Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto : Polisi Tidak Menahan Sudarto

Jakarta, chronosdaily.com – Polda Sumatera Barat membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap Sudarto Toto, aktivis Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka) Padang. Penangkapan terjadi karena pelaku melalui akun medsosnya (Facebook Sudarto Toto) diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian atau permusuhan SARA dan postingan lainnya yang terkait berita bohong atau hoaks.

Sudarto ditangkap tanpa perlawanan pada Selasa (7/1) pukul 13.30 waktu setempat di Kantor Pusaka Foundation, Jalan Veteran, Padang, Sumatera Barat. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa ponsel dan tangkapan layar unggahan Sudarto di akun Facebook miliknya. ada sembilan orang yang sudah menjalani pemeriksaan terkait kasus ini. Di antaranya termasuk pelapor, Ketua Pemuda Jorong Kampung Baru di Nagari Sikabau, Harry Permana, serta dua orang ahli, yakni ahli bahasa dan ahli ITE.

SETARA Institute menilai penangkapan terhadap Sudarto terkait isu pelarangan Natal di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, merupakan upaya kriminalisasi. “SETARA Institute mengutuk kriminalisasi yang dilakukan oleh Polda Sumatera Barat atas Sudarto. Tindakan kriminalisasi tersebut, nyata-nyata menunjukkan arogansi kepolisian dalam menggunakan kewenangan polisionalnya untuk membungkam kritik dan pembelaan atas kelompok minoritas,” ujar Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos lewat keterangan tertulis pada Selasa malam, 7 Januari 2020.

See also  Hambat Agenda Berantas Korupsi, Jokowi Diminta Segera Batalkan Revisi UU KPK
Ketua DPD PSI Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, S.H

Ketua DPD PSI Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, S.H., menyatakan bahwa penangkapan Sudarto karena menyuarakan hak-hak orang yang ditindas karena menjalankan agama atau kepercayaannya di Sumbar, sama halnya melakukan pembiaran terhadap pelanggaran hak atas kebebasan beragama dan bekepercayaan yang selama dimotori oleh kelompok-kelompok intoleran.

“Penangkapan Sudarto karena menyuarakan ketidakadilan terhadap kelompok minoritas di Sumbar, adalah legitimasi tindakan intoleran terhadap kelompok minoritas agama. Yang diposting Sudarto di media sosial, agar pemerintah bertindak konstitusional terhadap hak-hak warga negara. Tidak ada nuansa kebencian berdasarkan SARA”, Kecam Sugeng, yang juga Sekretaris Jenderal Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) itu. Melalui siaran pers, Sugeng Teguh Santoso memrotes keras penangkapan Sudarto dan mendesak Polda Sumbar segera melepas Sudarto, dan meminta Kapolri untuk melakukan evaluasi atas peristiwa penangkapan Sudarto.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto
chronosdaily
go

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat Komisaris Besar Stefanus Satake Bayu Setianto segera melakukan klarifikasi dan mengatakan bahwa polisi tidak menahan Sudarto. Aktivis lembaga Pusat Studi Aktivitas Pusat (Pusaka) ini, sebelumnya ditetapkan menjadi tersangka atas tuduhan menyebarkan kebencian melalui media sosial ketika perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya. “Belum ditahan. Kemarin habis ditangkap, lalu diperiksa. Setelah 1×24 jam, setelah itu dilepas. Belum ada penangguhan karena beliau belum ditahan,” jelas Stefanus. Stefanus menyebut Sudarto dilepas karena yang bersangkutan kooperatif selama proses pemeriksaan. Sudarto juga tidak ditahan atas permintaan keluarga dan tim kuasa hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.