Indonesia Darurat PHK. Jangan Salahkan Pengusaha Jikalau Terjadi PHK Massal

Pengusaha tidak mau dipersalahkan jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19 ini. Soalnya, pengusaha juga mengalami imbas yang teramat sangat buruk di situasi pandemi ini. Hal itu ditegaskan Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT), Annar Salahuddin Sampetoding meresponi desakan buruh yang meminta tidak dilakukannya PHK di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Kacau, kondisi pengusaha kacau. Sangat kacau. Ditambah lagi dengan ulah pihak perbankan yang malah terus menekan pengusaha. PHK itu pasti terjadi. Jika tidak ada langkah dari Pemerintah untuk melakukan upaya luar biasa, bagi pengusaha dan buruh. PHK secara besar-besaran itu pastilah akan terjadi. Jangan salahkan pengusaha dong,”tutur Annar Salahuddin Sampetoding, Selasa (14/04/2020).

Pengusaha asal Indonesia Timur ini mengatakan, setiap sektor kehidupan kena imbas yang parah dari Covid-19. Oleh karena itu, buruh pun mestinya mengerti dengan situasi yang sama-sama dialami oleh seluruh masyarakat Indonesia. Annar menyatakan, pengusaha bukannya tidak mau membayar upah dan Tunjangan Hari Raya (THR) buruh. Namun, pengusaha juga dibelit persoalan kondisi perekonomian yang sangat sulit. “THR mau dibayar dari mana lagi? Upah saja sudah tidak mampu dibayar kok. Ini realitas. Kondisi riil pengusaha di Indonesia sekarang,” jelasnya.

Annar Salahuddin Sampetoding yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) ini melanjutkan, apabila tak ada langkah strategis yang dilakukan Negara maupun pemerintah untuk menyelamatkan pengusaha dari situasi yang sangat terpuruk ini, maka PHK besar-besaran itu tak bisa dihindarkan. Dia mengungkapkan, sudah hampir mencapai 70 persen pengusaha Indonesia terancam gulung tikar.  “Tidak elok kalau saya katakan semua. Mungkin mencapai 70% kurang lebih, perusahaan tutup,”imbunya.

See also  Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi Minta Para Jaksa Gencar Berinovasi 

Sedangkan, upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan ini, belum tampak upaya riil. Seharusnya, lanjut Annar, pemerintah harus segera hadir memecahkan persoalan ini. “Kita harapkan pemerintah harus hadir memberikan perhatian. Sesuai amanah UUD dan Pancasila, pemerintah harus mengawasi dan mengaudit pengawas lembaga keuangan, OJK, Perbankan dan lembaga keuangan lainnya,”ujarnya.

Menurut dia, saat ini pun, pada faktanya, perekonomian dan keuangan Indonesia hampir padam karena pengusaha tak dibantu untuk mengelola usahanya. Di Amerika Serikat saja,  lanjutnya, yang ekonominya sangat kuat, terjadi PHK massal. Tetapi rakyatnya diberikan jaminan sosial oleh pemerintahnya. “Di sini, boro-boro mendapat pinjaman. Banyak pengusaha yang dieksekusi menjadi kredit macet. Utamanya pada bank swasta. Jadi maka saya katakana, kondisi ini kacau dan makin dikacaukan lagi oleh pihak perbankan,”ujarnya.

Sehingga, pengusaha tidak mau dituduh lari dari tanggung jawab. Faktanya, kondisi Indonesia memang sedang terpuruk. “Jangankan buruh dan diri pengusaha itu sendiri, pengusaha pun sudah tak memikirkan virus corona ini,”cetusnya.

Meski begitu, Annar berkeyakinan,  pandemi Covid-19 ini pasti berlalu, meski kita tidak tahu sampai kapan. Tetapi setelah ini,  lanjutnya, akan terjadi perubahan yang signifikan. Akan bermunculan perusahaan model baru. Di sinilah pemerintah harus bersiap dengan regulasi baru denga tata cara dan model baru, yang efisien dan efektif. “Bisnis dunia aplikasi dengan mode online. Itu yang lebih efisien dan efektif.  Contoh gojek, grab, Traveloka dan Alibaba.com dan sebagainya. Itu pun, kalau mereka-mereka tidak membuat perubahan  pasti mereka juga habis,”terangnya.

See also  Mabes Polri Diserang Terduga Teroris, Eva Yuliana: Jaringan Pelaku Teror Sedang Panik

Tak bisa dipungkiri, wabah Covid-19 ini meluluhlantakkan hampir semua sektor perekonomian Indonesia. “Ini luar biasa berbahaya. Tidak bisa diprediksi. Semua dihancurkan. Bukan hanya perekonomian dan pengusaha, semua sendi dirusak. Persoalan ini adalah persoalan yang sangat amat serius loh. Jangan dianggap main-main ini,”ujarnya.

Di beberapa Negara kecil, lanjutnya, memang ada yang tampaknya bisa bertahan di tengah terjangan Covid-19. Itu pun dikarenakan kecil wilayahnya dan penduduknya tak sebanyak Indonesia. Lagi pula, sistem perekonomian Negara kecil itu tidak rapuh. “ Itulah bedanya dengan Indonesia. Sistem perekonomian kita sangat amat rapuh. Dalam kondisi seperti sekarang, menjadi sangat nyata bahwa kemandirian ekonomi itu tak ada. Rapuh. Karena tersentral di Pemerintah Pusat,”ujar Annar.

Menurutnya, beberapa Negara menerapkan sisten perekonomian yang terdesentralisasi. Termasuk di Indonesia, sudah sejak lama didengung-dengungkan, namun tak pernah terlaksana. Perlu diketahui, katanya, masing-masing daerah memiliki kemampuan masing-masing mengelola perkonomiannya. Sehingga, begitu ada goncangan ekonomi, tidak akan ambrol ekonomi rakyat.

Untuk mengatasi persoalan ini, katanya lagi, tidak bisa dilakukan hanya sektoral saja. “Makanya, saya katakan, semoga semua bangsa Indonesia MPR, DPR, utamanya Bapak Presiden menyadari bahwa aturan kenegaraan atau tata negara kita dengan sistem sentralisasi sangat rapuh dan tidak sehat. Kembalilah ke amanah UUD dan Pancasila,”tuturnya.

See also  Koperasi dan UMKM Harus Jadi Pahlawan Menghadapi Dampak Ekonomi Covid-19

Harapan Annar sebagai pengusaha di situasi ini, kiranya cepat berlalu pandemic ini. Setelah Pandemi Virus Corona ini berlalu, segeralah dilakukan perubahan mendasar pada perekonomian. “Para politisi dan Bapak Presiden harus mengambil langkah cepat, membuat perubahan. Karena setelah ini, kita memasuki dunia lain yang perubahannya sangat cepat. Yang orang sebut New World. Dan kita pengusaha Indonesia timur siap bersaing dengan pengusaha besar yang ada di Jakarta. Jikalau  pemerintahan tidak sentralisasi lagi.  Contoh, kemarin kalau Jakarta di-lockdown, artinya Indonesia lainnya hancur total. Sebab semua terpusat,”terangnya.

Semua  pihak mesti bergandengan tangan. Mesti solid semuanya. Pemerintah, Pengusaha, Buruh, semuanya, harus solid mengatasi persoalan ini dulu. “Kita juga yakin, Pak Presiden dan tim-nya memiliki kemampuan untuk mengatasi situasi ini,” tandasnya. [Jon]

Leave a Reply

Your email address will not be published.