Joshua B. Tewuh Terusik Andi Hamzah Sebut Manado dan Bali Toleran Kumpul Kebo

Jakarta, chronosdaily.com – Joshua B. Tewuh sempat menonton tayangan Indonesia Lawyers Club yang membahas soal Kontroversi RKUHP: Dari Pasal Kumpul Kebo Sampai Penghinaan Presiden. Joshua merasa terusik dengan komentar yang disampaikan oleh Prof. Andi Hamzah dan dilakukan atau disaksikan oleh publik melalui siaran televisi. “Kalau dia bicara untuk konsumsi terbatas dihadapan kalangan yang terbatas pula, mungkin itu sah saja. Saya juga tidak mau ambil pusing.” Sergah Joshua yang dikenal sebagai tokoh apologetik Kristen ini.

Dalam pernyataannya beliau sebagai pakar hukum pidana Indonesia menurut kami sangat memberi citra buruk terhadap keluarga besar orang Manado atau Minahasa dan agama Kristen pada umumnya. Karena pernyataan itu menyesatkan bahwa Kristen adalah agama yang toleran dan Minahasa adalah suku yang toleransi terhadap kumpul kebo seperti yang ada di salah satu pasal dalam RKUHP,” katanya dalam jumpa pers Rabu (25/9).

Andi Hamzah,  Guru Besar Hukum Pidana, kelahiran Sengkang, Sulawesi Selatan, Pada tahun 1991 Andi mendapatkan penghargaan Karya Satia 20 tahun dari Presiden RI dan Anugeraha Sewaka Winayaroha dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Depdiknas RI, pada tahun 2007. Setidaknya telah menghadirkan 25 buku ilmiah dan berbagai makalah dalam bidang hukum. ia adalah seorang jaksa karier selama 39 tahun hingga menjadi Staf Ahli Jaksa Agung Republik Indonesia.

Andi yang pernah menjadi Jaksa  Sulawesi Utara ( Sulut)  kemudian mengatakan alasan kenapa daerah ini menolerir kumpul kebo di Minahasa, Manado. “Saya pernah jaksa di sana. Memang betul banyak sekali yang kumpul kebo di sana. Jaksa juga kumpul kebo. Tapi bukan saya ya,” katanya. “Karena mereka Kristen tidak boleh kawin dua. Kalau institusi tak berfungsi mau ke mana dia. Kalau Islam kawin siri. Kalau dia, kumpul kebo lah,” katanya.

Komentar diatas langsung dibantah dan ditolak oleh Joshua B. Tewuh yang Rabu petang kemarin menggelar jumpa pers di Kalibata City, Jakarta Selatan. “Untuk ukuran moral, agama Kristen tidak membuka celah untuk ditafsir sebagai pintu untuk melakukan perselingkuhan, apalagi kumpul kebo. Tidak boleh bercerai bukan alasan untuk mengakomodir berhubungan dengan orang lain.” Menurut Joshua, sangat sesat kalau mengikuti alur berpikir seperti itu. “Jangankan kumpul kebo, berimajinasi dengan orang lain saja, di ajaran Kekristenan sudah disebut berzinah. Belum melakukan tindakan zinah, baru mengingini secara nafsu dan syahwat saja, itu sudah berzinah. Saya tidak tau agama lain, mungkin sampai melakukan berkali-kali tanpa nikah dan tidak tercatat oleh negarapun diakomodir sebagai pasangan yang sah, saya tidak mau mengomentari itu.”

Diketahui sebelumnya, Indonesia Lawyers Club membahas soal Kontroversi RKUHP: Dari Pasal Kumpul Kebo Sampai Penghinaan Presiden, yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta, Selasa 24 September 2019. Salah satu pasal kontroversi yang ditanggapi Andi Hamzah adalah soal kumpul kebo.

Lanjutan ILC, Andi Hamzah mengatakan hukum mengenai kumpul kebo di Indonesia masalah paling sulit. kata Andi, memerkarakan kasus kumpul kebo itu bukanlah hal mudah. Disebutkan bahwa karena kumpul kebo termasuk ke dalam ranah delik aduan, bukan delik pidana.

Sementara itu, saat ini, Pasal 485 RUU KUHP menyebutkan, setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami-istri di luar perkawinan yang sah, dipidana penjara paling lama 1 tahun atau pidana paling banyak Rp 30 juta. “Selama tidak ada yang mengadu, dan tidak merasa ada yang menjadi korban yang melaporkan kasus itu ke polisi, maka tidak akan terungkap itu kasus kumpul kebo,” kata Andi Hamzah.

Atas 2 komentar tersebut, menyebut Minahasa dan agama Kristen toleran terhadap kumpul kebo, “Saya sebagai ketua umum Jaga Kawal Kekristenan Indonesia atau Christian Watch kami menyampaikan pada yang bersangkutan bahwa ucapan itu tidak pantas disampaikan oleh seorang pakar hukum pidana. Saya mendapat telpon dari saudara-saudara dari Minahasa dengan pernyataan itu dan meminta Christian Watch mengambil sikap. Dan akhirnya kami melakukan ini dan menyampaikan sikap ini pada publik,” kata Joshua. Joshua B. Tewuh selaku ketua umum Christian Watch, didampingi oleh Ricardo Putra (Sekum Christian Watch), Pdt. Charles Simamora, dan konsultan hukum Tonny Purba SH. [RA]

 

 

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *