Hendak Diperiksa Terkait OTT KPK, Oknum Petinggi Kejaksaan Tinggi Kalsel Mengelak 

Banjarmasin, chronosdaily.com – Namanya disebut-sebut dalam Penyidikan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepala Seksi Ekonomi Moneter Kejaksaan Tinggi Kalsel (Kasi Ekonomi Moneter Kejati Kalsel), Sahrul Arif Hakim mengelak terlibat. 

“Tanggal 23 September 2021, saya berada di kantor Kejati Kalsel. Dan berdasarkan informasi yang saya terima, pada tanggal 23 September 2021 yang dipanggil adalah Kasie Ekonomi dan Monoter Bagian Pembangunan HSU,” jawab Kasi Ekonomi Moneter Kejati Kalsel, Sahrul Arif Hakim ketika dikonfirmasi wartawan lewat sambungan Whatsapp, Jumat malam (01/10/2021). 

Namun, Sahrul tidak menanggapi mengenai adanya pemanggilan dari KPK kepada dirinya. Kemudian, dari penelusuran, bagian Kasie Ekonomi dan Monoter Bagian Pembangunan HSU tidak ditemukan bernama Sahrul. Yang ada, yakni Kepala Seksi Ekonomi Moneter Kejaksaan Tinggi Kalsel (Kasi Ekonomi Moneter Kejati Kalsel), Sahrul Arif Hakim. 

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum petinggi di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) disebut turut terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Hal itu berdasarkan pengembangan terhadap Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri menyebut, untuk pengembangan pengusutan dugaan tindak pidana korupsi di HSU Kalsel itu, KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 saksi pada Kamis (23/09/2021). 

Pemeriksaan dilakukan di Kantor BPKP Provinsi Kalsel. Dari kesepuluh saksi yang diperiksa itu terdapat nama salah seorang petinggi di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel), yakni Kepala Seksi Ekonomi Moneter Kejaksaan Tinggi Kalsel (Kasi Ekonomi Moneter Kejati Kalsel), Sahrul Arif Hakim. 

Mereka yang diduga, dipanggil KPK untuk pemeriksaan sebagai saksi yakni Muhammad Taufik Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rakhmani Nor Kabid Bina marga (PPK Bina Marga), H Radi atau Abraham Radi Kabid Cipta Karya, Haji Kati Kontraktor di Dinas Bencana Alam. 

Kemudian, Haji Upik Kontraktor, Haji Zakir  Kontraktor, Syahrul  Kasie Ekonomi dan Moneter. Selanjutnya, ada Erik  PT Dindo Borneo Bratama atau Wiraswasta, H Rakhmadi Effendie (PT Seroja Indonesia Wiraswasta serta Hj Hairiyah ST MT PNS/Kasi Pembangunan dan Peningkatan Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Hulu Sungai Utara. “Pemeriksaan saksi terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel tahun 2021-2022, bertempat di BPKP Provinsi Kalsel,” ujar Ali Fikri dalam keterangan tertulis. 

Terkait adanya pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Kepala Seksi Ekonomi Moneter Kejaksaan Tinggi Kalsel (Kasi Ekonomi Moneter Kejati Kalsel), Sahrul Arif Hakim, pihak Kejati Kalsel belum memberikan respon. Sebelumnya, KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan. 

Ada pun aksi OTT tersebut dilakukan di kantor Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Hulu Sungai Utara, pada Rabu (15/9/2021) sekitar pukul 23.00 WITA. Awalnya, KPK menyebut, ada lima orang terduga tindak pidana korupsi yang berhasil diamankan. Kelima orang yang diamankan dalam OTT tersebut masing-masing bernama MI (PNS), MR (PNS), LT (PNS), MN (belum terkonfirmasi), dan FR (Swasta). 

Kemudian, KPK mengumumkan, OTT menjerat Kepala Dinas PU atas nama Maliki, Ketua Gapensi HSU atas nama Ahok. Kemudiaan, ada beberapa orang yang belum terkonfirmasi, masing-masing atas nama Latif, Marhain, Marwoto, dan Fahriadi. Dalam ruangan tersebut mereka diduga melakukan transaksi atas kegiatan proyek. Pada lokasi yang sama turut diamankan satu buah kresek yang diduga berisi uang. Usai diamankan, para terperiksa langsung diterbangkan menuju Jakarta dengan pengawalan anggota Polres HSU, Kamis pagi (16/09/2021). 

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto membenarkan adanya kegiatan dari KPK tersebut. “Baik polda atau polres tidak ikut kegiatannya. Cuma KPK hanya ada minta ruangan satu di Polres HSU untuk periksa orang,” kata Kapolda Kalsel, di Banjarmasin, Kamis. 

Saat ditanya lebih jauh kasus yang terjerat KPK tersebut, Rikwanto mengaku tidak mengetahuinya. “Saya tidak ngikutin kasusnya karena yang menangani KPK. Mereka juga sudah kembali ke Jakarta,” katanya lagi. 

Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Afri Darmawan yang dikonfirmasi hari ini juga membenarkan ada tim KPK yang datang ke wilayah hukumnya. “Benar, ada tim KPK yang sedang melakukan OTT di Kabupaten HSU. Untuk yang ditangkapnya, belum ada informasi lebih lanjut. Perkembangannya nanti kami sampaikan,” ujar Afri. 

Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan beberapa pihak yang telah ditangkap sedang dibawa ke Gedung KPK, Jakarta. Namun, Firli belum menjelaskan lebih lanjut siapa saja pihak yang telah ditangkap tersebut. “Betul, di salah satu Kabupaten HSU (Hulu Sungai Utara). Nanti setelah tiba di Gedung Merah Putih (KPK) pasti diberitahu,” ujarnya, Kamis (16/9/2021). 

OTT KPK tersebut terjadi di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten HSU. Sejumlah orang diamankan tim penyidik KPK, baik dari unsur pejabat dinas maupun rekanan. Barang bukti yang diamankan berupa satu kresek yang diduga berisi uang. Para terperiksa kemudian diterbangkan menuju Jakarta Kamis pagi ini, dengan pengawalan anggota Polres HSU. 

See also  Sertijab Kabag Sumda dan Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *