Kelola Museum dan Taman Ismail Marzuki Bisa Dengan Sistem Badan Layanan Umum

 

Jakarta, chronosdaily.com – Untuk mengelola dan merawat museum, bisa dilakukan dengan system Badan Layanan Umum (BLU). Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYAJhohannes Marbun menyampaikan, pengalamannya saat pendampingan pasca kasus pencurian puluhan koleksi emas masterpiece Museum Negeri Sonobudoyo (MNSB), sistem pengelolaan museum dengan sistem BLU sudah pernah dilakukan.

“Jadi, pasca kasus pencurian puluhan koleksi emas masterpiece Museum Negeri Sonobudoyo, saya pernah diminta Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Konsultan Pendamping Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta. Bersama 8 orang lainnya, yang terdiri dari akademisi, praktisi, seniman maupun pemerhati. Kami bersepakat, pengelolaan yang tepat untuk MSNB adalah dengan system Badan Layanan Umum atau BLU,” tutur Jhohannes Marbun atau yang akrab disapa Joe ini, Kamis (30/01/2020).

Menurutnya, dengan BLU, pengelolaan museum bisa memperoleh dana dari kegiatan atau usaha-usaha yang dilakukan oleh museum. Walau tujuannya bukan untuk mencari keuntungan. “Atau bahasa lainnya sebagai lembaga nirlaba,” katanya.

Selanjutnya, kata Joe, dana yang diperoleh akan pergunakan untuk membiayai kembali kegiatan-kegiatan di museum. Pihak museum juga tetap berhak mendapatkan dana rutin dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda), selama proses aktivitas tidak dapat ditutupi dari dana-dana yang diperoleh museum.

See also  TEC Sosialisasi Perda Anti Narkoba

Untuk personil yang mengelola BLU, yakni Direksi dan Manajemennya, lanjut Joe, tidak mesti berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Merujuk ke pengalaman kami tersebut, sesungguhnya sudah banyak badan atau lembaga pemerintah dan pemda yang statusnya Badan Layanan Umum (BLU) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), seperti Rumah Sakit. Dan juga salah satu yang lain adalah Taman Pintar Yogyakarta,” katanya.

Nah, untuk pengelolaan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Joe juga menyarankan agar dilakukan dengan system BLUD. Jadi, BLUD bisa dijadikan sebagai alternative sebagai win-win solution  bagi semua pihak. “Termasuk dalam pengelolaan Taman Ismain Marzuki ke depan,” ujarnya. Joe mengajakan para stake holder, seniman, praktisi dan pihak-pihak terkait, untuk lebih menyeriusi pengelolaan TIM dengan metode Badan Layanan Umum. “Kiranya bagi teman-teman yang berminat, rencana itu bisa kita diskusikan,” ujar Joe. [Jon]

Leave a Reply

Your email address will not be published.