaga Listrik di Batam

Batam, chronosdaily.com – Rencana Perusahaan RiSEA EBT Group untuk menerapkan kapal berbasis tenaga listrik di Kota Batam, diapresiasi penuh Ketua Umum (Ketum) Sinergi Nawacita Indonesia (SNCI), Dr. R.M. Suryo Atmanto. MBA. MRE.

Hal tersebut sejalan dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang sejak awal turut mendukung peralihan bahan bakar bensin ke listrik untuk kapal nelayan sebagai bagian dalam merealisasikan Batam sebagai Green City.

Suryo Atmanto optimistis dan mengapresiasi teknologi dengan beragam keunggulannya ini yang dianggap akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, khususnya para nelayan “Saya sangat mengapresiasi hal ini, selain merupakan salahsatu program yang digaungkan SNCI, penerapan kapal berbasis tenaga listrik juga merupakan salahsatu teroboson yang memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar minyak,” ujar Suryo Atmanto, Kamis (04/03/21) di sela melakukan ujicoba motor tempel bertenaga listrik di pelantar kawasan Batam Lestari, Batam.

Menurut Suryo Atmanto, penggunaan motor tempel berbahan bakar listrik ini perlu didukung oleh semua pihak. Dan saat ini yang perlu dilakukan, bagaimana agar keberadaannya terus disosialisasikan ke masyarakat.

See also  Penghuni Apartemen Green Bay Pluit Disosialisasi Pencegahan Virus Corona

“Kalau keunggulannya tak diragukan lagi. Yang terpenting dilakukan saat ini adalah bagaimana agar pesan dan inovasi ini sampai ke masyarakat serta pengambil kebijakan baik di daerah maupun di pusat, sehingga masyarakat dan pengambil kebijakan mengetahui produk ini,” ujar pria yang juga menjabat Managing Director Pollux Group dengan proyek monumentalnya di Batam, Pollux Habibie.

Sementara itu, CEO RiSEA EBT Group, Sumardi, mengatakan motor tempel listrik berbasis baterai yang diuji coba pihaknya kali ini berkekuatan 5.0 Kw dengan teknologi baterai lithium terkini. Produk yang diproduksi RiSEA Group ini kata Sumardi memiliki banyak keunggulan, di antaranya ramah lingkungan, berbiaya murah, tidak bising serta gampang penggunaannya.

“Banyak keunggulan produk ini. Disamping ramah lingkungan dan tidak bersuara bising, biayanya juga sangat murah,” ujar Sumardi. Disamping itu terang Sumardi lagi, teknologi  konversi energi berbasis EBT (baterai), selain aplikasi maritbaterai juga bisa plug in untuk penerangan perumahan di pesisir sebagai home system lighting.

Ditambahkan pria yang juga menjabat sebagai Ketua Nawacita Provinsi Kepri ini, untuk tahap awal pihaknya berencana menggunakan teknologi tersebut buat kapal nelayan serta transportasi antar pulau terdekat.

See also  Ranperda Zonasi Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil Kalimantan Timur Ditolak

“Tahap awal inovasi ini kita akan pasarkan untuk nelayan dan pemilik transportasi antar pulau dalam wilayah. Dan ke depannya baru kita merambah ke transportasi umum dan kapal dengan sepesifikasi berskala besar,” terang Sumardi. Turut hadir dalam ujicoba tersebut pengurus pusat SNCI lainnya, yakni Ketua I, Leo RT Panjaitan SH.MH, Wakil Sekretaris Jenderal, Dr Tom Edward Napitupulu. [UP]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *