Invasi Jepang dan Korea di Sepakbola Asia Tenggara

Sepakbola, chronosdaily.com РIndustri sepakbola modern di Asia Tenggara terkini, tak lepas atas hadirnya para pelatih Jepang dan Korea. Lima negara di Asia Tenggara tercatat menggunakan jasa pelatih asing dari Asia Timur. Kamboja (Keisuke Honda, Jepang), Thailand (Akira Nishino, Jepang), Singapura (Tatsuma Yoshida, Jepang), Vietnam (Park Hang-seo, Korea Selatan),  dan terakhir Indonesia (Shin Tae-yong, Korea Selatan).

Keisuke Honda/khmertimeskh.com

Federasi Sepak Bola Kamboja (FFC) menggaet bintang sepak bola Jepang, Keisuke Honda sebagai pelatih kepala Timnas Kamboja. Kontrak FFC dengan Honda berdurasi dua tahun sampai 2020 ini. Uniknya, meski menjadi pelatih dan GM di timnas Kamboja, status Keisuke Honda sampai saat ini adalah pemain dari klub profesional Melbourne Victory di Aussie.

Akira Nishino/thaipbsworld.com

Thailand menunjuk Akira Nishino untuk mewujudkan timnas Thailand menjadi raja sepakbola di Asia. Bagi Thailand, Asia Tenggara tak lagi menarik. Keputusan Thailand memilih Nishino bukan sekedar menang dan menjadi juara di laga sepakbola. Thailand sedang membangun kekuatan sepakbola modern di level Asia. Nishino yang identik dengan karakter timnas Jepang menjadi incaran Thailand menjadi negara Asia yang mentereng setidaknya di Piala Dunia bersama Jepang dan duo Korea.

Tatsuma Yoshida/sg.news.yahoo.com
chronosdaily

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) mengontrak Tatsuma Yoshida untuk timnas senior. Yoshida resmi bergabung dengan The Lions dengan kontrak berdurasi dua tahun. Tiga klub yang pernah ditanganinya adalah Kashiwa Reysol, Albirex Niigata, dan Ventforet Kofu.

See also  Arsenal Tundukan Vitorai SC
Park Hang-seo/vir.com.vn

Terpilihnya Park Hang-seo untuk melatih timnas Vietnam membuahkan hasil manis. Sejak menangani timnas Vietnam pada 2017, Park Hang-seo terbukti mampu membawa timnas Vietnam naik level. Park Hang-seo adalah sosok pelatih yang tegas dan disiplin. Untuk kualifikasi Piala Dunia, timnas Vietnam tak terkalahkan. Park Hang-seo terbilang sukses dan berpotensi kontraknya akan diperpanjang.

Shin Tae-yong/tasnimnews.com

Ketua Umum PSSI terpilih Mochamad Iriawan baru saja memperkenalkan Shin Tae-yong untuk menangani timnas Indonesia. Pernah menjadi asisten pelatih asal Belanda Guus Hiddink tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi Shin Tae-yong. Pemberitaan media-media Asia terkait pilihan Shin Tae-yong bergabung di timnas Indonesia disebut menguntungkan dirinya. Timnas Indonesia yang sedang naik daun ini akan semakin kinclong di tangan Shin Tae-yong. Disebutkan bahwa Shin Tae-yong selain mempunya tugas berat, ini kesempatan baginya, dan juga bagi timnas Indonesia untuk meraih peluang besar meloncat ke level lebih tinggi di laga internasional.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan

Dari data diatas, dapat diduga dengan kehadiran pelatih-pelatih Asia Timur di Asia Tenggara, ada keinginan  agresifitas tim nasional masing-masing negara untuk meningkatkan kecepatan bermain di lapangan sebagai strategi menyiasati kelebihan pemain-pemain eropa yang secara fisik lebih tinggi.

See also  Lisa Rumbewas Sangat Layak Jadi Duta PON XX Papua

Mengacu sukses negara-negara Asia Timur di pentas sepakbola internasional, terutama dari Jepang dan Korea, menginspirasi negara-negara sepakbola di Asia juga untuk memperkuat kolektifitas permainan. Tahun-tahun terakhir ini, perkembangan sepakbola modern di Eropa dan Amerika Latin tak lagi menggunakan seorang striker murni tetapi mulai menerapkan pemain-pemain multifungsi. [Jerimia R Vegas]

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *