Jaksa Tetapkan Tersangka Korupsi, Akhirnya Alex Noerdin Gol Masuk Bui

Jakarta, chronosdaily.com – Bekas Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), yang kini menjadi Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Alex Noerdin, akhirnya gol masuk bui. 

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Alex Noerdin sebagai Tersangka dalam kasus korupsi pembelian gas bumi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan Tahun 2010-2019. 

Setelah ditetapkan sebagai Tersangka, Alex Noerdin langsung ditahan oleh Jaksa. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengumumkan, Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah melakukan penyidikan dan penetapan Tersangka terhadap 2 orang terkait kasus korupsi di Sumsel itu. 

“Dua orang ditetapkan sebagai Tersangka dalam kasus Tindak Pidana Korupsi Pembelian Gas Bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan Tahun 2010-2019,” tutur Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Komplek Kejaksaan Agung, Kamis (16/09/2021). 

Selain Alex Noerdin, Jaksa juga menetapkan MM atau Maddai Madang sebagai Tersangka di kasus yang sama. Maddai Madang adalah selaku Direktur PT DKLN, dan juga merangkap sebagai Komisaris Utama PT PDPDE Gas. Serta menjabat sebagai Direktur PT PDPDE Gas. 

See also  Pilihan Jokowi Oke, Nelayan Dukung Menteri BUMN Erick Thohir

MM ditetapkan sebagai Tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-31/F.2/Fd.2/09/2021 tanggal 16 September 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP- 27/F.2/Fd.2/09/2021 tanggal 16 September 2021. 

“Sedangkan AN adalah selaku Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2013 dan periode 2013-2018,” ujar Leonard Eben Ezer Simanjuntak. 

Alex Noerdin ditetapkan sebagai Tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-32/F.2/Fd.2/09/2021 tanggal 16 September 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP- 28/F.2/Fd.2/09/2021 tanggal 16 September 2021. 

Leonard melanjutkan, untuk mempercepat proses penyidikan, selanjutnya terhadap 2 Tersangka dilakukan penahanan. 

Tersangka MM dilakukan penahanan sesuai Surat Perintah Nomor: PRIN-21/F.2/Fd.2/09/2021 tanggal 16 September 2021 selama 20 hari. Terhitung sejak tanggal 16 September 2021 hingga 05 Oktober 2021, di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung. 

Dan, terhadap Tersangka AN dilakukan penahanan sesuai Surat Perintah Nomor: PRIN-22/F.2/Fd.2/09/2021 tanggal 16 September 2021 selama 20 hari. Terhitung sejak tanggal 16 September 2021 hingga 05 Oktober 2021 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung. 

See also  Wira Wedawitry : Jangan Benturkan Jadi Isu Agama dan Jangan Sebar Fitnah

“Kedua Tersangka langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan. Ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung,” jelas Leonard. 

Leonard menjelaskan, kasus ini bermula pada tahun 2010. Saat itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperoleh alokasi untuk membeli gas bumi bagian Negara dari dari Job PT Pertamina, Talisman Ltd, Pasific Oil And Gas Ltd, Jambi Merang (JOB Jambi Merang) sebesar 15 MMSCFD, berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengelola Minyak Dan Gas (BP Migas) atas permintaan Gubernur Sumatera Selatan. 

Kemudian, berdasarkan Keputusan Kepala BP Migas tersebut, terang Leonard, yang ditunjuk sebagai pembeli gas bumi bagian Negara tersebut adalah BUMD Provinsi Sumsel. Yaitu, Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatra Selatan (PDPDE Sumsel). 

Leave a Reply

Your email address will not be published.