Handriyani SE : Suara Perempuan Harus Mendapat Apresiasi yang Berimbang

Kutai Kartanegara, chronosdaily.com – Pendidikan dan Kesehatan merupakan salah satu indikator utama untuk mengetahui perkembangan perempuan dan untuk medeteksi adanya kesenjangan gender di suatu daerah, khususnya keterlibatan perempuan di tengah masyarakat, demikian yang disampaikan oleh Handriyani, S.E., salah satu tokoh pemberdayaan perempuan di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Hal ini terungkap setelah Handriyani secara konsisten menyerap dan mendengarkan keinginan masyarakat Kutai Kartanegara. Handriyani, calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) untuk daerah pemilihan Kutai Kartanegara menyatakan, “Saya lebih tertarik untuk mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat, khususnya perempuan di Kutai Kartanegara ini. Keterlibatan perempuan tidak bisa optimal karena memang masih adanya keterbatasan akses terhadap pendidikan dan Kesehatan. Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk mengakomodir dan memaksimalkan pemberdayaan perempuan di Kutai Kartanegara.”

Tantangan terbesar kami sebagai calon legislatif bukan pada pemaksaan program-program atau ide-ide, “Saya akan lebih mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat,” ungkap Handriyani dalam upayanya meningkatkan peran perempuan dalam mengakses pendidikan dan kesehatan. Handriyani adalah calon legislatif PDI-P untuk daerah pemilhan Kutai Kartanegara dengan nomor urut 10.

Handriyani mengakui, sebagai pendatang baru di pentas politik tentu tak mudah untuk dipercaya masyarakat. “Tetapi hari ini saya sampaikan, kedekatan saya dengan masyarakat maupun tokoh-tokoh setempat karena aktifitas saya di bidang pemberdayaan perempuan bukan melalui pemaksaan program-program tetapi justru saya mendekati masyarakat, menghampiri mereka, berdialog dan membebaskan mereka untuk mengeluarkan keluhan-keluhan yang selama ini terabaikan. Saya berikan hati saya untuk menyerap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan.

chronosdaily

Handriyani tak menutupi kalau selama ini perempuan selalu dianggap lebih rendah nilainya oleh laki-laki. “Peran dan sumbangsih perempuan masih kurang dihargai sehingga dalam keluarga apalagi dalam proses bermasyarakat hak perempuan dalam pengambilan keputusan terabaikan pula.”

“Belum lagi adanya stigma dan fakta perempuan secara ekonomi sangat terdiskriminasi, perempuan dianggap tak memiliki ketrampilan dan selalu menjadi korban kekerasan. Saya tidak menyarankan perempuan untuk melawan laki-laki, tetapi sudah saatnya perempuan terlepas dari diskriminasi yang mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi. Saya harus memulainya dengan banyak mendengar dan menyerap apa yang menjadi kebutuhan perempuan. Suara perempuan harus mendapat apresiasi yang berimbang,” tegas Handriyani [Jerimia Vegas]

See also  Emrus Sihombing : Usut Tuntas Oknum Pelaku Dugaan Manipulasi Hasil Rapid Test di Bandara

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *