Harti Hartidjah : Negara Harus Bertindak Tegas, Tepat dan Cepat

Jakarta, chronosdaily.com – Gelombang aksi terus bermunculan berkaitan dengan kecaman atas pernyataan Edy Mulyadi yang diduga telah menghina warga Kalimantan lewat sebutan tempat jin buang anak. Tidak saja elemen masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Protes dan kecaman juga datang dari Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan organisasi masyarakat Dayak di luar Kalimantan.

Ratusan masyarakat menggelar aksi Tenggarong (Kutai Kartanegara), Samarinda, Kutai Timur, dan Kutai Barat . Mereka mendatangi kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada, Samarinda (27/01). Kedatangan ratusan warga dari pelbagai elemen masyarakat ini meminta Gubernur Kaltim Isran Noor mendatangkan Edy Mulyadi ke tanah Kaltim. Warga meminta agar Edy Mulyadi melaksanakan hukum adat di Kaltim.

Tokoh masyarakat Harti Hartidjah turut memrotes pernyataan EM yang menyatakan bahwa tidak ada yang mau pindah ke Kalimantan karena pulau itu terlalu sepi dan jauh, bahkan diibaratkan sebagai tempat jin buang anak, pasarnya kuntilanak dan genderuwo, dan rumahnya monyet.

Menurut Harti, “Ini pernyataan yang sesat dan seperti orang yang tidak memiliki adab, selayaknya pernyataan ini disampaikan oleh orang yang tidak punya akal sehat. Orang yang tidak sekolahpun belum tentu menghina dan mengeluarkan kalimat jorok untuk didengar orang lain, kecuali orang itu sedang mabuk. Apalagi didengar oleh masyarakat seluruh Indonesia dan dunia” Ucap Harti Hartiddjah. SE. SH Bendahara Umum dari Gerakan Dayak Nasional.

See also  Presiden Jokowi Lantik 20 Duta Besar RI untuk Negara Sahabat

Harti juga menyampaikan “Jika dia intelek apalagi sebagai eks calon legislatif harusnya menyampaikan kritik itu dengan terminologi yang lebih baik. Ide dan gagasan harus jelas, yaitu saat menyampaikan kritik sekaligus ada pertimbangan solusinya juga. Masih menurut Harti, “Harusnya disampaikan dengan intelek, obyektif, produktif dan lebih substansial dari sisi apapun.”

Harti Hartidjah juga dikenal sebagai pemerhati perempuan dan anak kerap aktif di berbagai kegiatan sosial dan pendampingan masyarakat marjinal merasa sangat terusik terhadap perilaku rasisme dan pelecehan bangsa sendiri yang masih saja terjadi sampai hari ini.

Baginya, apa yang disampaikan EM merupakan pelecehan secara umum kepada masyarakat Kalimantan dimanapun dan secara geografis melecehkan Nusantara yang adalah bagian dari potensi alam Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Tentu saja dapat berdampak pada kepercayaan dunia terkait potensi alam yang ada di Indonesia, tepatnya di Kalimantan itu menjadi negatif. Pasti akan berdampak tidak baik untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang merata ke seluruh provinsi. Patut dicatat juga ini adalah wujud dari salah satu perilaku yang bisa mengakibatkan perpecahan yang menjurus pada kesewenangan sosial.”

See also  Kondisi Masih Lemah Dan Dikawal dr RSPAD, Menko Polhukam Silaturahmi Dengan Seluruh Jajaran Kemenko Polhukam

Ia berharap negara bertindak tegas, tepat dan cepat. “Sebagai warga negara sepantasnya aparat melakukan tindakan sesuai aturan hukum.  Negara harus bertindak tegas, tepat, dan cepat.”

chronosdaily
go

Bukan itu saja, lanjut Harti, “Jelas ini adalah pernyataan yang mencederai prinsip kebhinekaan yang kita rajut bersama, Kami mengecam dan menuntut untuk segera memanggil dan diproses sesuai dengan kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku sehingga dapat memeberikan efek jera kepada Edy Mulyadi dan rekan-rekan yang ada dalam unggahan video tersebut. Tidak semena-mena, merasa diri benar melakukan penghinaan kepada orang lain sehingga berpotensi ricuh dan melukai perasaan orang secara umum. Dan sebelum ini menjadi polemik yang berkepanjangan, kami harapkan aparat untuk segera bertindak.”

Kebijakan ibu kota baru, jelas Harti,  itu biasa kalau terjadi pro kontra, demokrasi yang dinamis, “Semua boleh bersuara, tetapi ada UU yang mengatur kebebasan berbicara, sehingga kami sampaikan bahwa pernyataan yang sifatnya melecehkan seperti hantu dan monyet, ini jelas penghinaan.”

“Kami Gerakan Dayak Nasional, minta permasalahan kisruh Karena pernyataan penghinaan yang disampaikan oleh Edy Mulyadi ini segera ditindak secara Hukum Perdata maupun Pidana yang berlaku di Negara Indonesia dan Hukum Adat Masyarakat Kalimantan.”

See also  Di Tengah Ancaman Pandemi Virus Corona, Perilaku Napi Semakin Tak Terkendali

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.