Indonesia Pasti Ungguli Covid-19, Peluang dan Hikmah Di Balik Pandemi

Jakarta, chronosdaily.com – Presiden Joko Widodo menginstruksikan segera lakukan tes cepat (rapid test) dengan cakupan lebih luas untuk mendeteksi secara dini apakah seseorang terpapar virus korona penyebab Covid-19. Alat-alat pemeriksaan tersebut juga diharapkan dapat diperbanyak segera & tersedia luas di fasilitas kesehatan.

“Alat rapid test diperbanyak, juga perbanyak tempat untuk melakukan tes, dan libatkan rumah sakit baik milik pemerintah, BUMN, TNI dan Polri, swasta, serta lembaga riset dan kampus yang berrekomendasi,” kata Presiden saat Ratas Laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Istana Merdeka, Kamis (19/03/2020).

Ketua Umum Visi Indonesia Unggul (VIU) Horas Sinaga mengapresiasi langkah taktis yang diambil Presiden dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Horas pun memuji langkah strategis pembatasan lalu lintas orang dari dan ke Indonesia yang diambil pemerintah serta berlaku per 20 Maret 2020.

“Memang inilah keputusan terbaik yang dapat diambil. Bila hanya melihat perspektif memutus mata rantai penyebaran Covid-19 guna menekan semaksimal mungkin korban jiwa, memang seharusnya lockdown secara menyeluruh adalah yang terbaik diputuskan,” ujar Horas di Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (20/03/2020).

See also  Presiden Joko Widodo Resmikan PLTA di Kabupaten Poso

“Tapi pertimbangan Presiden Jokowi sangat seksama. Beliau tahu bahwa lebih dari 50 juta orang rakyat Indonesia adalah pekerja informal dan bergantung dari interaksi antar masyarakat sehari-hari. Akan sangat tidak adil buat mereka bila pemerintah berlakukan lockdown secara menyeluruh,” tegas Horas lagi.

Peluang dan Hikmah Di Balik Pandemi

Menanggapi dampak Covid-19 terhadap perekonomian, Praktisi Koperasi Milenial dan Ekonomi Kerakyatan Frans Meroga Panggabean mengatakan bahwa ini bisa jadi titik balik dimulainya UMKM fokus menekan impor atas barang konsumsi terutama hasil pertanian. Dengan terganggunya aktifitas ekspor dan impor global dalam masa pandemi ini adalah hikmah yang dapat segera ditangkap oleh pelaku ekonomi kerakyatan.

“Berdasarkan rilis BPS terakhir, Indonesia impor barang konsumsi hasil pertanian sampai US$ 10 Miliar sepanjang 2019 atau sebesar Rp 140 Triliun. Bila produk UMKM dapat berorientasi subtitusi impor, maka sama artinya mencetak minimal 2 juta orang agropreneur baru,” ujar Frans di Nasari Sentra KUKM, Jumat (20/3/2020).

Pihaknya menjelaskan bahwa strategi ini juga akan langsung membidik 4 manfaat sekaligus. Yaitu akan mencetak lapangan pekerjaan baru, menekan angka kemiskinan, serta diyakini mengatasi defisit neraca perdagangan, bahkan juga jadi momentum kebangkitan kedaulatan pangan nasional.

See also  UMK Melambung Tinggi, Industri Banten Bersiap Tutup Dan Hengkang

“Masukan kami kepada Menteri Koperasi baru-baru ini ternyata diamini dan didukung oleh beliau. Terima kasih Pak Teten telah sampaikan semangat ini kepada teman-teman gerakan koperasi sewaktu rangkaian kunjungan di Jawa Tengah minggu lalu,” puji Wakil Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari ini.

Ketua Pengembangan Organisasi & Usaha VIU ini pun menambahkan bahkan peluang lain pun dapat dimanfaatkan dari pandemi Covid-19. Kebiasaan masyarakat Indonesia mengkonsumsi ramuan jamu tradisional juga dapat menjadi titik balik. Khasiat jamu terbukti bisa jadi obat untuk berbagai penyakit, menjaga kesehatan, juga termasuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Bayangkan bila seluruh 250 juta rakyat Indonesia rutin konsumsi setiap hari jamu ramuan jahe, temulawak, kunyit, dan serai. Itu minimal kebutuhan nasional atas empon-empon mencapai 2 juta ton untuk setiap jenis rempah tersebut,” cetus lulusan MBA dari Universite de Grenoble, Perancis itu.

“Coba kita hitung, 4 jenis rempah berarti bisa sampai 8 juta ton. Nilai uangnya bisa mencapai Rp. 70 triliun berarti tambahan mencetak 1 juta orang agropreneur baru lagi. Jadi sungguh dahsyat total akan lahir sampai 3 juta orang agropreneur baru,” seru penulis “The Ma’ruf Amin Way” ini.

See also  MRIN-UPH Berpartisipasi Temukan Antiserum IgY Sebagai Alternatif Pengobatan Covid-19

Mengakhiri, Frans kembali menserukan Gerakan Nasional Minum Jamu Tradisional yang selalu didengungkan Visi Indonesia Unggul (VIU), karena selain bermanfaat meningkatkan imunitas tubuh, juga konkrit implikasinya bagi ekonomi kerakyatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.