Ketua Tim Advokat OAP Sugeng Teguh Santoso Meminta Terdakwa yang Ditahan Untuk Dibebaskan

Jayapura, chronosdaily.com – Ketua Tim Advokat Untuk Orang Asli Papua (OAP) Sugeng Teguh Santoso mengatakan, masa penahanan untuk para terdakwa kerusuhan yang terjadi pada  tanggal 29 Agustus 2019 yang diancam hukuman dibawah 9 tahun dan dikenakan Pasal 170, Pasal 160 Pasal 363 sudah lewat batas waktu. Oleh karena itu, masa tahanan para terdakwa sejak Minggu 26 Januari 2020 pukul 12.00 WIT berakhir.

Melalui pernyataannya, Sugeng Teguh Santoso menyampaikan bahwa ada 18 terdakwa dalam berkas perkara yang ditangani oleh Ketua Majelis Hakim Maria Magdalena Sitanggang dan Ketua Majelis Hakim Alexander Joseph Tetelepta.

chronosdaily
go

Ketua Majelis Hakim Maria Magdalena Sitanggang menangani: (1). Elo Hubi, Ari Asso dan Ruvinus Tmabanop  dalam perkara pidana Nomor 571/Pid.B/219/PN Jap ; (2). Ronal Wandik, Yusuf Marthen Moay Jhoni Weya, Persiapan Kogoya dan Mikha  Asso 572/Pid.B/219/PN Jap ; (3) Dorty Kawena 564/Pid.B/219/PN Jap ; (4). Yali Loho 565/Pid.B/219/PN Jap ; (5). Pandra Wenda 566/Pid.B/219/PN Jap ; (6). Yoda Tabuni 567/Pid.B/219/PN Jap ; (7). Ferius Entama 568/Pid.B/219/PN Jap ; (8). Agustinus L. Mohi 570/Pid.B/219/PN Jap

See also  Wakil Camat Koja Serahkan Langsung Akte Kematian Bagi Warga Lagoa

Sementara Ketua Majelis Hakim Alexander Joseph Tetelepta yang menangani: (1). Oktovianus Hisage dalam perkara pidana Nomor 550/Pid.B/219/PN Jap ; (2). Piter P. Meraudje dalam perkara pidana Nomor 551/Pid.B/219/PN Jap ; (3). Yoda Tabuni dan Yosam Wenda dalam perkara pidana Nomor 552/Pid.B/219/PN Jap ; (4). Yorgen Abui dan Valerio Yaas dalam perkara pidana Nomor 553/Pid.B/219/PN Jap ; (5). Vincent Kalvin Dogopia dalam perkara pidana Nomor 574/Pid.B/219/PN Jap; (6). Dolvinus Hisage dalam perkara pidana Nomor 583/Pid.B/219/PN Jap.

Dengan tegas, Sekjen Peradi RBA Sugeng Teguh Santoso yang dipercaya sebagai Ketua Tim Advokat OAP (Orang Asli Papua) menekankan bahwa, “Para terdakwa ini harus keluar sebab sudah melewati batas waktu. Sejak para terdakwa ini ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 29 Agustus hingga tanggal 26 Januari 2020.” Harusnya sudah dikeluarkan, lanjut Sugeng Teguh Santoso melalui siaran pers yang diterima Chronosdaily.

Menurut Sugeng, pihaknya telah mengajukan surat pada hari Jumat 24 Agustus 2019 kemarin kepada pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura dan pihak pengadilan telah membantu menyampaikan kepada jaksa agar bisa dikeluarkan dari tahanan di Mapolda Papua. Lebih lanjut Sugeng juga mengatakan bahwa dirinya selaku Ketua Tim Advokat OAP sudah meminta untuk berkirim surat sebagai syarat administratif,  tetapi menurut Majelis Hakim hal tersebut tidak perlu karena sudah lewat masa tahanan. Secara aturan hukum, para terdakwa ini harus dilepaskan.

See also  Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Aren di Kabupaten Tobasa

chronosdaily

Sementara itu, masih menurut Sugeng Teguh santoso, untuk berkas perkara yang ditangani oleh Majelis Hakim, Alexander Tetelepta, pihaknya meminta di persidangan agar jaksa melepaskan para terdakwa hari ini (kemarin-red).  “Pertama memang sudah melewati batas waktu penahanan karena sudah ditahan selama dua bulan. Orang yang ditahan tanpa bukti hukum itu bisa menuntut kembali.  Sebab mereka ditahan tanpa dasar hukum. Negara harus mengganti kerugian mereka,” pungkas Sugeng Teguh Santoso dan tim advokat yang terus mengawal dan mendampingi para terdakwa disetiap persidangan. [Jerimia R. Vegas]

Leave a Reply

Your email address will not be published.