Jalan Protokol Jakarta Terendam Banjir Akibat Curah Hujan Ekstrem

Jakarta, chronosdaily.com – Intensitas hujan yang cukup lebat sejak Selasa (31/12/2019) sore yang mengguyur lima wilayah ibukota Jakarta dan sekitarnya merendam sejumlah jalan protokol dan pemukiman warga. Bahkan, banjir kali ini melumpuhkan penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, sehingga penerbangan dialihkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tujuh kelurahan dari empat kecamatan di Jakarta dilaporkan terendam banjir. Ketujuh kelurahan itu tersebar di Jakarta Pusat, Selatan, Utara dan mayoritas Jakarta Timur. Ketujuhnya adalah Kelurahan Makasar, Kelurahan Pinang Ranti, Halim Perdana Kusuma, Kampung Melayu, Rorotan, Rawa Buaya, dan Manggarai Selatan. Selain Jakarta, banjir juga melanda Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan.

Tinggi banjir bervariasi, umumnya di pemukiman di kisaran 1-3 meter, untuk dataran rendah disinyalir ketinggian air mencapai 6 meter dari permukaan tanah. Hal ini terlihat dari terendamnya hunian 2 lantai hingga pemilik rumah di evakuasi dari atap rumah. Beberapa pusat perbelanjaan juga ditutup, termasuk kampus-kampus dan obyek vital lainnya.

Banjir kali ini ditengarai tergolong parah karena berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dilansir dari laman Antara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, penyebab utama banjir tersebut karena curah hujan yang mencapai 377 mm. Curah hujan tersebut cukup tinggi dan panjang dari biasanya. Sebenarnya, kata Basuki, dampak dari curah hujan yang cukup tinggi itu bisa ditanggulangi asalkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan programnya dengan cepat yaitu melakukan normalisasi sungai Ciliwung. Sebab, kata dia, saat ini Anies baru melakukan normalisasi sepanjang 16 kilometer (km) dari total 33 km.

See also  Viral Pesan Gempa Jawa di Medsos dan WAG, LIPI Ingatkan untuk Waspada dan Jangan Mudah Panik

Menurut Basuki, daerah di sekitar sungai yang sudah dinormalisasi tidak terkena banjir sama sekali. “Sementara wilayah yang banjir itu adalah wilayah yang belum dinormalisasi.” Penyebab lain dari banjir se-Jabodetabek iniĀ  adalah tertundanya pembangunan dua bendungan kering, yakni bendungan Ciawi dan bendungan Sukamahi. Setidaknya genangan banjir terjadi di 63 titik di berbagai kawasan, termasuk pemukiman warga.

chronosdaily

Data BNPB, daerah yang terdampak banjir terparah berada di sekitar Sungai Ciliwung, Kali Krukut, Kali Sunter, dan Kali Grogol. Sementara proses evakuasi dan pemberian bantuan bagi korban banjir di Jabodetabek terus berlangsung, diperkirakan dalam 2-3 hari ke depan akan masih terus berlanjut hingga genangan benar-benar surut.

Sejumlah daerah juga mengalami pemadaman listrik. Alasan keamanan dan keselamatan masyarakat menjadi hal utama. Listrik akan kembali menyala jika banjir telah surut dan tak lagi berisiko terhadap keselamatan serta keamanan. Akibatnya, aktivitas bisnis lumpuh karena berbagai akses lalu lintas terganggu dan pemadaman listrik untuk menghindari kortsleting. [Jerimia R. Vegas]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *