Joshua B. Tewuh : Christian Watch Menjaga dan Mengawal Kekristenan di Indonesia

Jakarta, chronosdaily.com – Persekusi dan diskriminasi dalam berbagai bentuk masih kerap terjadi di negara ini, Joko Widodo sejak menjabat presiden yang menggaungkan kebhinnekaan seakan tak juga memberikan titik terang.  Tidak ada jejak keberpihakan Jokowi terhadap kelompok minoritas, pun para politisi yang dilahirkan gereja terkatup dalam diam. Urusan SKB 2 Menteri yang kerap jadi batu sandungan pendirian rumah ibadah bagi kelompok minoritas, lagi-lagi Jokowi tidak melakukan apa-apa. Padahal sebagai presiden, ia memiliki kuasa untuk memerintahkan menterinya mencabut peraturan bermasalah tersebut.

Joshua B. Tewuh, tampil untuk melebarkan sayap lembaga Indonesian Christian Watch yang dirintisnya sejak 2001. Kepada Chronosdaily, Joshua menjelaskan bahwa Indonesian Christian Watch adalah LSM Kristen yang mengkhususkan diri dalam menjawab panggilan Illahinya untuk menjadi Penjaga & Pengawal serta Pembela Kekristenan di Indonesia.

Bagi Joshua, kehadiran ICW menjadi sangat penting. Alasan yang dikemukakan adalah, “Keterpanggilan Illahi untuk menjaga, mengawal dan membela Kekristenan Indonesia dari serangan ‘teologi hitam’ kaum mualaf anti kristen dan upaya TSM berupa penggerogotan dari dalam terhadap sendi sendi kekristenan dari ajaran sesat ‘teologi putih’ kaum bida’ah kristiani / sekte sesat yang mengatas- namakan diri mereka ‘kaum kristen reformis’, serta dari ‘teologi abu-abu’ kaum teolog pluralis dan kaum teolog liberalis yang menyasar penghancuran fondasi kekristenan yakni Kitab Suci Alkitab dengan penghembusan issue akan ketidak-sahihan Alkitab sebagai Kitab Suci yang benar, “

See also  Angka Kesembuhan COVID-19 Indonesia di Atas Rata-rata Dunia

Dalam lanjutan keterangannya, Joshua B. Tewuh yang kini menggembalakan jemaat “Suatu Umat Bagi NamaNya” di Kalibata City ini menyampaikan bahwa, “Disamping upaya TSM untuk mengaburkan iman kristen yang benar dengan memunculkan konsep injil yang lain, yesus yang lain dan roh yang lain untuk tujuan membingungkan, melemahkan dan mempasifkan upaya orang untuk datang kepada Tuhan yang benar hingga pada berhentinya orang mencari kebenaran sejati didalam Kitab Suci Alkitab, disamping kepedulian terhadap serangan ‘teroris’ berupa penyegelan, penutupan hingga pembakaran dan pengeboman gereja, serta penistaan dan pelecehan simbol simbol suci kekristenan sperti: Salib, Kitab Suci Alkitab dan Gelar Keimamatan Pendeta & Pastor sampai kepada penghinaan terbuka terhadap Yesus Kristus, yang sering dilakukan oleh kaum mualaf dari pemurtad kristen, cukup menjadi alasan yang kuat ICW dibutuhkan di Indonesia.” Tegasnya.

Indonesia Christian Watch (ICW) sendiri, seperti dijelaskan penggagas Sekolah Alkitab KALAM ini berharap akan menjadi Lembaga Pendukung Yang Profesional bagi Dirjen Bimas Kristen dan Aras Aras Gereja Nasional dalam mengkonsultani permasalahan gereja gereja dan lembaga lembaga kekristenan yang bermasalah untuk mencari akar permasalahan dan untuk menemukan jalan keluar penyelesaian masalahnya. Disamping juga ICW dapat menjadi Crisis Center for Christian People di Indonesia.

See also  Chrispol : Partai Politik sebagai Necessary Evil dalam Demokrasi

Menjawab pertanyaan siapa saja yang akan berada di lembaga ICW, Joshua memaparkan bahwa ICW akan dikawal sejumlah tokoh dan pimpinan lembaga gerejawi. “Beberapa Ketum & Unsur Pimpinan Ormas Ormas Kristen Di Indonesia yang akan menempati posisi sebagai Anggota Dewan Pembina, terdapat juga beberapa Tokoh Nasional Yang Kristen baik yang masih aktif sebagai Pejabat Tinggi Negara maupun yang sudah purna tugas, baik dari kalangan TNI – POLRI maupun anggota legislatif dan yudikatif yang perduli terhadap kekristenan di Indonesia, yang menempati posisi sebagai anggota Dewan Penasehat, sementara saya sendiri sebagai pemrakarsa ICW duduk sebagai Ketua Umum didampingi oleh Sekum dan Bendum yang belum bersedia disebutkan namanya karena alasan profesi dan jabatan beliau beliau saat ini, didalam Kepengurusan Nasional (DPP ICW).” Lanjut Joshua, “Untuk kepengurusan Daerah sudah ada 6 sd 9 Orang yang menyatakan siap menjadi Ketua DPD ICW dan siap membangun struktur lengkap didaerah mereka masing masing. Sementara Dewan Pakar diisi oleh Para Apologet Kristen Ternama di Indonesia. “

See also  Kenapa Negara Gamang Menghadapi FPI ?

Rencana kegiatan terdekat, antara lain Kami akan menggelar Sarasehan Nasional Para Apologet Kristen dengan Ormas-ormas Kristen Se-Indonesia, dalam bentuk rembuk nasional, seminar apologetik serta pendeklarasian dan Pelantikan Kepengurusan Nasional yang lengkap ICW Periode 2019 – 2024, yang rencananya akan dilakukan oleh Dirjen Bimas Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si yang akan digelar di Jakarta, diakhir Bulan September 2019 ini, tuntasnya. [Roy Agusta]

chronosdaily

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *